basmalah Pictures, Images and Photos
Mengapa Mengajari Anak Berhitung? - Our Islamic Story

Choose your Language

Mengapa Mengajari Anak Berhitung? Menghitung Sebuah Perintah Allah Mengapa orang tua mengajari anak berhitung? Sebagian mungkin ...

Mengapa Mengajari Anak Berhitung?

Mengapa Mengajari Anak Berhitung?

Menghitung Sebuah Perintah Allah

Mengapa orang tua mengajari anak berhitung?

Sebagian mungkin menjawab agar anak pandai matematika. Sebagian lagi agar mudah mencari pekerjaan ketika dewasa. Ada pula yang beranggapan bahwa berhitung hanyalah keterampilan akademik yang diperlukan untuk menghadapi ujian sekolah.

Namun benarkah berhitung hanya soal angka?

Jika kita menelusuri Al-Qur'an, ternyata Allah sangat sering berbicara tentang ukuran, timbangan, bilangan, waktu, dan perhitungan. Seolah-olah Allah sedang mengajarkan bahwa kehidupan tidak berjalan secara acak.

Ada pola.

Ada ukuran.

Ada perhitungan.

Karena itulah mengajari anak berhitung sesungguhnya bukan sekadar mengajari angka, melainkan mengajari cara membaca keteraturan ciptaan Allah.

Alam Semesta yang Diciptakan dengan Ukuran

Allah berfirman:

«"Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran."
(QS. Al-Qamar: 49)»

Ayat ini menjadi fondasi seluruh ilmu pengetahuan.

Mengapa manusia dapat menemukan rumus matematika, fisika, kimia, astronomi, dan ekonomi?

Karena alam semesta memang diciptakan dengan ukuran tertentu.

Matahari terbit dan terbenam dalam pola yang teratur.

Bulan bergerak dalam siklus yang tetap.

Musim datang dan pergi dalam ritme yang dapat diprediksi.

Bahkan denyut jantung manusia memiliki irama yang bisa diukur.

Jika alam semesta tidak memiliki keteraturan, manusia tidak akan mampu membuat kalender, menghitung waktu shalat, memprediksi cuaca, atau mengembangkan ilmu pengetahuan.

Rumus-rumus yang ditemukan manusia pada hakikatnya bukan menciptakan keteraturan baru, melainkan menemukan pola yang telah Allah tetapkan sejak awal penciptaan.

Karena itu, ketika seorang anak belajar menghitung, sesungguhnya ia sedang belajar membaca bahasa keteraturan alam semesta.

Berhitung Adalah Belajar Berpikir

Banyak orang mengira berhitung hanya melatih kemampuan menjumlahkan angka.

Padahal manfaat terbesarnya adalah melatih cara berpikir.

Anak belajar bahwa setiap persoalan memiliki sebab dan akibat.

Setiap hasil memiliki proses.

Setiap keputusan memiliki konsekuensi.

Ketika anak belajar bahwa dua ditambah dua menghasilkan empat, ia sedang belajar bahwa dunia berjalan dengan aturan yang konsisten.

Ketika anak belajar mengukur waktu, ia sedang belajar disiplin.

Ketika anak belajar menghitung uang, ia sedang belajar tanggung jawab.

Ketika anak belajar pecahan, ia sedang belajar keadilan dalam membagi hak.

Karena itu matematika sesungguhnya adalah latihan berpikir sebelum menjadi latihan berhitung.

Mengapa Manusia Sering Salah Berhitung?

Meski hidup dalam alam yang teratur, manusia sering salah memperkirakan hasil.

Salah memilih jalan hidup.

Salah menghitung risiko.

Salah memprediksi masa depan.

Mengapa?

Karena manusia hanya menghitung berdasarkan data yang diketahuinya.

Sementara yang tidak diketahuinya jauh lebih banyak.

Allah berfirman:

«"Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar darinya, apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya."
(QS. Saba': 2)»

Manusia menghitung dengan informasi yang terbatas.

Allah mengetahui seluruh variabel yang terlihat maupun yang tersembunyi.

Karena itu semakin tinggi ilmu seseorang, semakin ia menyadari betapa terbatas pengetahuannya.

Berhitung yang benar tidak melahirkan kesombongan.

Berhitung yang benar justru melahirkan kerendahan hati.

Ketika Takwa Menyempurnakan Perhitungan

Kesalahan manusia sering kali bukan karena tidak mampu menghitung.

Tetapi karena tidak menghitung seluruh akibat dari tindakannya.

Manusia menghitung keuntungan jangka pendek.

Namun lupa menghitung kerugian jangka panjang.

Menghitung manfaat dunia.

Namun lupa menghitung akibat di akhirat.

Di sinilah letak pentingnya takwa.

Takwa bukan pengganti akal dan perhitungan.

Takwa adalah penyempurna perhitungan.

Orang bertakwa menyadari bahwa ada variabel kehidupan yang tidak mampu dijangkau oleh pikirannya.

Karena itu ia berusaha menghitung dengan cermat sekaligus berserah diri kepada Allah.

Mengapa Islam Menghargai Orang yang Pandai Berhitung?

Dalam Al-Qur'an terdapat dialog menarik tentang manusia di akhirat.

Ketika ditanya berapa lama mereka hidup di dunia, mereka menjawab:

«"Kami tinggal sehari atau setengah hari. Maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung."
(QS. Al-Mu'minun: 113)»

Ayat ini menunjukkan bahwa dalam perkara yang membutuhkan kepastian, diperlukan keahlian.

Bukan sekadar perasaan.

Bukan sekadar perkiraan.

Tetapi pengetahuan yang didasarkan pada perhitungan yang benar.

Karena itulah Islam menghormati para ahli.

Menghargai orang yang memiliki kompetensi.

Mengajarkan umatnya untuk bertanya kepada yang berilmu ketika tidak mengetahui.

Mengapa Ulama Dahulu Menguasai Matematika?

Pada masa lalu, seorang ulama fikih hampir selalu menguasai ilmu hitung.

Sebab syariat menuntut ketelitian.

Waktu shalat memerlukan perhitungan astronomi.

Awal Ramadhan membutuhkan perhitungan kalender.

Zakat memerlukan perhitungan nisab dan haul.

Waris membutuhkan penguasaan pecahan yang rumit.

Karena itu tokoh-tokoh besar seperti Muhammad ibn Musa al-Khwarizmi mengembangkan aljabar untuk membantu menyelesaikan persoalan masyarakat.

Begitu pula Abu Rayhan al-Biruni yang menggunakan matematika dan astronomi untuk menentukan arah kiblat dan memahami bentuk bumi.

Bagi mereka, berhitung bukan sekadar aktivitas akademik.

Ia adalah bentuk pelayanan kepada agama.

Lima Pelajaran Besar dari Perhitungan

Al-Qur'an berulang kali mengajarkan lima konsep utama.

Ukuran mengajarkan disiplin.

Timbangan mengajarkan keadilan.

Bilangan mengajarkan ketelitian.

Waktu mengajarkan kesadaran.

Hisab mengajarkan tanggung jawab.

Inilah pelajaran yang sesungguhnya ingin ditanamkan ketika seorang anak belajar berhitung.

Bukan sekadar mengenal angka.

Tetapi belajar memahami kehidupan.

Berhitung sebagai Bentuk Ketaatan

Pada akhirnya, mengajari anak berhitung bukan hanya mempersiapkannya menghadapi ujian sekolah.

Lebih dari itu, kita sedang mempersiapkannya untuk memahami sunnatullah.

Kita sedang melatihnya mengenali pola, memahami sebab-akibat, menghargai waktu, menegakkan keadilan, dan bertanggung jawab atas setiap keputusan.

Anak yang belajar berhitung dengan benar akan memahami bahwa kehidupan memiliki aturan.

Bahwa setiap amal memiliki konsekuensi.

Bahwa setiap waktu memiliki batas.

Dan bahwa setiap perbuatan akan diperhitungkan.

Karena itu, berhitung bukan sekadar pelajaran matematika.

Berhitung adalah pelajaran tentang kehidupan.

Dan mengajari anak berhitung, pada hakikatnya, adalah mengajari mereka membaca tanda-tanda kebesaran Allah yang tersebar di seluruh alam semesta.

0 komentar:

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Baqarah (1) Al-Qur'an (362) Al-Qur’an (11) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) An-Nadwi (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bahaya Kemunduran Umat Islam (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (53) Cerita kegagalan (1) cerpen Nabi (8) cerpen Nabi Musa (2) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) dakwah (8) Dakwah (2) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) english (6) English (6) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fiqh (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (7) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) hikmah (1) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) Islam (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) kecerdasan (2) Kecerdasan (263) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Hadist (4) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) kisah para nabi dan (2) kisah para nabi dan rasul (13) kisah para Nabi dan Rasul (1) Kisah para nabi dan rasul (4) Kisah Para Nabi dan Rasul (577) kisah para nabi dan rasul. Nabi Daud (1) kisah para nabi dan rasul. nabi Musa (2) Kisah Penguasa (1) Kisah ulama (1) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (71) Nabi Ayub (1) Nabi Daud (3) Nabi Ibrahim (3) Nabi Isa (2) nabi Isa. nabi ismail (1) Nabi Ismail (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Khidir (1) Nabi Musa (29) Nabi Nuh (6) Nabi Sulaiman (2) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (15) Namrudz (2) Nasrulloh Baksolahar (1) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) nusantara (3) Nusantara (249) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (647) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rasulullah shalallahu alaihi wassalam (1) Rehat (493) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) Sahabat (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) Salimul Aqidah (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (263) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah penguasa (6) Sirah Penguasa (243) sirah Sahabat (2) Sirah Sahabat (160) Sirah Tabiin (43) Sirah ulama (23) Sirah Ulama (157) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tamim Ad Dari (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Wakaf (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)