Darahnya Tercampuri dengan Darah Rasulullah saw
Malik bin Sinan, ayah dari Abu Said Al-Khudri menyambut seruan jihad di perang Uhud. Saat hendak berangkat dia berkata,
"Wahai Rasulullah saw, demi Allah, kita berada di dua kebaikan. Jika Allah menganugerahkan kemenangan kepada kita, itulah yang kita inginkan. Allah akan menghinakan mereka dihadapan kita sehingga ini menjadi kemenangan seperti kemenangan Badar, sehingga yang tersisa dari mereka adalah orang-orang yang melarikan diri.:
Malik bin Sinan melanjutkan,
"Namun, jika Allah menganugerahkan kita kesyahidan, demi Allah wahai Rasulullah saw, aku tidak peduli yang mana dari keduanya yang Allah anugerahkan karena keduanya membawa kebaikan."
Ketika pertempuran berkecamuk, wajah Rasulullah saw terluka. Malik bin Sinan mendekati Nabi saw dan menjilat darah dari luka wajah Rasulullah saw. Malik menghisap darah tersebut dan menelannya, maka dikatakan kepadanya,
"Apakah engkau meminum darah itu?"
"Ya, aku meminum darah Rasulullah saw" Jawab Malik bin Sinan
"Barangsiapa yang ingin melihat seseorang yang darahnya bercampur dengan darahku, hendaknya ia melihat Malik bin Sinan." Sabda Rasulullah saw
Dalam riwayat lain, Rasulullah saw bersabda,
"Darahku bercampur dengan darahnya, maka ia tidak akan tersentuh api neraka."
Malik bin Sinan terus maju bertempur dengan gigih hingga Allah menganugerahkan kesyahidan yang didambakan.
Sumber:
Hamid Az-Zaini, The Untold Stories Sahabat Nabi, GIP, 2025
0 komentar: