basmalah Pictures, Images and Photos
Mengapa Seluruh Pemimpin Perang Quraisy di Uhud akhirnya Menjadi Pembela Islam? - Our Islamic Story

Choose your Language

Mengapa Seluruh Pemimpin Perang Quraisy di Uhud akhirnya Menjadi Pembela Islam? Perang Uhud adalah salah satu pertempuran paling...

Mengapa Seluruh Pemimpin Perang Quraisy di Uhud akhirnya Menjadi Pembela Islam?

Mengapa Seluruh Pemimpin Perang Quraisy di Uhud akhirnya Menjadi Pembela Islam?

Perang Uhud adalah salah satu pertempuran paling menentukan dalam sejarah Islam. Bagi kaum Quraisy, perang ini bukan sekadar operasi militer. Ia adalah misi balas dendam.

Setahun sebelumnya, mereka mengalami kekalahan telak dalam Perang Badar. Banyak pemimpin dan tokoh terkemuka Quraisy terbunuh. Kekalahan itu tidak hanya menghancurkan kekuatan militer mereka, tetapi juga meruntuhkan wibawa politik dan ekonomi Quraisy di Jazirah Arab.

Karena itu, segera setelah Badar berakhir, para pemimpin Quraisy sepakat untuk menyiapkan serangan besar-besaran ke Madinah.

Di antara tokoh yang paling bersemangat mengobarkan perang adalah Abu Sufyan bin Harb, Shafwan bin Umayyah, Ikrimah bin Abu Jahal, dan Abdullah bin Abu Rabiah.

Mereka menyerukan kepada masyarakat Quraisy:

«"Wahai Quraisy, Muhammad telah membunuh orang-orang terbaik kalian dan membuat kalian hidup dalam ketakutan. Karena itu, bantulah kami dengan harta kalian untuk memeranginya. Mudah-mudahan kita dapat menuntut balas."»

Seruan itu mendapat sambutan luas. Harta, senjata, dan tenaga dikumpulkan. Dendam menjadi bahan bakar utama mobilisasi perang tersebut.

Operasi Balas Dendam Terbesar Quraisy

Persiapan militer dilakukan secara serius.

Abu Sufyan bin Harb memegang komando tertinggi pasukan. Shafwan bin Umayyah memimpin infanteri. Abdullah bin Abu Rabiah memimpin pasukan pemanah. Sementara pasukan kavaleri dipercayakan kepada dua tokoh muda yang sangat berbakat dalam strategi perang: Khalid bin Walid dan Ikrimah bin Abu Jahal.

Di sisi lain, dendam pribadi juga ikut mewarnai persiapan perang.

Hindun binti Utbah, yang kehilangan ayah, saudara, dan kerabat dekatnya di Badar, bertekad membalas kematian mereka. Ia menyewa Wahsyi, seorang budak yang mahir melempar tombak, untuk membunuh Hamzah bin Abdul Muthalib, paman Rasulullah saw.

Target mereka bukan sekadar memenangkan pertempuran.

Mereka ingin menghancurkan kepemimpinan Islam dari akarnya.

Ketika Strategi Quraisy Berhasil

Pada awal pertempuran, pasukan Muslim berhasil mendesak Quraisy. Namun keadaan berubah ketika sebagian pemanah Muslim meninggalkan pos yang telah ditentukan Rasulullah saw.

Kesempatan itu segera dimanfaatkan Khalid bin Walid.

Dengan manuver cepat, pasukan kavaleri Quraisy menyerang dari belakang. Pada saat yang sama, pasukan Abu Sufyan terus menekan dari depan.

Pasukan Muslim terjepit dari dua arah.

Situasi berubah menjadi kacau. Banyak sahabat gugur. Sebagian pasukan tercerai-berai. Bahkan beredar kabar bahwa Rasulullah saw. telah terbunuh.

Di tengah kekacauan itu, Rasulullah saw. sendiri mengalami luka serius. Wajah beliau terluka, gigi beliau patah, dan beliau berada dalam kepungan musuh yang berusaha menghabisinya.

Secara manusiawi, saat itu adalah momen yang sangat tepat untuk mengutuk musuh-musuhnya.

Namun yang keluar dari lisan beliau justru doa:

«"Ya Allah, ampunilah kaumku. Ya Allah, berilah mereka petunjuk, karena mereka tidak mengetahui."»

Doa inilah yang menjadi salah satu episode paling menggetarkan dalam sejarah kenabian.

Efek yang Tidak Terlihat di Medan Uhud

Jika dilihat dari sudut pandang militer, doa tersebut tampak tidak mengubah keadaan saat itu juga.

Pasukan Muslim tetap mengalami kerugian besar.

Hamzah gugur.

Banyak sahabat syahid.

Quraisy pulang dengan perasaan berhasil membalas dendam.

Namun sejarah menunjukkan sesuatu yang jauh lebih besar sedang berlangsung.

Doa Rasulullah saw. ternyata bekerja melampaui medan perang.

Tokoh-tokoh yang saat itu berdiri di garis depan untuk membunuh beliau, satu per satu justru mendapat hidayah dan memeluk Islam.

Dari Musuh Menjadi Pembela

Abu Sufyan bin Harb akhirnya masuk Islam menjelang Fathu Makkah. Setelah itu ia ikut membela Islam dan bahkan kehilangan penglihatannya dalam peperangan melawan Bizantium.

Ikrimah bin Abu Jahal, putra musuh terbesar Rasulullah, sempat melarikan diri setelah Fathu Makkah. Namun ia kembali, masuk Islam, dan kemudian gugur sebagai syahid dalam Perang Yarmuk saat melawan pasukan Romawi.

Shafwan bin Umayyah yang dahulu menjadi penggerak utama perang Uhud akhirnya memeluk Islam dan menjadi salah satu pendukung penting kaum Muslimin. Saat perang Hunain meminjamkan logistik perang kepada Muslimin.

Abdullah bin Abu Rabiah yang ikut mengatur persiapan perang Quraisy kemudian menjadi seorang Muslim yang dipercaya mengemban tugas-tugas pemerintahan di era Khalifatur Rasyidin.

Khalid bin Walid, arsitek manuver yang mengubah jalannya Perang Uhud, masuk Islam beberapa tahun kemudian. Ia menjelma menjadi salah satu panglima terbesar dalam sejarah Islam dan mendapat gelar Saifullah al-Maslul, Pedang Allah yang Terhunus.

Hindun binti Utbah yang dahulu mengobarkan semangat balas dendam akhirnya menjadi Muslimah dan turut membakar semangat pasukan Islam dalam Perang Yarmuk.

Bahkan Wahsyi, pembunuh Hamzah, juga memeluk Islam. Kelak ia menjadi orang yang membunuh Musailamah al-Kadzdzab dalam Perang Yamamah, membantu menyelamatkan umat Islam dari ancaman besar setelah wafatnya Rasulullah saw.

Mengapa Semua Itu Bisa Terjadi?

Inilah salah satu paradoks terbesar dalam sejarah Islam.

Pada Perang Uhud, Rasulullah saw. tidak melihat mereka sebagai musuh yang harus dimusnahkan. Beliau melihat mereka sebagai manusia yang tersesat dan masih memiliki peluang untuk mendapatkan petunjuk.

Di saat para sahabat terluka, keluarga kehilangan orang-orang tercinta, dan darah masih mengalir di medan perang, Rasulullah tidak meminta kebinasaan bagi mereka.

Beliau justru memohon agar Allah mengampuni dan memberi mereka hidayah.

Bertahun-tahun kemudian, sejarah membuktikan bahwa doa tersebut bukanlah doa yang sia-sia.

Orang-orang yang dahulu mengangkat pedang untuk membunuh Rasulullah saw. justru menjadi orang-orang yang mengangkat pedang untuk membela agama yang beliau bawa.

Pelajaran dari Uhud

Perang Uhud mengajarkan bahwa manusia tidak boleh dinilai hanya dari satu fase kehidupannya.

Seorang musuh hari ini bisa menjadi sahabat esok hari.

Seorang penentang dakwah hari ini bisa menjadi pembela Islam yang paling gigih di masa depan.

Karena itu, Rasulullah saw. tidak hanya memenangkan peperangan dengan strategi dan keberanian. Beliau juga memenangkan hati manusia dengan kasih sayang, kesabaran, dan doa.

Dan mungkin, salah satu kemenangan terbesar Rasulullah bukanlah ketika Makkah berhasil ditaklukkan, melainkan ketika para pemimpin Quraisy yang dahulu ingin membunuhnya akhirnya berdiri dalam barisan yang sama untuk membela Islam.

Sumber:
Al-Mubarakfuri, Sirah Nabawiyah, Ummul Qura, 2017

0 komentar:

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Baqarah (1) Al-Qur'an (362) Al-Qur’an (17) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) An-Nadwi (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bahaya Kemunduran Umat Islam (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (53) Cerita kegagalan (1) cerpen Nabi (8) cerpen Nabi Musa (2) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) dakwah (8) Dakwah (2) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) english (6) English (6) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fiqh (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (7) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) hikmah (1) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) Islam (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) kecerdasan (6) Kecerdasan (268) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Hadist (4) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) kisah para nabi dan (2) kisah para nabi dan rasul (37) kisah para Nabi dan Rasul (1) Kisah para nabi dan rasul (41) Kisah Para Nabi dan Rasul (577) kisah para nabi dan rasul. Nabi Daud (1) kisah para nabi dan rasul. nabi Musa (2) Kisah Penguasa (1) Kisah ulama (1) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (71) Nabi Ayub (1) Nabi Daud (3) Nabi Ibrahim (3) Nabi Isa (2) nabi Isa. nabi ismail (1) Nabi Ismail (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Khidir (1) Nabi Musa (29) Nabi Nuh (6) Nabi Sulaiman (2) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (15) Namrudz (2) Nasrulloh Baksolahar (1) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) nusantara (4) Nusantara (252) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (647) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rasulullah shalallahu alaihi wassalam (1) Rehat (493) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) Sahabat (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) Salimul Aqidah (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (268) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah penguasa (6) Sirah Penguasa (243) sirah Sahabat (2) Sirah Sahabat (160) Sirah Tabiin (43) Sirah ulama (23) Sirah Ulama (157) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tamim Ad Dari (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Wakaf (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)