basmalah Pictures, Images and Photos
Mengapa Kisah Nabi Ya'qub dalam Al-Baqarah Muncul Setelah Kisah Kedurhakaan Bani Israil? - Our Islamic Story

Choose your Language

Mengapa Kisah Nabi Ya'qub dalam Al-Baqarah Muncul Setelah Kisah Kedurhakaan Bani Israil? Menyelidiki Cara Al-Qur'an Memb...

Mengapa Kisah Nabi Ya'qub dalam Al-Baqarah Muncul Setelah Kisah Kedurhakaan Bani Israil?

Mengapa Kisah Nabi Ya'qub dalam Al-Baqarah Muncul Setelah Kisah Kedurhakaan Bani Israil?


Menyelidiki Cara Al-Qur'an Membangun Argumen, Bukan Sekadar Menyusun Sejarah

Ketika membaca Surah Al-Baqarah, muncul sebuah kejanggalan yang menarik.

Jika tujuan Al-Qur'an adalah menceritakan sejarah Bani Israil, mengapa urutannya tidak mengikuti kronologi?

Bukankah Nabi Ya'qub adalah leluhur Bani Israil?

Bukankah secara logis kisah harus dimulai dari Ya'qub terlebih dahulu, lalu berlanjut kepada keturunannya di Mesir, penyelamatan dari Fir'aun, perjalanan di padang pasir, hingga berbagai bentuk kedurhakaan mereka?

Namun yang terjadi justru sebaliknya.

Al-Qur'an terlebih dahulu mengisahkan berbagai penyimpangan Bani Israil:

- penyembahan anak sapi,
- pembangkangan terhadap Musa,
- pelanggaran perjanjian,
- manipulasi wahyu,
- hingga berbagai bentuk kedurhakaan lainnya.

Setelah seluruh catatan kegagalan itu dipaparkan, tiba-tiba Al-Qur'an membawa pembaca kembali kepada Nabi Ibrahim dan Nabi Ya'qub.

Mengapa demikian?

Karena tujuan Al-Qur'an pada bagian ini bukan sedang menyusun buku sejarah.

Al-Qur'an sedang menyusun sebuah dakwaan.

Dari Gejala Menuju Akar Masalah

Seorang penyelidik tidak selalu memulai dari awal kejadian.

Sering kali ia memulai dari lokasi kerusakan.

Setelah kerusakan ditemukan, barulah ia menelusuri sumbernya.

Demikian pula pola Surah Al-Baqarah.

Allah terlebih dahulu memperlihatkan kondisi akhir Bani Israil:

mereka telah menyimpang dari wahyu yang dahulu mereka terima.

Setelah fakta itu ditunjukkan, Al-Qur'an mengajak pembaca bertanya:

Bagaimana mungkin sebuah umat yang begitu banyak menerima nikmat dan mukjizat bisa sampai pada kondisi seperti ini?

Untuk menjawab pertanyaan itulah Al-Qur'an membawa kita kembali kepada leluhur mereka.

Kembali kepada Ibrahim.

Kembali kepada Ya'qub.

Kembali kepada titik awal sebelum penyimpangan terjadi.

Wasiat yang Menjadi Standar Penilaian

Setelah menjelaskan kemuliaan Nabi Ibrahim dan kepatuhannya kepada Allah, Al-Qur'an menyampaikan sebuah adegan yang sangat pribadi.

Bukan kisah pembangunan Ka'bah.

Bukan kisah penghancuran berhala.

Bukan pula kisah debat dengan para penyembah berhala.

Yang dipilih justru sebuah wasiat keluarga.

«"Ibrahim mewasiatkan itu kepada anak-anaknya dan demikian pula Ya'qub..." (Al-Baqarah: 132)»

Lalu terdengar pesan yang sangat sederhana:

«"Wahai anak-anakku, sesungguhnya Allah telah memilih agama ini untuk kalian. Maka janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan muslim."»

Mengapa adegan ini yang dipilih?

Karena wasiat menjelang kematian biasanya berisi hal yang paling penting dalam hidup seseorang.

Ketika seseorang mengetahui hidupnya akan berakhir, ia tidak lagi berbicara tentang harta.

Ia tidak lagi berbicara tentang kedudukan.

Ia berbicara tentang apa yang paling ingin diwariskan.

Dan yang diwariskan Ibrahim dan Ya'qub bukanlah kerajaan.

Bukan tanah.

Bukan kekayaan.

Melainkan agama.

Tauhid.

Ketundukan kepada Allah.

Inilah identitas asli keluarga besar Ibrahim.

Mengapa Nabi Ya'qub Disebut Secara Khusus?

Di sinilah letak poin yang sering terlewatkan.

Bani Israil adalah keturunan Ya'qub.

Bahkan nama "Israil" sendiri adalah nama lain Nabi Ya'qub.

Karena itu, ketika Al-Qur'an ingin berbicara langsung kepada Bani Israil, saksi yang paling kuat bukan Musa.

Bukan Dawud.

Bukan Sulaiman.

Melainkan ayah mereka sendiri.

Seakan-akan Al-Qur'an berkata:

"Kalian mengaku sebagai anak cucu Israil. Baiklah. Mari kita dengarkan apa pesan terakhir Israil kepada anak-anaknya."

Ternyata pesan itu bukan:

"Jadilah Yahudi."

Bukan pula:

"Pertahankan kebanggaan keturunan."

Melainkan:

«"Janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan berserah diri kepada Allah."»

Dengan menghadirkan wasiat Ya'qub, Al-Qur'an sedang membawa Bani Israil kembali kepada identitas asal mereka.

Mengapa Diletakkan Setelah Kisah Kedurhakaan?

Inilah bagian paling penting.

Jika kisah Ya'qub ditempatkan di awal, pembaca hanya akan melihatnya sebagai informasi sejarah.

Tetapi ketika ditempatkan setelah deretan panjang kedurhakaan Bani Israil, maknanya berubah menjadi sebuah kontras yang sangat kuat.

Di satu sisi ada Ya'qub yang sedang menghadapi kematian.

Di sisi lain ada keturunannya yang berulang kali melanggar perjanjian Allah.

Di satu sisi ada seorang ayah yang mewariskan tauhid.

Di sisi lain ada generasi yang menyembunyikan wahyu dan menolak para nabi.

Kontras inilah yang ingin ditonjolkan Al-Qur'an.

Semakin jauh penyimpangan Bani Israil digambarkan, semakin jelas terlihat betapa mereka telah meninggalkan warisan leluhur mereka sendiri.

Penutup: Nasab Tidak Menyelamatkan

Setelah mengingatkan tentang Ibrahim dan Ya'qub, Al-Qur'an menutup bagian ini dengan sebuah prinsip yang sangat tegas:

«"Itulah umat yang telah lalu. Bagi mereka apa yang telah mereka usahakan dan bagi kalian apa yang telah kalian usahakan." (Al-Baqarah: 134)»

Kalimat ini menghancurkan satu keyakinan yang banyak dimiliki Ahli Kitab saat itu.

Mereka merasa aman karena berasal dari keturunan nabi.

Mereka merasa memiliki kedudukan istimewa karena bersambung kepada Ibrahim dan Ya'qub.

Namun Al-Qur'an menegaskan:

Kemuliaan leluhur tidak otomatis menjadi kemuliaan keturunan.

Ibrahim akan dibalas berdasarkan amalnya.

Ya'qub akan dibalas berdasarkan amalnya.

Dan Bani Israil akan dibalas berdasarkan amal mereka sendiri.

Dengan demikian, kisah wasiat Nabi Ya'qub bukanlah penutup sejarah keluarga.

Ia adalah bukti terakhir dalam dakwaan Al-Qur'an terhadap Bani Israil.

Setelah menunjukkan berbagai penyimpangan mereka, Al-Qur'an menghadirkan saksi paling dekat yang mereka miliki: leluhur mereka sendiri.

Dan ternyata, pesan sang leluhur justru bertentangan dengan jalan yang ditempuh oleh banyak keturunannya.

Inti pola Surah Al-Baqarah di sini adalah: Allah tidak menyusun kisah berdasarkan urutan waktu (kronologi), tetapi berdasarkan urutan argumentasi (hujjah). 

Karena itu kisah Ya'qub ditempatkan setelah kisah penyimpangan Bani Israil agar berfungsi sebagai "bukti asal-usul" dan "saksi keluarga" yang menunjukkan bahwa penyimpangan mereka bukan warisan Ibrahim dan Ya'qub, melainkan penyimpangan yang muncul kemudian dalam sejarah mereka.

0 komentar:

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Baqarah (1) Al-Qur'an (362) Al-Qur’an (14) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) An-Nadwi (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bahaya Kemunduran Umat Islam (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (53) Cerita kegagalan (1) cerpen Nabi (8) cerpen Nabi Musa (2) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) dakwah (8) Dakwah (2) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) english (6) English (6) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fiqh (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (7) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) hikmah (1) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) Islam (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) kecerdasan (5) Kecerdasan (266) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Hadist (4) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) kisah para nabi dan (2) kisah para nabi dan rasul (25) kisah para Nabi dan Rasul (1) Kisah para nabi dan rasul (15) Kisah Para Nabi dan Rasul (577) kisah para nabi dan rasul. Nabi Daud (1) kisah para nabi dan rasul. nabi Musa (2) Kisah Penguasa (1) Kisah ulama (1) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (71) Nabi Ayub (1) Nabi Daud (3) Nabi Ibrahim (3) Nabi Isa (2) nabi Isa. nabi ismail (1) Nabi Ismail (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Khidir (1) Nabi Musa (29) Nabi Nuh (6) Nabi Sulaiman (2) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (15) Namrudz (2) Nasrulloh Baksolahar (1) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) nusantara (3) Nusantara (249) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (647) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rasulullah shalallahu alaihi wassalam (1) Rehat (493) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) Sahabat (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) Salimul Aqidah (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (263) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah penguasa (6) Sirah Penguasa (243) sirah Sahabat (2) Sirah Sahabat (160) Sirah Tabiin (43) Sirah ulama (23) Sirah Ulama (157) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tamim Ad Dari (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Wakaf (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)