basmalah Pictures, Images and Photos
Memahami Liku-Liku Dakwah dari Kisah Nabi Adam dalam Surat Al-Hijr - Our Islamic Story

Choose your Language

Memahami Liku-Liku Dakwah dari Kisah Nabi Adam dalam Surat Al-Hijr Mengapa Allah menghadirkan kisah Nabi Adam di tengah Surat Al-Hijr? Menga...

Memahami Liku-Liku Dakwah dari Kisah Nabi Adam dalam Surat Al-Hijr

Memahami Liku-Liku Dakwah dari Kisah Nabi Adam dalam Surat Al-Hijr


Mengapa Allah menghadirkan kisah Nabi Adam di tengah Surat Al-Hijr?

Mengapa kisah penciptaan manusia, pembangkangan Iblis, dan permusuhan setan justru diletakkan di tengah suasana dakwah yang penuh intimidasi?

Bukankah saat itu Rasulullah saw. dan para sahabat sedang menghadapi tekanan yang sangat berat dari kaum Quraisy?

Mereka dicemooh.

Mereka dituduh sesat.

Mereka dipandang rendah.

Mereka diragukan.

Bahkan sebagian disiksa hanya karena beriman kepada Allah.

Dalam keadaan seperti itu, Allah menurunkan Surat Al-Hijr.

Namun menariknya, Allah tidak langsung berbicara tentang strategi menghadapi Quraisy. Tidak pula menjelaskan rincian kemenangan yang akan datang.

Allah justru mengajak Rasulullah saw. dan para sahabat menelusuri sebuah kisah yang sangat tua: kisah penciptaan Nabi Adam.

Mengapa?

Karena Allah sedang mengajarkan bahwa apa yang mereka hadapi bukanlah peristiwa baru.

Dakwah selalu berhadapan dengan pola penolakan yang sama.

Dan kisah Adam adalah peta pertama untuk memahami pola tersebut.

Ketika Manusia Diciptakan

Allah mengawali kisah ini dengan menjelaskan asal penciptaan manusia.

Adam diciptakan dari tanah liat yang berasal dari lumpur hitam yang dibentuk.

Sementara itu, jin diciptakan dari api yang sangat panas.

Dua makhluk.

Dua unsur penciptaan.

Dua karakter yang berbeda.

Lalu Allah mengabarkan kepada para malaikat bahwa Dia akan menciptakan manusia.

Kemudian Allah menyempurnakan penciptaan Adam dan meniupkan ruh ke dalam dirinya.

Saat itulah Allah memerintahkan para malaikat untuk bersujud sebagai bentuk penghormatan kepada makhluk yang akan mengemban amanah sebagai khalifah di bumi.

Semua malaikat tunduk.

Semua malaikat patuh.

Semua malaikat melaksanakan perintah tanpa membantah.

Kecuali satu.

Iblis.

Di sinilah drama besar sejarah manusia dimulai.

Mengapa Iblis Menolak?

Allah bertanya kepada Iblis:

"Apa yang membuatmu tidak ikut bersujud?"

Pertanyaan itu bukan karena Allah tidak mengetahui jawabannya.

Tetapi agar manusia mengetahui akar persoalan yang sesungguhnya.

Dan jawaban Iblis membuka tabir itu.

"Aku lebih baik darinya."

Kalimat itu mungkin tidak tertulis secara persis dalam Surat Al-Hijr sebagaimana dalam surat lain, tetapi maknanya sama.

Iblis melihat asal penciptaan.

Ia melihat dirinya dari api.

Ia melihat Adam dari tanah.

Lalu ia menyimpulkan dirinya lebih mulia.

Di sinilah kesombongan pertama lahir.

Bukan karena kurang ilmu.

Bukan karena kurang bukti.

Bukan karena tidak mengenal Allah.

Melainkan karena merasa lebih tinggi.

Bukankah penyakit yang sama sering muncul dalam perjalanan dakwah?

Ada yang menolak kebenaran karena jabatan.

Ada yang menolak karena kekayaan.

Ada yang menolak karena status sosial.

Ada yang menolak karena merasa kelompoknya lebih mulia.

Sebagaimana Iblis memandang Adam dari bahan penciptaannya, banyak manusia menilai orang lain dari latar belakang duniawinya.

Maka Allah seakan berkata kepada Rasulullah saw. dan para sahabat:

"Jangan heran jika Quraisy menolak kalian. Penolakan seperti ini telah dimulai sejak Iblis."

Musuh Dakwah yang Sesungguhnya

Setelah menolak bersujud, Iblis diusir dari rahmat Allah.

Ia dikutuk hingga Hari Kiamat.

Namun sebelum pergi, ia mengajukan sebuah permohonan.

Ia meminta penangguhan.

Dan Allah mengabulkannya.

Lalu Iblis mengungkapkan misinya.

Ia bersumpah akan memperindah keburukan.

Ia akan menghias kesesatan.

Ia akan menyesatkan manusia.

Bukan dengan paksaan.

Tetapi dengan tipu daya.

Dengan menjadikan yang buruk tampak menarik.

Yang salah tampak benar.

Yang sesat tampak indah.

Bukankah ini yang terjadi dalam setiap zaman?

Kezaliman sering dibungkus dengan slogan keadilan.

Kesombongan dibungkus dengan kehormatan.

Kemunafikan dibungkus dengan kebijaksanaan.

Kebatilan dibungkus dengan kemajuan.

Karena itulah, Surat Al-Hijr tidak sekadar menceritakan asal-usul manusia.

Ia sedang menyingkap hakikat medan perjuangan dakwah.

Musuh terbesar bukanlah manusia.

Musuh terbesar adalah cara pandang dan bisikan yang diwariskan Iblis kepada manusia.

Sebuah Pengakuan yang Jarang Diperhatikan

Menariknya, di tengah kesombongannya, Iblis justru mengakui sebuah kenyataan yang sangat penting.

Ia berkata:

"Kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka."

Seakan-akan Iblis sedang mengakui keterbatasannya sendiri.

Ia bisa menggoda.

Ia bisa menghias keburukan.

Ia bisa membisikkan keraguan.

Tetapi ia tidak bisa menguasai hamba-hamba Allah yang ikhlas.

Inilah titik terpenting dari seluruh fragmen kisah ini.

Saat Rasulullah saw. dan para sahabat menghadapi intimidasi, Allah tidak memerintahkan mereka untuk takut kepada kekuatan musuh.

Allah mengingatkan mereka untuk menjaga keikhlasan.

Karena benteng utama seorang mukmin bukanlah jumlah pengikut.

Bukan kekuatan ekonomi.

Bukan kekuatan politik.

Melainkan kemurnian hubungan dengan Allah.

Ketika hati tetap ikhlas, tipu daya Iblis kehilangan jalannya.

Perlindungan yang Dijanjikan Allah

Kemudian Allah memberikan penegasan yang sangat menenangkan.

"Sesungguhnya kamu tidak akan memiliki kekuasaan atas hamba-hamba-Ku."

Betapa agung kalimat ini.

Allah tidak mengatakan bahwa godaan tidak akan datang.

Allah tidak mengatakan bahwa ujian akan hilang.

Allah tidak mengatakan bahwa jalan dakwah akan menjadi mudah.

Tetapi Allah menjamin bahwa Iblis tidak akan mampu menguasai orang-orang yang tetap berpegang kepada-Nya.

Inilah perlindungan yang sesungguhnya.

Bukan perlindungan dari ujian.

Melainkan perlindungan agar tidak kalah oleh ujian.

Bukan perlindungan dari musuh.

Melainkan perlindungan agar tidak mengikuti jalan musuh.

Pelajaran Dakwah dari Surat Al-Hijr

Jika direnungkan lebih dalam, kisah Adam dalam Surat Al-Hijr adalah peta dakwah sepanjang zaman.

Ia mengajarkan bahwa:

Kesombongan adalah akar penolakan terhadap kebenaran.

Tipu daya adalah senjata utama Iblis.

Keikhlasan adalah benteng pertahanan seorang mukmin.

Dan pertolongan Allah adalah jaminan bagi orang-orang yang tetap istiqamah.

Karena itu, ketika menghadapi ejekan, penolakan, atau intimidasi, seorang da'i tidak perlu terlalu sibuk memikirkan kekuatan lawan.

Ia perlu lebih banyak memeriksa keadaan hatinya sendiri.

Apakah keikhlasannya masih terjaga?

Apakah hubungannya dengan Allah masih kuat?

Apakah langkahnya masih berada di jalan yang lurus?

Penutup

Surat Al-Hijr tidak sekadar mengisahkan bagaimana manusia diciptakan.

Ia menjelaskan mengapa pertarungan antara kebenaran dan kebatilan terus berlangsung.

Ia menjelaskan dari mana kesombongan berasal.

Ia menjelaskan bagaimana Iblis bekerja.

Dan yang paling penting, ia menjelaskan mengapa seorang mukmin tidak perlu takut.

Sebab sejak awal kisah ini Allah telah menetapkan satu kepastian:

Iblis memiliki tipu daya.

Tetapi Allah memiliki perlindungan.

Iblis memiliki rencana.

Tetapi Allah memiliki janji.

Dan sepanjang seorang hamba menjaga keikhlasan serta tetap berjalan di jalan-Nya, ia tidak pernah benar-benar sendirian dalam perjuangan dakwahnya.

0 komentar:

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Baqarah (1) Al-Qur'an (362) Al-Qur’an (16) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) An-Nadwi (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bahaya Kemunduran Umat Islam (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (53) Cerita kegagalan (1) cerpen Nabi (8) cerpen Nabi Musa (2) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) dakwah (8) Dakwah (2) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) english (6) English (6) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fiqh (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (7) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) hikmah (1) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) Islam (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) kecerdasan (5) Kecerdasan (266) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Hadist (4) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) kisah para nabi dan (2) kisah para nabi dan rasul (32) kisah para Nabi dan Rasul (1) Kisah para nabi dan rasul (31) Kisah Para Nabi dan Rasul (577) kisah para nabi dan rasul. Nabi Daud (1) kisah para nabi dan rasul. nabi Musa (2) Kisah Penguasa (1) Kisah ulama (1) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (71) Nabi Ayub (1) Nabi Daud (3) Nabi Ibrahim (3) Nabi Isa (2) nabi Isa. nabi ismail (1) Nabi Ismail (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Khidir (1) Nabi Musa (29) Nabi Nuh (6) Nabi Sulaiman (2) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (15) Namrudz (2) Nasrulloh Baksolahar (1) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) nusantara (3) Nusantara (249) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (647) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rasulullah shalallahu alaihi wassalam (1) Rehat (493) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) Sahabat (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) Salimul Aqidah (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (263) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah penguasa (6) Sirah Penguasa (243) sirah Sahabat (2) Sirah Sahabat (160) Sirah Tabiin (43) Sirah ulama (23) Sirah Ulama (157) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tamim Ad Dari (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Wakaf (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)