Wanita Cantik di Shaff Wanita Saat Shalat di Era Rasulullah ﷺ yang Menjadi Sebab Turunnya Ayat
Abdullah bin Abbas meriwayatkan kisah tentang seorang wanita yang sangat cantik yang shalat berjamaah di shaff wanita di belakang Rasulullah ﷺ. Ia berkata, “Demi Allah, aku belum pernah melihat wanita secantik dia.” Peristiwa ini kemudian berkaitan dengan turunnya ayat dalam Al-Qur'an, tepatnya surah Al-Hijr ayat 24, yang menegaskan bahwa Allah mengetahui siapa yang berada di depan dan siapa yang di belakang.
Dalam riwayat At-Tirmidzi dan Al-Hakim an-Nishapuri, dijelaskan bahwa sebagian sahabat berusaha menjaga kekhusyukan dengan maju ke shaf terdepan agar tidak melihat wanita tersebut. Namun, sebagian lainnya justru mundur ke belakang dengan harapan dapat melihatnya saat rukuk.
Ayat ini turun sebagai teguran halus, bukan sekadar terhadap posisi shaf, tetapi terhadap niat yang tersembunyi di dalam hati. Allah mengetahui tujuan mereka yang maju karena ingin menjaga diri, dan juga mengetahui mereka yang mundur karena dorongan hawa nafsu.
Peristiwa ini menunjukkan sisi manusiawi para sahabat. Ada yang berjuang menahan pandangan, ada pula yang masih diuji oleh keinginan. Namun, pesan utama ayat ini melampaui konteks tersebut: Allah Maha Mengetahui segala yang tampak dan tersembunyi, baik di masa lalu, kini, maupun yang akan datang.
Sumber:
Salim A Fillah, Jalan Cinta Para Pejuang, Pro U Media, 2009
Qur'an Kemenag, Tafsir Tahlili
0 komentar: