basmalah Pictures, Images and Photos
Memahamkan Anak: Mengapa Alam Semesta Bisa Diterjemahkan Menjadi Rumus Baku? - Our Islamic Story

Choose your Language

Memahamkan Anak: Mengapa Alam Semesta Bisa Diterjemahkan Menjadi Rumus Baku? Suatu hari seorang ilmuwan menuliskan beberapa simb...

Memahamkan Anak: Mengapa Alam Semesta Bisa Diterjemahkan Menjadi Rumus Baku?

Memahamkan Anak: Mengapa Alam Semesta Bisa Diterjemahkan Menjadi Rumus Baku?

Suatu hari seorang ilmuwan menuliskan beberapa simbol sederhana di atas papan tulis.

Angka, huruf, dan tanda operasi matematika.

Dari simbol-simbol itu lahirlah persamaan yang mampu menghitung gerak planet, memprediksi cuaca, merancang pesawat terbang, bahkan memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia.

Pertanyaannya sederhana:

Mengapa alam semesta bisa dirumuskan?

Mengapa kehidupan yang begitu luas dan kompleks dapat diterjemahkan menjadi angka-angka?

Mengapa manusia dapat membuat rumus matematika, fisika, kimia, ekonomi, bahkan statistik sosial?

Jika alam semesta benar-benar berjalan secara acak, seharusnya tidak ada rumus yang bertahan lama.

Tidak akan ada hukum gravitasi.

Tidak akan ada teori permintaan dan penawaran.

Tidak akan ada kalender.

Tidak akan ada prediksi cuaca.

Namun kenyataannya berbeda.

Semakin jauh manusia meneliti alam semesta, semakin terlihat bahwa segala sesuatu bergerak dalam pola yang teratur.

Seolah-olah ada "bahasa tersembunyi" yang mengikat seluruh realitas.

Bahasa itu adalah keteraturan.

Ketika Ilmuwan Membaca Jejak Keteraturan

Sejarah ilmu pengetahuan sesungguhnya adalah sejarah pencarian pola.

Isaac Newton tidak menciptakan gravitasi.

Ia hanya menemukan pola yang telah ada sejak alam semesta diciptakan.

Johannes Kepler tidak menciptakan orbit planet.

Ia hanya menemukan rumus yang menjelaskan keteraturan gerak benda langit.

Para ekonom tidak menciptakan hukum permintaan dan penawaran.

Mereka hanya mengamati bahwa perilaku manusia ternyata memiliki pola yang berulang.

Dengan kata lain, ilmu pengetahuan bukan menciptakan hukum alam.

Ilmu pengetahuan hanya menemukan hukum yang sudah ada.

Seperti seorang arkeolog yang menggali kota kuno, para ilmuwan menggali keteraturan yang telah Allah tanamkan di alam semesta.

Benarkah Ada Keacakan?

Lemparan dadu sering dijadikan simbol keberuntungan.

Seseorang melempar dadu dan tidak tahu angka apa yang akan muncul.

Karena itulah lahir teori peluang.

Namun pertanyaan menarik muncul:

Apakah dadu benar-benar acak?

Seorang fisikawan akan menjawab: tidak.

Jika posisi awal dadu, kekuatan lemparan, sudut putaran, hambatan udara, dan tekstur permukaan diketahui secara sempurna, hasil akhirnya dapat dihitung.

Yang tidak pasti bukan peristiwanya.

Yang tidak pasti adalah pengetahuan manusia tentang seluruh variabel yang terlibat.

Di sinilah probabilitas lahir.

Probabilitas bukan bukti bahwa alam semesta kacau.

Probabilitas justru menunjukkan keterbatasan manusia dalam mengetahui seluruh faktor yang bekerja.

Apa yang tampak acak bagi manusia, bisa jadi sangat teratur dalam ilmu Allah.

Mengapa Cuaca Bisa Diprediksi?

Setiap hari jutaan orang melihat langit.

Namun sebagian orang melihat lebih dari sekadar awan.

Mereka melihat pola.

Meteorolog mempelajari arah angin.

Mereka mengukur tekanan udara.

Mereka menghitung kelembapan.

Dari data itu lahirlah prediksi cuaca.

Mengapa prediksi itu bisa dilakukan?

Karena awan bergerak dalam pola.

Karena angin mengikuti hukum tertentu.

Karena panas matahari bekerja secara konsisten.

Jika seluruh fenomena itu acak, maka ramalan cuaca tidak akan pernah berhasil.

Fakta bahwa manusia mampu memprediksi cuaca menunjukkan adanya keteraturan yang dapat dipelajari.

Kalender dan Ketepatan Kosmik

Setiap tahun manusia merayakan pergantian kalender.

Ada kalender Masehi yang mengikuti perjalanan bumi mengelilingi matahari.

Ada kalender Hijriah yang mengikuti siklus bulan.

Mengapa kalender dapat dibuat?

Karena benda-benda langit bergerak secara teratur.

Matahari tidak terbit secara sembarangan.

Bulan tidak berpindah fase secara acak.

Bintang-bintang bergerak menurut lintasan yang presisi.

Al-Qur'an berulang kali mengajak manusia memperhatikan keteraturan ini.

Sebab keteraturan adalah salah satu tanda terbesar keberadaan Sang Pengatur.

Dari Ekonomi Hingga Gelombang Laut

Bukan hanya alam yang memiliki pola.

