Definisi Nikmat yang Salah?
Setiap kebaikan, kelezatan, dan kebahagiaan, bahkan segala sesuatu yang dicari, diinginkan, dan diutamakan manusia, sering disebut sebagai nikmat. Namun, bagaimana pandangan Imam Al-Ghazali tentang hal ini?
Menurut Imam Al-Ghazali, hakikat kenikmatan sejati adalah kebahagiaan akhirat. Karena itu, menamai selainnya sebagai nikmat hakiki merupakan kekeliruan, atau paling jauh hanya dapat dipahami sebagai kiasan.
Kebahagiaan duniawi yang tidak membantu seseorang menuju kebahagiaan akhirat sejatinya bukanlah nikmat yang sesungguhnya. Sebab, nikmat yang hakiki adalah segala sesuatu yang menjadi sebab seseorang sampai kepada kebahagiaan akhirat atau menolongnya menuju ke sana, baik secara langsung maupun melalui beberapa perantara.
Dengan demikian, ukuran sebuah nikmat bukan terletak pada seberapa besar kesenangan yang dirasakan di dunia, melainkan pada sejauh mana hal itu mengantarkan manusia kepada keselamatan dan kebahagiaan abadi di akhirat.
Sumber;
Al-Ghazali, Ihya Ulumuddin, Republika Penerbit, 2016
0 komentar: