basmalah Pictures, Images and Photos
Ketika Samudra di Nusantara Menjadi Medan Jihad Melawan Portugis - Our Islamic Story

Choose your Language

Ketika Samudra di Nusantara Menjadi Medan Jihad Melawan Portugis Nusantara abad ke 16-1, laut bukan sekadar jalur perdagangan. I...

Ketika Samudra di Nusantara Menjadi Medan Jihad Melawan Portugis

Ketika Samudra di Nusantara Menjadi Medan Jihad Melawan Portugis

Nusantara abad ke 16-1, laut bukan sekadar jalur perdagangan. Ia adalah arena perebutan kuasa, kehormatan, dan peradaban. Ketika armada Portugis memasuki perairan Asia Tenggara pasca jatuhnya Malaka (1511), mereka tidak hanya membawa meriam dan kapal carrack, tetapi juga ambisi monopoli rempah-rempah. Namun, yang mereka hadapi bukan wilayah kosong—melainkan jaringan kesultanan maritim yang telah lama menguasai laut.

Dari Selat Malaka hingga Maluku, perlawanan pun meletus. Ini bukan sekadar perang wilayah. Ini adalah perang mempertahankan kedaulatan laut.


---

Demak: Serangan Awal yang Menggetarkan Malaka

Ekspedisi pertama datang dari Kesultanan Demak. Pada 1513, armada besar dipimpin oleh Pati Unus bergerak dari Jepara menuju Malaka.

Ini adalah salah satu ekspedisi laut terbesar Nusantara pada masanya.

Alih-alih serangan kecil, Demak mengirim armada besar yang dirancang untuk menghantam pusat kekuatan Portugis. Namun, meriam berat dan benteng kokoh Malaka menjadi penghalang. Serangan ini belum berhasil merebut kota, tetapi meninggalkan pesan jelas: Nusantara tidak akan tunduk tanpa perlawanan.

Upaya kedua pada 1521 kembali dilakukan. Meski kembali gagal, ekspedisi ini menunjukkan bahwa kekuatan maritim Jawa mampu menjangkau pusat kolonial Eropa di Asia.


---

Sunda Kelapa 1527: Menggagalkan Pangkalan Portugis di Jawa

Empat belas tahun setelah serangan pertama ke Malaka, strategi berubah.

Bukan lagi menyerang pusat, tetapi memotong ekspansi.

Di bawah komando Fatahillah, pasukan gabungan Demak dan Cirebon bergerak cepat ke pelabuhan strategis Sunda Kelapa—sebuah titik vital yang hendak dijadikan basis Portugis di Jawa.

Ketika armada Portugis tiba, mereka mendapati pelabuhan itu sudah jatuh.

Serangan mendadak pun terjadi.

Pasukan Fatahillah menghantam kapal-kapal Portugis yang belum siap tempur. Dalam waktu singkat, mereka dipukul mundur. Sunda Kelapa pun berganti nama menjadi Jayakarta—simbol kemenangan yang bukan sekadar militer, tetapi juga ideologis.

Kegagalan ini membuat Portugis kehilangan pijakan strategis di Pulau Jawa.


---

Maluku: Perang Panjang, Pengkhianatan, dan Balas Dendam

Jika Jawa adalah gerbang, maka Maluku adalah jantung rempah-rempah.

Di sinilah konflik menjadi lebih kompleks—melibatkan bukan hanya Nusantara vs Portugis, tetapi juga rivalitas internal.

Pada 1529, pertempuran besar pecah antara Kesultanan Tidore dan Portugis yang bersekutu dengan Ternate. Dipimpin Sultan Mansur, Tidore mencoba melawan blokade laut Portugis.

Pertempuran berlangsung sengit.

Armada lokal menggunakan kecepatan perahu kora-kora dan taktik gerilya laut. Namun, meriam berat Portugis tetap unggul. Tidore mengalami tekanan besar, yang kemudian berujung pada lahirnya Perjanjian Saragosa—yang secara efektif menyerahkan Maluku kepada Portugis.

Namun, dominasi ini tidak bertahan lama.


---

Ternate Bangkit: Dari Darah ke Kemenangan

Tragedi menjadi titik balik.

Pada 1570, Sultan Khairun dibunuh secara licik oleh Portugis dalam perundingan damai. Peristiwa ini mengubah konflik menjadi perang total.

