Jalan Para Pencari Kebenaran
Orang yang mencari jalan menuju Allah dan negri akhirat- bahkan yang ingin menjadi pakar dalam semua ilmu, ahli dalam profesi atau menjadi pemimpin- harus bersikap berani dan kestaria, serta harus mengendalikan angan-angannya.
Ia tidak boleh terperdaya oleh daya khayalnya dan mengabaikan segala hal yang bukan tujuan hidupnya.
Ia harus menyukai segala hal yang membawa kepada tujuannya, mengetahui cara bagaimana sampai pada tujuannya, dan memahami jalur pintas untuk meraih tujuannya.
Pencari kebenaran harus selalu bersemangat dan berhati teguh, serta tidak menyimpang dari tujuannya hanya karena celaan dan kritikan orang lain.
Ia harus lebih banyak diam serta berfikir, tidak terlena atau menyimpang hanya karena merasakan manisnya pujian atau pedihnya kecaman, mempersiapkan yang dibutuhkan dan yang menjadi penunjang tujuannya, serta tidak cemas terhadap berbagai rintangan yang menghadang.
Slogan yang menjadi ciri khasnya adalah kesabaran, bahkan istirahatnya adalah kerja keras. Ia menyukai akhlak mulia, disiplin waktu, wapada dalam pergaulan, mawas diri terhadap harap dan cemas, bersikeras memberikan hasil istimewa atau manfaat bagi sesama, tidak menggunakan inderanya untuk hal yang sia-sia, tidak membiarkan bisikan hatinya tentang alam semesta bebas lepas tanpa kendali.
Sungguh, pangkal kekuatan semua itu adalah meninggalkan kebiasaan buruk dan mengabaikan rintangan yang menghadang.
Sumber;
Ibnu Qayyim, Fawaidul Fawaid, Pustaka Imam Syafii, 2024
0 komentar: