Liku-Liku Kehidupan di Dunia
Abdullah bin Mas‘ud berkisah bahwa Rasulullah saw. pernah membuat sebuah diagram untuk menggambarkan perjalanan hidup manusia.
Beliau menggambar sebuah kotak segi empat. Di dalamnya terdapat satu garis lurus yang memanjang di tengah, sementara ujung garis itu keluar melewati batas kotak. Di sekitar garis tengah tersebut, beliau juga menggambar beberapa garis lain yang mengarah kepadanya.
Kemudian Rasulullah saw. bersabda,
"Inilah perumpamaan anak Adam."
Kotak segi empat yang mengelilingi seluruh gambar melambangkan ajal. Ajal membatasi seluruh ruang gerak manusia; tidak seorang pun dapat melampaui batas yang telah ditetapkan baginya.
Garis yang berada di tengah melambangkan manusia yang sedang menempuh perjalanan hidupnya.
Adapun garis-garis yang mengelilingi garis tengah melambangkan berbagai cobaan yang datang silih berganti. Jika seseorang berhasil melewati satu cobaan, cobaan lain akan datang mendekat dan mengujinya kembali.
Sedangkan bagian garis yang memanjang keluar dari kotak melambangkan angan-angan. Manusia sering memikirkan banyak hal, menyusun berbagai rencana, dan membentangkan harapan jauh melampaui batas usia yang sebenarnya telah ditetapkan untuknya.
Tentang silih bergantinya cobaan, Rasulullah saw. bersabda,
"Anak Adam diciptakan, sedangkan di sisinya ada 99 cobaan yang mematikan. Jika cobaan-cobaan itu luput darinya, maka ia akan mendapatkan cobaan berupa tua renta hingga meninggal dunia."
Sementara itu, tentang panjangnya angan-angan manusia, Rasulullah saw. bersabda,
"Anak Adam akan menjadi tua renta, dan ada dua sifat yang semakin tumbuh padanya, yaitu ketamakan terhadap harta dan keinginan untuk berumur panjang."
Melalui perumpamaan ini, Rasulullah saw. mengajarkan bahwa kehidupan manusia berada di antara tiga hal: ajal yang membatasi, cobaan yang terus datang berganti, dan angan-angan yang sering melampaui kenyataan.
Karena itu, seorang mukmin dituntut untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian hidup, memanfaatkan waktu yang ada, dan tidak tenggelam dalam angan-angan yang panjang.
Sumber;
At-Tirmidzi, Sunan At-Tirmidzi, GIP, 2017
0 komentar: