Nama-Nama Allah yang Paling Agung, Bagaimana Menyadarinya?
Bagaimana cara mengenal Allah?
Apakah cukup dengan menghafal Asmaul Husna? Ataukah Allah sendiri mengajarkan jalan agar nama-nama-Nya benar-benar hidup dalam kesadaran manusia?
Menariknya, pada awal dua surah yang disebut Rasulullah ﷺ sebagai Az-Zahrawain, terdapat dua ayat yang memperkenalkan nama-nama Allah yang sangat agung.
Dalam Surah Al-Baqarah Allah berfirman,
«وَاِلٰهُكُمْ اِلٰهٌ وَّاحِدٌ ۚ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الرَّحْمٰنُ الرَّحِيْمُ
"Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Baqarah: 163)»
Sedangkan pada awal Surah Ali 'Imran Allah berfirman,
«اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ
"Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi Maha Mengurus (makhluk-Nya) secara terus-menerus." (QS. Ali 'Imran: 2)»
Kedua ayat ini memiliki pola yang hampir sama.
Keduanya diawali dengan kalimat tauhid:
"Lā ilāha illā Huwa" — Tidak ada tuhan selain Dia.
Setelah itu Allah memperkenalkan nama-nama-Nya.
Dalam Al-Baqarah: Ar-Rahman dan Ar-Rahim.
Dalam Ali 'Imran: Al-Hayy dan Al-Qayyum.
Mengapa setelah memperkenalkan nama-nama-Nya, Allah langsung melanjutkan dengan ayat berikutnya yang berbeda?
Al-Baqarah: Mengenal Allah melalui Tanda-Tanda Penciptaan
Sesudah memperkenalkan diri sebagai Ar-Rahman dan Ar-Rahim, Allah tidak langsung memerintahkan manusia untuk berdebat atau berargumentasi.
Allah justru mengajak manusia melihat alam semesta.
«إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ... لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ
"Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang, kapal yang berlayar di laut, hujan yang menghidupkan bumi, berhembusnya angin, dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, sungguh terdapat tanda-tanda bagi kaum yang menggunakan akalnya." (QS. Al-Baqarah: 164)»
Mengapa demikian?
Karena rahmat Allah bukan sekadar konsep yang diucapkan.
Rahmat itu dapat disaksikan.
Langit yang menaungi bumi.
Hujan yang menghidupkan tanah yang mati.
Pergantian malam dan siang.
Angin yang menggerakkan awan.
Kapal yang menghubungkan negeri-negeri.
Seluruh alam semesta merupakan manifestasi kasih sayang Allah kepada makhluk-Nya.
Maka, jalan untuk menyadari bahwa Allah adalah Ar-Rahman dan Ar-Rahim adalah dengan merenungkan ayat-ayat kauniyah, yaitu tanda-tanda kebesaran-Nya di alam semesta.
Semakin dalam seseorang memahami ciptaan Allah, semakin kuat kesadarannya terhadap rahmat Allah.
Ali 'Imran: Mengenal Allah melalui Wahyu
Ali 'Imran mengambil jalan yang berbeda.
Setelah Allah memperkenalkan diri sebagai Al-Hayy dan Al-Qayyum, ayat berikutnya berbunyi,
«نَزَّلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَأَنْزَلَ التَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ
"Dialah yang menurunkan kepadamu Kitab (Al-Qur'an) dengan benar, membenarkan kitab-kitab sebelumnya. Dia juga telah menurunkan Taurat dan Injil." (QS. Ali 'Imran: 3)»
Mengapa setelah menyebut Al-Hayy dan Al-Qayyum, Allah langsung berbicara tentang kitab-kitab wahyu?
Karena Allah Yang Maha Hidup dan Maha Mengurus seluruh makhluk tidak membiarkan manusia berjalan tanpa petunjuk.
Pengaturan Allah bukan hanya tampak pada keteraturan alam semesta.
Pengaturan Allah juga tampak melalui wahyu yang membimbing kehidupan manusia.
Jika Al-Baqarah mengajak manusia membaca ayat-ayat Allah di alam, maka Ali 'Imran mengajak manusia membaca ayat-ayat Allah dalam wahyu.
Keduanya saling melengkapi.
Alam menunjukkan kekuasaan-Nya.
Wahyu menunjukkan kehendak-Nya.
Dua Jalan Menuju Pengenalan kepada Allah
Di sinilah tampak hubungan yang indah antara kedua surah tersebut.
Al-Baqarah mengajarkan bahwa mengenal Ar-Rahman dan Ar-Rahim dilakukan dengan memperhatikan ciptaan-Nya.
Ali 'Imran mengajarkan bahwa mengenal Al-Hayy dan Al-Qayyum dilakukan dengan menerima petunjuk wahyu-Nya.
Dengan kata lain, Allah mendidik manusia melalui dua "kitab".
Kitab yang terbentang di alam semesta.
Dan Kitab yang diturunkan sebagai wahyu.
Orang yang hanya membaca alam tetapi mengabaikan wahyu akan kehilangan arah.
Sebaliknya, orang yang membaca wahyu tanpa mau merenungkan ciptaan Allah akan kehilangan banyak tanda yang menguatkan imannya.
Karena itu, Al-Qur'an mengajak manusia menggabungkan keduanya.
Akal bekerja mengamati alam.
Hati tunduk menerima wahyu.
Refleksi
Mungkin inilah pelajaran yang ingin dibangun oleh Al-Baqarah dan Ali 'Imran sejak awal.
Allah tidak hanya memperkenalkan nama-nama-Nya.
Allah juga mengajarkan bagaimana menyadari nama-nama-Nya.
Rahmat-Nya disadari melalui ciptaan-Nya.
Keagungan-Nya sebagai Al-Hayy dan Al-Qayyum disadari melalui wahyu yang terus membimbing kehidupan manusia.
Ketika seseorang mampu membaca alam dan membaca wahyu secara bersamaan, ia tidak sekadar mengenal nama-nama Allah.
Ia mulai mengenal Rabb yang memperkenalkan diri-Nya melalui dua kitab: alam semesta dan Al-Qur'an.
0 komentar: