basmalah Pictures, Images and Photos
Kualitas Tempur Militer Israel Sudah Menurun Sebelum Badai Al-Aqsa, Sekarang Lebih Menurun - Our Islamic Story

Choose your Language

Kualitas Tempur Militer Israel Sudah Menurun Sebelum Badai Al-Aqsa, Sekarang Lebih Menurun  Serangan Badai Al-Aqsa pada 7 Oktobe...

Kualitas Tempur Militer Israel Sudah Menurun Sebelum Badai Al-Aqsa, Sekarang Lebih Menurun


Kualitas Tempur Militer Israel Sudah Menurun Sebelum Badai Al-Aqsa, Sekarang Lebih Menurun 


Serangan Badai Al-Aqsa pada 7 Oktober 2023 mengejutkan dunia. Bukan semata karena skala serangannya, tetapi karena operasi tersebut berhasil menembus sistem pertahanan yang selama puluhan tahun dipromosikan sebagai salah satu yang paling canggih di dunia.

Namun, benarkah peristiwa itu menjadi awal kemunduran militer Israel?

Jika jejak sejarah ditelusuri, jawabannya justru sebaliknya.

Badai Al-Aqsa tampaknya bukan penyebab melemahnya efektivitas militer Israel, melainkan puncak dari tren yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Dari Kemenangan Cepat Menuju Perang yang Berlarut

Pada fase awal berdirinya negara Israel, kekuatan militernya dikenal mampu memenangkan perang dalam waktu singkat.

Dalam perang 1948, Israel berhasil menguasai sebagian besar wilayah Palestina. Kemudian pada Perang Enam Hari tahun 1967, mereka kembali mencatat kemenangan besar dengan menduduki Semenanjung Sinai, Jalur Gaza, Tepi Barat, Yerusalem Timur, dan Dataran Tinggi Golan.

Keunggulan tersebut membangun citra bahwa militer Israel hampir tidak dapat dikalahkan.

Namun, citra itu mulai retak pada Perang Yom Kippur tahun 1973.

Perang Yom Kippur: Awal Runtuhnya Mitos

Pada 6 Oktober 1973, Mesir dan Suriah melancarkan serangan mendadak terhadap Israel.

Mesir berhasil menyeberangi Terusan Suez dan menembus garis pertahanan Bar Lev yang selama ini dianggap hampir mustahil ditembus.

Walaupun pada fase akhir perang Israel mampu membalikkan keadaan secara militer, kejutan pada hari-hari pertama meninggalkan dampak strategis yang sangat besar.

Kegagalan intelijen dan kesiapan militer memicu krisis kepercayaan di dalam negeri.

Gelombang protes bermunculan.

Perdana Menteri Golda Meir, Menteri Pertahanan Moshe Dayan, dan Panglima Angkatan Bersenjata David Elazar akhirnya mengundurkan diri.

Sejak saat itu, kemenangan militer tidak lagi selalu diterjemahkan sebagai kemenangan politik.

Israel semakin banyak mengombinasikan kekuatan militer dengan diplomasi dan perjanjian politik untuk mengamankan kepentingannya di kawasan.

Lebanon 1982 dan Lebanon 2006: Dua Gambaran yang Berbeda

Perubahan berikutnya semakin terlihat di Lebanon.

Pada invasi tahun 1982, pasukan Israel mampu mencapai Beirut hanya dalam waktu sekitar satu pekan. Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) akhirnya dipaksa meninggalkan Lebanon menuju Tunisia.

Namun, situasinya sangat berbeda ketika pecah perang melawan Hizbullah pada tahun 2006.

Israel mengerahkan kekuatan udara, artileri, blokade laut, dan operasi darat secara bersamaan.

Meski demikian, tujuan utamanya untuk melumpuhkan Hizbullah tidak tercapai.

Perang berlangsung selama 34 hari dan berakhir melalui gencatan senjata.

Konflik tersebut memunculkan kritik tajam terhadap kepemimpinan politik dan militer Israel, sementara berbagai evaluasi internal menyoroti kelemahan koordinasi, intelijen, dan efektivitas operasi darat.

Perang ini menjadi salah satu titik penting yang menunjukkan bahwa keunggulan teknologi tidak selalu menghasilkan kemenangan strategis.

Gaza: Menang Taktis, Gagal Mengakhiri Perlawanan

Pola serupa berulang di Jalur Gaza.

Dalam berbagai operasi militer sejak Israel menarik pasukannya dari Gaza pada 2005, Israel mampu menghancurkan banyak infrastruktur dan menimbulkan kerusakan yang sangat besar.

Namun setiap putaran konflik berakhir dengan pola yang hampir sama.

Gencatan senjata.

Kelompok-kelompok perlawanan tetap bertahan.

Bahkan kemampuan mereka berkembang, termasuk peningkatan jangkauan roket hingga mencapai wilayah sekitar Tel Aviv dan kota-kota lain di Israel.

Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan taktis di medan perang tidak otomatis berubah menjadi kemenangan strategis yang mampu mengakhiri konflik.

Paradoks Superioritas Teknologi

Selama beberapa dekade terakhir, Israel terus meningkatkan kemampuan militernya dengan dukungan teknologi tinggi dan bantuan militer Amerika Serikat yang sangat besar.

Angkatan udaranya termasuk yang paling modern di kawasan.

Sistem pertahanan berlapis seperti Iron Dome, David's Sling, dan Arrow dikembangkan untuk menghadapi berbagai ancaman.

Namun pengalaman di Lebanon dan Gaza memperlihatkan bahwa peperangan modern tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi.

Kelompok-kelompok perlawanan semakin menguasai perang asimetris, memanfaatkan jaringan terowongan, mobilitas tinggi, rudal jarak pendek, serta kemampuan bertahan dalam konflik berkepanjangan.

Akibatnya, perang yang sebelumnya diharapkan selesai dalam hitungan hari berubah menjadi konflik yang memakan waktu berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.

Badai Al-Aqsa: Kulminasi Sebuah Tren

Dalam perspektif ini, Badai Al-Aqsa dapat dipahami sebagai kulminasi dari proses yang telah berlangsung lama.

Serangan tersebut memperlihatkan bahwa sistem pertahanan berlapis, pagar perbatasan berteknologi tinggi, sensor elektronik, dan pengawasan intelijen ternyata tetap memiliki celah yang dapat dimanfaatkan.

Peristiwa itu juga memunculkan kembali pertanyaan yang sebenarnya sudah muncul sejak Perang Yom Kippur dan kembali menguat setelah Perang Lebanon 2006:

Apakah keunggulan teknologi dan persenjataan modern masih cukup untuk menjamin kemenangan strategis dalam menghadapi perang asimetris?

Kesimpulan

Jika ditarik dalam satu garis sejarah, tampak adanya perubahan pola efektivitas militer Israel.

Pada periode 1948 hingga 1967, kemenangan cepat menjadi ciri utamanya.

Sejak Perang Yom Kippur 1973, berbagai konflik berikutnya menunjukkan kecenderungan berbeda: kemenangan militer semakin sulit diterjemahkan menjadi penyelesaian politik yang permanen.

Konflik di Lebanon 2006, berbagai operasi militer di Gaza, hingga Badai Al-Aqsa memperlihatkan bahwa tantangan yang dihadapi bukan lagi sekadar memenangkan pertempuran, tetapi mencapai tujuan strategis jangka panjang.

Dengan demikian, Badai Al-Aqsa lebih tepat dipandang bukan sebagai awal kemunduran efektivitas militer Israel, melainkan sebagai peristiwa yang memperlihatkan secara terbuka sebuah tren yang telah berkembang selama beberapa dekade sebelumnya.

0 komentar:

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Baqarah (1) Al-Qur'an (362) Al-Qur’an (19) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) An-Nadwi (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bahaya Kemunduran Umat Islam (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (53) Cerita kegagalan (1) cerpen Nabi (8) cerpen Nabi Musa (2) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) dakwah (8) Dakwah (2) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) english (6) English (6) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fiqh (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (7) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) hikmah (1) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) Islam (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) kecerdasan (6) Kecerdasan (268) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Hadist (4) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) kisah para nabi dan (2) kisah para nabi dan rasul (37) kisah para Nabi dan Rasul (1) Kisah para nabi dan rasul (42) Kisah Para Nabi dan Rasul (577) kisah para nabi dan rasul. Nabi Daud (1) kisah para nabi dan rasul. nabi Musa (2) Kisah Penguasa (1) Kisah ulama (1) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (71) Nabi Ayub (1) Nabi Daud (3) Nabi Ibrahim (3) Nabi Isa (2) nabi Isa. nabi ismail (1) Nabi Ismail (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Khidir (1) Nabi Musa (29) Nabi Nuh (6) Nabi Sulaiman (2) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (15) Namrudz (2) Nasrulloh Baksolahar (1) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) nusantara (4) Nusantara (252) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (649) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rasulullah shalallahu alaihi wassalam (1) Rehat (493) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) Sahabat (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) Salimul Aqidah (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (268) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah penguasa (6) Sirah Penguasa (243) sirah Sahabat (2) Sirah Sahabat (160) Sirah Tabiin (43) Sirah ulama (23) Sirah Ulama (157) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tamim Ad Dari (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Wakaf (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)