basmalah Pictures, Images and Photos
Our Islamic Story

Choose your Language

Budaya Makan Semua yang Disukainya  Pada suatu hari Umar bin Khattab memasuki rumah anaknya, Abdullah dan mendapatkan sebuah dag...

Budaya Makan Semua yang Disukainya 


Pada suatu hari Umar bin Khattab memasuki rumah anaknya, Abdullah dan mendapatkan sebuah daging di sana. Umar lalu bertanya,

"Ada apa dengan daging ini?"

Abdullah menjawab,

"Aku menyukai daging itu."

Umar kemudian berkata,

"Apakah setiap hal yang kamu sukai harus dimakan? Sesungguhnya orang yang memakan semua yang disukainya adalah orang yang pemboros dan berlebihan."

Pada suatu ketika Umar mendatangi rumah Yazid bin Abu Sufyan yang gemar makan segala macam makanan.

Saat makan bersama, dan Yazid mengambil makanan yang disukainya secara silih berganti. Melihat sudah berlebihan, Umar memegang tangannya lalu berkata,

"Jika engkau tidak mengikuti sunah terdahulu, engkau akan terhempas dari jalan mereka."

Sumber;
Majdi Al-Hilali, Syarah Arkanul Baiah, Era Intermedia, 2021, hal. 228-229

Qadhi Syuraih Mengucapkan Alhamdulillah Empat Kali atas Musibah Syuraih bin Al-Harits diangkat menjadi Qadhi di era khalifah Uma...

Qadhi Syuraih Mengucapkan Alhamdulillah Empat Kali atas Musibah

Syuraih bin Al-Harits diangkat menjadi Qadhi di era khalifah Umar bin Khattab. Di era Ali bin Abi Thalib pun tetap dipertahankan. Dia menjadi Qadhi selama 60 tahun.

Suatu ketika Syuraih tertimpa musibah. Lalu dia mengucapkan Alhamdulillah 4 kali. Para sahabatnya bertanya, mengapa sampai 4 kali? Dia pun menjawab,

"Alhamdulillah pertama, karena musibah ini tidak lebih berat. Alhamdulillah kedua, karena Allah menganugerahkan kesabaran dalam menghadapi musibah ini. Alhamdulillah ke tiga, karena diberi petunjuk untuk ber-istirja, mengucapkan inna lillahi wa innaa ilahi raji'un, karena mengharapkan pahala. Alhamdulillah ke empat, karena musibah ini tidak menimpa agamaku."

Sumber:
At-Tanukhi, Setelah Kesulitan ada Kemudahan, Pustaka Al-Kautsar, 2013

Ibadah Paling Utama: Menunggu Datangnya Kemudahan dari Allah  Dari Abdullah bin Mas‘ud, Rasulullah bersabda, "Mintalah kepa...

Ibadah Paling Utama: Menunggu Datangnya Kemudahan dari Allah 


Dari Abdullah bin Mas‘ud, Rasulullah bersabda,

"Mintalah kepada Allah akan kemurahan-Nya, karena sesungguhnya Allah itu suka untuk dimintai. Sesungguhnya Ibadah yang paling utama adalah menunggu datangnya kemudahan dari Allah."

Dalam hadist yang lain, Rasulullah bersabda kepada Ali bin Abi Thalib,

"Dan, ketahuilah bahwa kemenangan ini datang sesudah kesabaran, dan keselamatan itu datang sesudah bencana, dan bahwa sesudah kesulitan itu ada kemudahan."

Sumber:
At-Tanukhi, Setelah Kesulitan ada Kemudahan, Pustaka Al-Kautsar, 2013

Yang Memenuhi Kebutuhanmu Kemarin, juga Memenuhi Kebutuhanmu Besok Seorang raja memecat wazirnya karena kesalahan yang dilakukan...

Yang Memenuhi Kebutuhanmu Kemarin, juga Memenuhi Kebutuhanmu Besok

Seorang raja memecat wazirnya karena kesalahan yang dilakukannya. Sang wazir menjadi sangat sedih. Dia terus murung walaupun dalam perjalanan.

Suatu saat, di perjalanan, dia mendengar seseorang melantunkan syair,

"Berbaik sangkalah pada Allah. Yang kemarin memberimu kebaikan dan meluruskan kebengkokanmu."

Orang itu melanjutkan,

"Sesungguhnya Tuhan yang memenuhi kebutuhanmu kemarin, akan memenuhi kebutuhanmu di esok hari."

Wazir itu senang mendengar bait itu, lalu ia memberi orang itu hadiah berupa 10.000 dirham.

Sumber:
At-Tanukhi, Setelah Kesulitan ada Kemudahan, Pustaka Al-Kautsar, 2013

Ya Allah Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:  يَسْـَٔلُهٗ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ  كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِيْ شَأْنٍۚ...

Ya Allah


Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: 


يَسْـَٔلُهٗ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ  كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِيْ شَأْنٍۚ

Siapa yang ada di langit dan bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap hari Dia menangani urusan.
(Ar-Raḥmān [55]:29)

Ketika laut bergemuruh, ombak menggunung dan menggulung, serta angin bertiup kencang menerjang, semua penumpang kapal akan panik dan menyeru: "Ya Allah."

Ketika seseorang tersesat di tengah gurun pasir, kendaraan menyimpang dari jalurnya, dan para kafilah bingung menentukan arah perjalanannya, mereka akan berseru: "Ya Allah."

Ketika musibah menimpa, bencana melanda, dan tragedi terjadi, mereka yang tertimpa akan berseru: "Ya Allah."

Ketika pintu-pintu permintaan pada makhluk telah tertutup, dan tabir-tabir permohonan digeraikan, orang-orang mendesah: "Ya Allah."

Ketika semua cara tak mampu menyelesaikan, setiap jalan terasa menyempit, harapan terputus, dan semua jalan pintas buntu, mereka menyeru: "Ya Allah."

Ketika bumi terasa menyempit dikarenakan himpitan personel hidup, dan jiwa tertekan oleh beban berat kehidupan yang harus dipikul, menyerulah: "Ya Allah."

Setiap ucapan yang yang baik, doa yang tulus, air mata yang menetes penuh keikhlasan, dan semua keluhan yang menggundahgulanakan hati adalah hanya pantas ditunjuk kepada kehadirat Allah.

Jiwa dan hati telah membimbing  manusia untuk menyeru kepada Allah. Memang hanya itulah solusinya. 

Sumber;
Aidh Al-Qarni, La Tshzan, Qisthi Press, 2005

Wirid Pembebas Masalah  Abu Al-Hasan bin Abu Al-Laits membaca beberapa kitab, akhirnya ditemukan keterangan, "Jika engkau d...

Wirid Pembebas Masalah 

Abu Al-Hasan bin Abu Al-Laits membaca beberapa kitab, akhirnya ditemukan keterangan,

"Jika engkau dilanda permasalahan yang membuatmu takut, maka bangunlah di waktu malam, bersucilah. Lalu bacalah surat Wasysyamsyi wa dhuhaha dan Wallaili idza yaghsya sebanyak tujuh kali hingga akhir surat."

Setelah itu berdoalah,

"Ya Allah, berilah solusi dan jalan keluar untuk masalahku ini."

Saat Abu Hasan bin Abu Laits di penjara, dia membaca wirid ini. Tiba-tiba ada orang yang tidak dikenal yang membebaskannya.

Dalam kisah lain, Unais terkena penyakit yang tidak ada obatnya. Lalu dia mendapatkan informasi tentang wirid ini. Lalu dia rutinkan membacanya. Tiba-tiba, ada orang yang datang untuk mengobatinya dan sembuh.

Syeikh Nawawi al-Bantani dalam kitab Maraqi Al-Ubudiyah juga membahas wirid ini yang manfaatnya akan dianugerahkan kecerdasan dan dilindungi dari keburukan.

Sumber:
At-Tanukhi, Setelah Kesulitan ada kemudahan, Pustaka Al-Kautsar, 2013

Sinergi Kejeniusan Quraisy dan Kelicikan Iblis di Darun Nadwah yang Takluk di Tangan Para Remaja Di Darun Nadwah, kejeniusan man...


Sinergi Kejeniusan Quraisy dan Kelicikan Iblis di Darun Nadwah yang Takluk di Tangan Para Remaja

Di Darun Nadwah, kejeniusan manusia dan kelicikan iblis berpadu. Para pemimpin Quraisy mengerahkan seluruh kecerdikan mereka untuk merancang strategi paling efektif dalam melenyapkan Nabi Muhammad. Dalam riwayat sirah, Iblis bahkan disebut turut memberi pertimbangan, menentukan skema terbaik untuk mengeksekusi rencana itu.

Keputusan pun diambil: pembunuhan dilakukan secara kolektif oleh para pemuda terbaik dari setiap kabilah. Sebuah strategi yang tampak sempurna—tidak menyisakan celah balas dendam dan memastikan eksekusi berjalan cepat.

Namun, benarkah kesempurnaan itu berhasil?

Sejarah justru mencatat sebaliknya. Rencana besar itu runtuh di tangan lima remaja yang nyaris tak diperhitungkan:

Ali bin Abi Thalib

Abdullah bin Abu Bakar

Asma binti Abu Bakar

Amir bin Fuhairah

Abdullah bin Uraiqith


Masing-masing menjalankan peran yang tampak sederhana, namun menentukan arah sejarah.


---

Ali bin Abi Thalib: Sang Pengecoh

Ketika Rasulullah diperintahkan berhijrah, Allah mengutus malaikat Jibril untuk memberi isyarat agar beliau tidak tidur di tempat biasa. Situasi ini menuntut satu hal: harus ada yang menggantikan posisi beliau.

Peran itu diambil oleh Ali bin Abi Thalib.

Dengan keberanian luar biasa, ia tidur di ranjang Rasulullah, mempertaruhkan nyawanya. Keputusan ini bukan hanya keberanian spontan, tetapi juga bentuk ketaatan pada pesan ayahnya, Abu Thalib, agar selalu membela Muhammad.

Pengecohan ini berhasil. Para pembunuh mengira Rasulullah masih berada di rumah, sehingga kehilangan momentum. Ketika mereka sadar, Rasulullah telah berada jauh dalam perjalanan menuju Gua Tsur bersama Abu Bakar Ash-Shiddiq.


---

Amir bin Fuhairah: Penghapus Jejak dan Penyedia Logistik

Amir bin Fuhairah memainkan peran yang tampak sederhana, namun sangat strategis.

Sebagai penggembala, ia menjalani aktivitas seperti biasa. Namun, saat kembali, ia sengaja melewati jalur menuju Gua Tsur. Jejak langkah Rasulullah dan Abu Bakar pun tertutup oleh pijakan kambing-kambingnya.

Selain itu, ia juga menyediakan susu sebagai bekal. Perannya menjadi kombinasi antara logistik dan pengamanan jejak—dua hal penting dalam operasi senyap.


---

Abdullah bin Abu Bakar: Intelijen Handal

Peran intelijen dijalankan oleh Abdullah bin Abu Bakar.

Setiap hari, ia berada di tengah masyarakat Mekah, mendengarkan percakapan para pemimpin Quraisy dan mengikuti perkembangan pengejaran terhadap Rasulullah. Setelah mengumpulkan informasi, ia menuju Gua Tsur pada malam hari dan menyampaikannya secara langsung.

Selama tiga hari, ia menjadi penghubung informasi antara Mekah dan tempat persembunyian—menjadikannya “mata dan telinga” bagi Rasulullah.


---

Asma binti Abu Bakar: Penyuplai yang Tangguh

Asma binti Abu Bakar menjalankan peran logistik dengan keteguhan luar biasa, bahkan dalam kondisi hamil.

Setiap malam, ia mengantarkan makanan ke Gua Tsur. Dalam satu peristiwa, karena tidak menemukan tali, ia merobek ikat pinggangnya menjadi dua untuk mengikat bekal makanan dan kantong air.

Dari peristiwa ini, ia mendapat gelar: “Dzatun Nithaqain” (wanita dengan dua ikat pinggang).

Ketika Abu Jahal menekannya untuk membocorkan rahasia, ia tetap teguh meski harus menerima kekerasan.


---

Abdullah bin Uraiqith: Penunjuk Jalan Profesional

Yang menarik, salah satu tokoh penting dalam hijrah bukan seorang Muslim.

Abdullah bin Uraiqith dipilih karena keahliannya dalam membaca medan dan kejujurannya. Ia ditugaskan membawa hewan tunggangan setelah tiga hari serta memandu perjalanan melalui jalur yang tidak biasa.

Strategi ini membuat perjalanan Rasulullah dan Abu Bakar lebih cepat, ringan, dan sulit dilacak. Risiko kebocoran pun ditekan karena setelah tugasnya dimulai, ia langsung bergerak bersama rombongan menuju Madinah.


---

Operasi Senyap Tanpa Jejak Keterhubungan

Seluruh peran ini dijalankan tanpa pola keterhubungan yang mencolok.

Masing-masing:

beraktivitas seperti biasa

tidak menimbulkan kecurigaan

tidak menunjukkan keterkaitan satu sama lain


Dalam catatan sirah, tidak ada indikasi bahwa kelima tokoh ini berkumpul dalam satu forum. Mereka hanya mengetahui perannya masing-masing.

Hal ini terbukti ketika tekanan terjadi—seperti penamparan terhadap Asma atau penyiksaan terhadap Ali—tidak ada informasi yang bocor. Setiap peran berdiri sendiri, namun saling melengkapi.


---

Penutup: Kesinambungan dan Kemenangan Strategi

Dari peristiwa ini, tampak kesinambungan peran antara dua keluarga besar:

keluarga Abu Thalib

dan keluarga Abu Bakar Ash-Shiddiq


Keturunan mereka tetap menjadi pembela Rasulullah di saat paling genting.

Rencana besar Quraisy yang disusun dengan kecerdasan tinggi dan dukungan kelicikan iblis akhirnya takluk—bukan oleh pasukan besar, tetapi oleh peran-peran kecil yang dijalankan dengan ketepatan, keberanian, dan keikhlasan.

Di sinilah terlihat:
sebuah strategi besar bisa runtuh,
ketika dihadapi oleh jaringan kecil yang bekerja dalam senyap namun terarah.

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Baqarah (1) Al-Qur'an (362) Al-Qur’an (19) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) An-Nadwi (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bahaya Kemunduran Umat Islam (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (53) Cerita kegagalan (1) cerpen Nabi (8) cerpen Nabi Musa (2) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) dakwah (8) Dakwah (2) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) english (6) English (6) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fiqh (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (7) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) hikmah (1) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) Islam (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) kecerdasan (14) Kecerdasan (295) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Hadist (4) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) kisah para nabi dan (2) kisah para nabi dan rasul (40) kisah para Nabi dan Rasul (1) Kisah para nabi dan rasul (51) Kisah Para Nabi dan Rasul (577) kisah para nabi dan rasul. Nabi Daud (1) kisah para nabi dan rasul. nabi Musa (2) Kisah Penguasa (1) Kisah ulama (1) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (71) Nabi Ayub (1) Nabi Daud (3) Nabi Ibrahim (3) Nabi Isa (2) nabi Isa. nabi ismail (1) Nabi Ismail (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Khidir (1) Nabi Musa (29) Nabi Nuh (6) Nabi Sulaiman (2) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (15) Namrudz (2) Nasrulloh Baksolahar (1) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) nusantara (4) Nusantara (253) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (650) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rasulullah shalallahu alaihi wassalam (1) Rehat (493) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) Sahabat (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) Salimul Aqidah (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (277) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah penguasa (10) Sirah Penguasa (243) sirah Sahabat (2) Sirah Sahabat (163) Sirah Tabiin (43) Sirah ulama (25) Sirah Ulama (157) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tamim Ad Dari (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Wakaf (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)