basmalah Pictures, Images and Photos
Saat Akal Manusia Merasa Lebih Hebat daripada Zat yang Memberinya Akal - Our Islamic Story

Choose your Language

Saat Akal Manusia Merasa Lebih Hebat daripada Zat yang Memberinya Akal Salah satu sebab orang tersesat karena memandang takdir d...

Saat Akal Manusia Merasa Lebih Hebat daripada Zat yang Memberinya Akal

Saat Akal Manusia Merasa Lebih Hebat daripada Zat yang Memberinya Akal


Salah satu sebab orang tersesat karena memandang takdir dengan kebencian. Sebagian masih memiliki sisa keimanan, tetapi mereka terus membantah dan mempertanyakan ketetapan Allah. Sebagian lainnya bahkan keluar dari lingkaran iman menuju kekufuran. Mereka berkata,

"Apa gunanya menciptakan sesuatu jika pada akhirnya dimusnahkan? Apa gunanya menimpakan musibah kepada manusia?"

Katakanlah kepada mereka,

"Jika engkau benar-benar ingin mencari kebenaran, hadirkan akalmu dan dengarkan baik-baik. Namun jika engkau hanya berbicara berdasarkan luka yang menimpamu, tanpa mau melihat lebih dalam dengan hati yang jujur, maka perdebatan ini hanya akan menghabiskan waktu."

Bukankah engkau mengakui bahwa Allah adalah Raja seluruh alam? Sebagai Pemilik mutlak, Dia berhak melakukan apa saja yang Dia kehendaki terhadap ciptaan-Nya. Namun kekuasaan-Nya tidak pernah terpisah dari hikmah-Nya. Dia Mahakuasa sekaligus Mahabijaksana. Tidak ada satu pun perbuatan-Nya yang sia-sia.

Lalu mengapa engkau ragu?

Bukankah keraguanmu sebenarnya muncul karena engkau melihat sesuatu yang telah sempurna kemudian dihancurkan oleh-Nya?

Namun renungkanlah. Mengapa engkau mengukur tindakan Allah dengan ukuran tindakan manusia?

Jika seorang manusia membangun sesuatu lalu menghancurkannya, mungkin itu menunjukkan kebodohan, penyesalan, atau kesia-siaan. Akan tetapi, apakah pantas Sang Pencipta disamakan dengan makhluk-Nya?

Bukankah Dia yang menciptakan akalmu?

Jika engkau menganggap akal yang Dia anugerahkan begitu menakjubkan, bagaimana mungkin engkau menyimpulkan bahwa Zat yang memberikannya justru kurang bijaksana daripada akal ciptaan-Nya sendiri?

Di sinilah letak kesalahan iblis.

Ia tidak mengingkari keberadaan Allah, tetapi ia menolak hikmah Allah. Ia menjadikan akalnya sebagai hakim atas keputusan Rabb-nya. Seandainya ia menyadari bahwa Pemberi akal jauh lebih tinggi daripada akal itu sendiri, tentu seluruh keraguannya akan lenyap.

Allah memberikan isyarat tentang kekeliruan cara berpikir seperti ini melalui firman-Nya,

«"Apakah untuk Allah anak-anak perempuan dan untukmu anak-anak laki-laki?" (QS. At-Thur: 39)»

Bagaimana mungkin manusia menuduh Allah menetapkan sesuatu yang tidak layak bagi diri-Nya, sementara mereka menganggap diri mereka lebih mengetahui kesempurnaan?

Bukankah seharusnya kita berkata,

"Inilah perbuatan Zat Yang Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana. Jika hikmahnya belum tampak bagiku, maka keterbatasan itu ada pada diriku, bukan pada-Nya."

Bukankah Nabi Musa pernah mengalami pelajaran yang sama?

Beliau tidak mampu memahami mengapa sebuah perahu yang baik harus dilubangi, atau mengapa seorang anak kecil harus dibunuh. Selama hikmah itu belum dijelaskan, tindakan Khidhir tampak sulit diterima oleh akal. Namun setelah tabir itu disingkap, Musa pun mengetahui bahwa di balik setiap tindakan terdapat rahasia yang sebelumnya tidak mampu dijangkaunya.

Jika kepada seorang hamba saleh saja Musa harus bersabar hingga hikmahnya dijelaskan, lalu bagaimana mungkin kita tergesa-gesa menghakimi keputusan Allah Yang Mahatahu?

Perhatikan pula kehidupan kita sendiri.

Mengapa makanan yang segar dan indah justru kita potong-potong sebelum memakannya?

Bukankah kita "merusaknya" dengan tangan kita sendiri?

Mengapa?

Karena kita mengetahui hikmah yang tersembunyi di balik tindakan itu. Kita tahu bahwa makanan itu akan berubah menjadi tenaga yang menghidupkan tubuh.