Putranya, Sultan Baabullah, mengambil alih kepemimpinan.

Strateginya tidak gegabah.

Alih-alih menyerang langsung, ia mengepung benteng Portugis di Ternate selama lima tahun. Jalur logistik diputus. Bantuan dari luar dihambat. Portugis perlahan kehabisan makanan dan amunisi.

Tahun 1575, hasilnya jelas: Portugis menyerah tanpa syarat.

Untuk pertama kalinya, kekuatan Eropa diusir sepenuhnya dari Maluku oleh kekuatan lokal—tanpa bantuan bangsa Eropa lain.

Ternate pun mencapai puncak kejayaannya sebagai “penguasa 72 pulau.”


---

Aceh: Mengguncang Selat Malaka

Di barat Nusantara, Kesultanan Aceh memainkan peran berbeda: perang berkelanjutan.

Di bawah Sultan Iskandar Muda, Aceh membangun armada laut besar dan secara konsisten menyerang kapal-kapal Portugis di Selat Malaka.

Serangan puncak terjadi pada 1629.

Aceh mengirim armada raksasa untuk menggempur Malaka. Meskipun akhirnya mengalami kekalahan strategis, serangan ini menunjukkan satu hal penting: Portugis tidak pernah benar-benar aman di perairan Nusantara.

Setiap jalur dagang yang mereka kuasai selalu berada di bawah ancaman.


---

Pola Perang: Strategi Laut Nusantara

Dari berbagai pertempuran ini, terlihat pola yang jelas:

Serangan langsung (Demak)  menunjukkan kekuatan awal

Penguasaan pelabuhan (Sunda Kelapa)  memotong ekspansi

Perang gerilya laut (Tidore)  memanfaatkan medan

Pengepungan jangka panjang (Ternate)  menghancurkan logistik

Tekanan berkelanjutan (Aceh)  melemahkan dominasi


Nusantara tidak kalah teknologi semata—tetapi beradaptasi dengan strategi.


---

Laut sebagai Saksi Perlawanan

Perang melawan Portugis bukan sekadar konflik militer. Ia adalah benturan antara dua sistem:

Monopoli vs jaringan dagang bebas

Kolonialisme vs kedaulatan lokal

Ekspansi vs pertahanan peradaban


Dari Demak hingga Ternate, dari Sunda Kelapa hingga Aceh, satu hal menjadi benang merah:

Nusantara tidak diam.

Ia melawan—dengan kapal, dengan strategi, dan dengan keyakinan bahwa laut bukan untuk dijajah, tetapi untuk dijaga.

Dan dari gelombang itulah, lahir sejarah panjang perlawanan maritim yang hingga kini masih menggema di perairan Indonesia.

0 komentar:

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Baqarah (1) Al-Qur'an (362) Al-Qur’an (21) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) An-Nadwi (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bahaya Kemunduran Umat Islam (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (53) Cerita kegagalan (1) cerpen Nabi (8) cerpen Nabi Musa (2) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) dakwah (8) Dakwah (2) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) english (6) English (6) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fiqh (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (7) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) hikmah (1) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) Islam (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) kecerdasan (15) Kecerdasan (296) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Hadist (4) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) kisah para nabi dan (2) kisah para nabi dan rasul (40) kisah para Nabi dan Rasul (1) Kisah para nabi dan rasul (51) Kisah Para Nabi dan Rasul (577) kisah para nabi dan rasul. Nabi Daud (1) kisah para nabi dan rasul. nabi Musa (2) Kisah Penguasa (1) Kisah ulama (1) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (71) Nabi Ayub (1) Nabi Daud (3) Nabi Ibrahim (3) Nabi Isa (2) nabi Isa. nabi ismail (1) Nabi Ismail (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Khidir (1) Nabi Musa (29) Nabi Nuh (6) Nabi Sulaiman (2) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (15) Namrudz (2) Nasrulloh Baksolahar (1) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) nusantara (4) Nusantara (255) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (650) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rasulullah shalallahu alaihi wassalam (1) Rehat (493) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) Sahabat (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) Salimul Aqidah (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (280) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah penguasa (10) Sirah Penguasa (243) sirah Sahabat (2) Sirah Sahabat (163) Sirah Tabiin (43) Sirah ulama (25) Sirah Ulama (157) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tamim Ad Dari (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Wakaf (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)