Masyarakat pun demikian.

Ketika harga naik, permintaan cenderung turun.

Ketika barang langka, nilainya meningkat.

Ketika musim panen tiba, pasokan bertambah.

Fenomena ini begitu konsisten sehingga melahirkan berbagai teori ekonomi.

Begitu pula lautan.

Gelombang memiliki pola.

Pasang surut memiliki siklus.

Bahkan potensi tsunami dapat diperkirakan melalui pengamatan terhadap aktivitas geologi.

Semua itu menunjukkan satu kenyataan:

Alam semesta tidak bergerak tanpa aturan.

Ia bekerja melalui hukum-hukum yang konsisten.

Lauhul Mahfudz dan Cetak Biru Kehidupan

Dalam akidah Islam terdapat konsep Lauhul Mahfudz.

Di sanalah Allah menuliskan seluruh ketetapan-Nya.

Sering kali konsep ini dipahami sebatas catatan takdir.

Padahal maknanya jauh lebih luas.

Lauhul Mahfudz menunjukkan bahwa seluruh realitas berada dalam ilmu Allah yang sempurna.

Tidak ada kejadian yang luput.

Tidak ada detail yang terlupakan.

Tidak ada peristiwa yang terjadi di luar pengetahuan-Nya.

Jika diibaratkan sebuah bangunan, manusia melihat dinding, pintu, dan jendela.

Sedangkan Allah mengetahui seluruh gambar rancangan yang menjadi dasar bangunan itu berdiri.

Kita menyaksikan peristiwa.

Allah mengetahui keseluruhan sistem yang melahirkan peristiwa tersebut.

Takdir dan Rumus

Di sinilah muncul pertanyaan besar:

Apakah takdir berarti segala sesuatu telah ditentukan sehingga manusia tidak memiliki pilihan?

Tidak.

Justru keteraturan alam menunjukkan adanya ruang ikhtiar.

Petani dapat menanam karena musim memiliki pola.

Nelayan dapat berlayar karena ombak memiliki pola.

Pedagang dapat merencanakan usaha karena pasar memiliki pola.

Insinyur dapat membangun jembatan karena fisika memiliki pola.

Jika alam semesta benar-benar acak, ikhtiar manusia menjadi mustahil.

Keteraturan adalah syarat bagi kebebasan manusia untuk bertindak.

Allah menetapkan hukum-hukum tetap agar manusia dapat membaca, mempelajari, dan memanfaatkannya.

Membaca Takdir Melalui Sunnatullah

Ketika ilmuwan menemukan rumus, sesungguhnya mereka tidak sedang menciptakan sesuatu yang baru.

Mereka sedang membaca sebagian kecil dari keteraturan yang telah Allah tetapkan.

Rumus fisika adalah pembacaan terhadap Sunnatullah di alam.

Rumus ekonomi adalah pembacaan terhadap Sunnatullah dalam perilaku manusia.

Rumus matematika adalah bahasa yang digunakan untuk menjelaskan keteraturan tersebut.

Semakin banyak manusia menemukan pola, semakin tampak bahwa alam semesta ini bukan hasil kebetulan.

Ia dibangun dengan ukuran.

Dikelola dengan hikmah.

Dijalankan dengan ketelitian yang luar biasa.

Sebagaimana firman Allah:

"Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran."

Di titik inilah matematika berubah menjadi lebih dari sekadar angka.

Ia menjadi jendela untuk melihat jejak keteraturan takdir yang Allah bentangkan di seluruh penjuru alam semesta.

Dan setiap rumus yang ditemukan manusia sesungguhnya adalah pengakuan diam-diam bahwa alam ini memang tidak pernah berjalan tanpa tujuan

0 komentar:

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Baqarah (1) Al-Qur'an (362) Al-Qur’an (11) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) An-Nadwi (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bahaya Kemunduran Umat Islam (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (53) Cerita kegagalan (1) cerpen Nabi (8) cerpen Nabi Musa (2) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) dakwah (8) Dakwah (2) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) english (6) English (6) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fiqh (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (7) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) hikmah (1) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) Islam (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) kecerdasan (2) Kecerdasan (263) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Hadist (4) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) kisah para nabi dan (2) kisah para nabi dan rasul (13) kisah para Nabi dan Rasul (1) Kisah para nabi dan rasul (4) Kisah Para Nabi dan Rasul (577) kisah para nabi dan rasul. Nabi Daud (1) kisah para nabi dan rasul. nabi Musa (2) Kisah Penguasa (1) Kisah ulama (1) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (71) Nabi Ayub (1) Nabi Daud (3) Nabi Ibrahim (3) Nabi Isa (2) nabi Isa. nabi ismail (1) Nabi Ismail (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Khidir (1) Nabi Musa (29) Nabi Nuh (6) Nabi Sulaiman (2) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (15) Namrudz (2) Nasrulloh Baksolahar (1) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) nusantara (3) Nusantara (249) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (647) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rasulullah shalallahu alaihi wassalam (1) Rehat (493) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) Sahabat (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) Salimul Aqidah (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (263) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah penguasa (6) Sirah Penguasa (243) sirah Sahabat (2) Sirah Sahabat (160) Sirah Tabiin (43) Sirah ulama (23) Sirah Ulama (157) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tamim Ad Dari (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Wakaf (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)