Jika kita saja melakukan sesuatu yang tampak seperti "perusakan" karena mengetahui manfaat akhirnya, lalu mengapa kita menolak kemungkinan bahwa Allah melakukan sesuatu yang hikmahnya belum kita ketahui?

Sungguh bodoh seorang hamba yang menuntut agar seluruh rahasia Tuhannya dibukakan kepadanya. Tugas seorang hamba bukanlah mengadili keputusan Rabb-nya, melainkan berserah diri kepada-Nya.

Bahkan andaikata tidak ada hikmah lain di balik musibah selain agar manusia menyadari adanya Sang Pencipta, niscaya itu saja sudah cukup.

Bukankah kematian sendiri merupakan pelajaran terbesar?

Seandainya manusia tidak pernah mati, mungkin mereka akan membayangkan bahwa kehidupan berlangsung dengan sendirinya tanpa Pencipta.

Melalui kematian, Allah menunjukkan bahwa manusia hanyalah makhluk yang bergantung sepenuhnya kepada-Nya.

Kemudian ketika roh dikembalikan kepada jasad pada hari kebangkitan, manusia akan menyaksikan sendiri bahwa Dzat yang mampu menghidupkannya kembali adalah Dzat yang dahulu menciptakannya.

Pada saat itu tidak ada lagi keraguan.

Allah berfirman,

«"Sesungguhnya kami dahulu, ketika berada di tengah keluarga kami, merasa takut kepada Allah." (QS. At-Thur: 26)»

Ketika seluruh janji Allah telah menjadi kenyataan, keimanan berubah menjadi keyakinan yang sempurna. Orang-orang yang dahulu bersabar terhadap takdir, ridha terhadap keputusan-Nya, serta mengambil pelajaran dari setiap peristiwa, akan mendengar panggilan yang paling mereka rindukan,

«"Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhai. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku dan masuklah ke dalam surga-Ku." (QS. Al-Fajr: 28–30)»

Sebaliknya, orang-orang yang terus menentang Allah, meskipun telah melihat begitu banyak tanda dan bukti, tetap memilih kekufuran. Bahkan seandainya mereka dikembalikan lagi ke dunia, mereka akan mengulangi kesalahan yang sama.

Allah berfirman,

«"Sekiranya mereka dikembalikan ke dunia, niscaya mereka akan mengulangi apa yang telah dilarang bagi mereka." (QS. Al-An'am: 28)»

Masalah mereka bukanlah kurangnya bukti, melainkan hati yang tertutup oleh kesombongan.

Karena itu, marilah kita memohon kepada Allah agar dikaruniai akal yang tunduk kepada-Nya; akal yang mengetahui batas kemampuannya; akal yang tidak merasa lebih bijaksana daripada Zat yang menciptakannya.

Sungguh, pembangkangan kepada Sang Khalik tidak akan pernah mengubah takdir. Ia hanya akan melahirkan penyesalan yang tiada berkesudahan.

Semoga Allah melindungi kita dari kesombongan akal, dari hati yang menentang hikmah-Nya, dan dari kelalaian yang menjauhkan kita dari cahaya petunjuk-Nya.


Sumber:
Ibnu Jauzy, Shaidul Khathir, Maghfirah Pustaka, 2007, hal 322-325

0 komentar:

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Baqarah (1) Al-Qur'an (362) Al-Qur’an (44) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) An-Nadwi (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bahaya Kemunduran Umat Islam (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (53) Cerita kegagalan (1) cerpen Nabi (8) cerpen Nabi Musa (2) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) dakwah (8) Dakwah (2) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) english (6) English (6) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fiqh (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (7) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) hikmah (1) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) Islam (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) kecerdasan (19) Kecerdasan (318) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Hadist (4) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) kisah para nabi dan (2) kisah para nabi dan rasul (51) kisah para Nabi dan Rasul (1) Kisah para nabi dan rasul (101) Kisah Para Nabi dan Rasul (577) kisah para nabi dan rasul. Nabi Daud (1) kisah para nabi dan rasul. nabi Musa (2) Kisah Penguasa (1) Kisah ulama (1) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (71) Nabi Ayub (1) Nabi Daud (3) Nabi Ibrahim (3) Nabi Isa (2) nabi Isa. nabi ismail (1) Nabi Ismail (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Khidir (1) Nabi Musa (29) Nabi Nuh (6) Nabi Sulaiman (2) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (15) Namrudz (2) Nasrulloh Baksolahar (1) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) nusantara (5) Nusantara (266) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (657) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rasulullah shalallahu alaihi wassalam (1) Rehat (493) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) Sahabat (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) Salimul Aqidah (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (299) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah penguasa (11) Sirah Penguasa (247) sirah Sahabat (2) Sirah Sahabat (171) Sirah Tabiin (43) Sirah ulama (31) Sirah Ulama (158) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tamim Ad Dari (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Wakaf (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)