basmalah Pictures, Images and Photos
Pernahkah Berhenti Sejenak, Lalu Memandang Diri Sendiri? - Our Islamic Story

Choose your Language

Pernahkah Berhenti Sejenak, Lalu Memandang Diri Sendiri? Memandang kedua mata yang masih mampu melihat. Memandang kedua telinga ...

Pernahkah Berhenti Sejenak, Lalu Memandang Diri Sendiri?

Pernahkah Berhenti Sejenak, Lalu Memandang Diri Sendiri?

Memandang kedua mata yang masih mampu melihat. Memandang kedua telinga yang masih mampu mendengar. Menggerakkan jemari yang masih patuh mengikuti kehendak. Menarik napas yang keluar-masuk tanpa pernah kita perintahkan.

Bukankah semua itu adalah nikmat?

Sering kali kita sibuk menghitung apa yang belum kita miliki, sampai lupa menghitung apa yang sudah Allah limpahkan kepada kita. Padahal sejak ujung rambut hingga telapak kaki, hidup kita diselimuti oleh karunia-Nya.

Allah berfirman:

«"Dia telah menganugerahkan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu benar-benar sangat zalim lagi sangat kufur."

(QS. Ibrahim: 34)»

Ayat ini mengajak kita merenung bahwa tidak semua nikmat datang setelah kita meminta. Banyak karunia yang Allah berikan bahkan sebelum kita menyadari bahwa kita membutuhkannya.

Siapakah yang meminta agar jantungnya terus berdetak saat tidur?

Siapakah yang setiap pagi memohon agar matahari kembali terbit?

Siapakah yang setiap saat meminta udara agar tetap tersedia untuk dihirup?

Namun semuanya tetap diberikan.

Allah mengetahui kebutuhan kita bahkan sebelum kita menyadarinya. Ada nikmat yang datang tanpa diminta. Ada nikmat yang harus diupayakan dengan kerja keras dan doa. Semuanya adalah bentuk kasih sayang-Nya kepada manusia.

Karena itulah para ulama mengatakan bahwa menghitung nikmat Allah adalah pekerjaan yang mustahil diselesaikan.

Semakin dihitung, semakin bertambah.

Semakin direnungkan, semakin tampak bahwa hidup ini dipenuhi oleh pemberian-Nya.

Lalu mengapa kita masih merasa miskin?

Mengapa kita masih merasa kekurangan?

Barangkali karena mata kita terlalu lama memandang apa yang hilang, sehingga lupa melihat apa yang masih ada.

Padahal kesehatan badan masih menyertai. Udara masih dapat dihirup. Air masih dapat diminum. Makanan masih dapat disantap. Rumah masih menjadi tempat berteduh. Negeri masih memberikan rasa aman.

Bukankah itu semua kekayaan?

Allah kembali mengingatkan:

«"Tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah telah menundukkan apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi untukmu. Dia menyempurnakan nikmat-nikmat-Nya yang lahir dan batin untukmu."

(QS. Luqman: 20)»

Perhatikanlah langit.

Matahari yang terbit setiap pagi. Hujan yang turun menyuburkan bumi. Bulan dan bintang yang menerangi malam. Tumbuhan yang tumbuh menjadi makanan. Air yang mengalir menjadi sumber kehidupan.

Semuanya bekerja untuk manusia.

Seolah-olah alam semesta sedang melayani kehidupan yang Allah titipkan kepada kita.

Lalu Allah menyebut nikmat yang lahir dan nikmat yang batin.

Nikmat lahir adalah yang mudah terlihat: kesehatan, keluarga, harta, pakaian, makanan, tempat tinggal, dan keamanan.

Sedangkan nikmat batin adalah yang jauh lebih berharga: akal yang jernih, hati yang tenang, ilmu yang bermanfaat, serta hidayah untuk mengenal dan menyembah Allah.

Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa ketika beliau bertanya kepada Rasulullah ï·º tentang nikmat lahir dan batin, beliau menjelaskan bahwa nikmat lahir adalah akhlak yang baik, sedangkan nikmat batin adalah hidayah Islam.

Maka renungkanlah.

Jika seseorang memiliki seluruh dunia tetapi tidak mengenal Tuhannya, apakah ia benar-benar kaya?

Sebaliknya, jika seseorang hidup sederhana namun memiliki iman yang menerangi hatinya, bukankah ia telah memiliki nikmat yang sangat besar?

Kemudian cobalah melihat lebih dekat kepada diri sendiri.

Kita memiliki dua mata.

Satu lidah.

Dua bibir.

Dua tangan.

Dua kaki.

Semuanya bekerja dengan begitu sempurna hingga kita menganggapnya biasa.

Padahal tidak sedikit orang yang harus berjuang untuk mendapatkan apa yang kita nikmati setiap hari.

Apakah berjalan dengan dua kaki adalah hal yang sepele?

Apakah berdiri tegak tanpa bantuan orang lain adalah sesuatu yang biasa?

Apakah tidur nyenyak sepanjang malam adalah nikmat yang kecil?

Cobalah ingat mereka yang tidak bisa tidur karena rasa sakit.

Ingat mereka yang hanya bisa memandang dunia dari balik ranjang rumah sakit.

Ingat mereka yang tidak lagi mampu menikmati makanan dan minuman sebagaimana kita menikmatinya.

Saat itulah kita akan menyadari bahwa nikmat yang paling besar sering kali adalah nikmat yang paling jarang kita syukuri.

Maukah kita menukar kedua mata dengan emas sebesar gunung?

Maukah kita menukar pendengaran dengan perak memenuhi lembah?

Maukah kita menjual kedua tangan demi sebuah istana?

Tidak.

Karena sesungguhnya nilai nikmat yang Allah berikan jauh melampaui harga dunia.

Namun anehnya, kita sering menangisi kehilangan sedikit harta, sementara masih memiliki tubuh yang sehat, keluarga yang menemani, dan kesempatan untuk beribadah.

Kita sering memikirkan apa yang tidak ada, hingga lupa mensyukuri apa yang telah ada.

Padahal Allah telah mengingatkan:

«"Dan pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?"

(QS. Adz-Dzariyat: 21)»

Lihatlah dirimu.

Lihatlah keluargamu.

Lihatlah rumahmu.

Lihatlah pekerjaanmu.

Lihatlah setiap kemudahan yang masih mengelilingimu.

Di sana terdapat tanda-tanda kebesaran Allah yang sering luput dari perhatian.

Jangan sampai kita termasuk orang-orang yang mengenal nikmat tetapi mengingkarinya.

Allah berfirman:

«"Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka mengingkarinya."

(QS. An-Nahl: 83)»

Mereka tahu dari mana nikmat itu berasal, tetapi tidak bersyukur kepada Pemberinya.

Mereka menikmati karunia, namun melupakan Sang Pemberi Karunia.

Karena itu, sebelum mengeluhkan apa yang belum kita miliki, berhentilah sejenak.

Hitunglah nikmat yang masih ada.

Hitunglah mata yang masih melihat.

Hitunglah telinga yang masih mendengar.

Hitunglah hati yang masih beriman.

Hitunglah kesempatan untuk sujud dan berdoa.

Niscaya kita akan menemukan bahwa kehidupan ini jauh lebih kaya daripada yang selama ini kita kira.

Maka pikirkanlah.

Renungkanlah.

Lalu bersyukurlah.

Sebab siapa yang mengenali nikmat Allah, ia akan menemukan ketenangan. Dan siapa yang mensyukuri nikmat-Nya, ia akan melihat bahwa rahmat Allah telah mengelilinginya sejak ujung rambut hingga bawah kedua telapak kakinya.

Sumber:
Aidh al-Qarni, La-Tahzan, Qisthi Press, 2005

0 komentar:

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Baqarah (1) Al-Qur'an (362) Al-Qur’an (14) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) An-Nadwi (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bahaya Kemunduran Umat Islam (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (53) Cerita kegagalan (1) cerpen Nabi (8) cerpen Nabi Musa (2) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) dakwah (8) Dakwah (2) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) english (6) English (6) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fiqh (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (7) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) hikmah (1) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) Islam (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) kecerdasan (5) Kecerdasan (266) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Hadist (4) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) kisah para nabi dan (2) kisah para nabi dan rasul (23) kisah para Nabi dan Rasul (1) Kisah para nabi dan rasul (14) Kisah Para Nabi dan Rasul (577) kisah para nabi dan rasul. Nabi Daud (1) kisah para nabi dan rasul. nabi Musa (2) Kisah Penguasa (1) Kisah ulama (1) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (71) Nabi Ayub (1) Nabi Daud (3) Nabi Ibrahim (3) Nabi Isa (2) nabi Isa. nabi ismail (1) Nabi Ismail (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Khidir (1) Nabi Musa (29) Nabi Nuh (6) Nabi Sulaiman (2) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (15) Namrudz (2) Nasrulloh Baksolahar (1) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) nusantara (3) Nusantara (249) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (647) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rasulullah shalallahu alaihi wassalam (1) Rehat (493) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) Sahabat (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) Salimul Aqidah (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (263) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah penguasa (6) Sirah Penguasa (243) sirah Sahabat (2) Sirah Sahabat (160) Sirah Tabiin (43) Sirah ulama (23) Sirah Ulama (157) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tamim Ad Dari (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Wakaf (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)