basmalah Pictures, Images and Photos
Liku-Liku Hidup Ibnu al-Jauzi: Pergulatan dengan Fatwa, Kekuasaan, dan Cahaya Hati - Our Islamic Story

Choose your Language

Liku-Liku Hidup Ibnu al-Jauzi: Pergulatan dengan Fatwa, Kekuasaan, dan Cahaya Hati Ada kalan...

Liku-Liku Hidup Ibnu al-Jauzi: Pergulatan dengan Fatwa, Kekuasaan, dan Cahaya Hati

Liku-Liku Hidup Ibnu al-Jauzi: Pergulatan dengan Fatwa, Kekuasaan, dan Cahaya Hati


Ada kalanya seorang ulama tidak dikalahkan oleh kebodohan, melainkan oleh pujian.

Bukan karena ia berhenti mengetahui kebenaran, tetapi karena perlahan ia kehilangan kejernihan hati untuk merasakannya.

Demikianlah pengakuan yang begitu jujur dari Ibnu al-Jauzi. Ia tidak sedang menceritakan kemenangan hidupnya, melainkan luka-luka batin yang pernah menggerogoti ruhnya. Ia membuka aib dirinya agar orang lain tidak terjerumus ke dalam lubang yang sama.

---

"Aku masih ingat," seakan Ibnu al-Jauzi bertutur, "ketika usiaku baru memasuki masa remaja."

Saat itu aku begitu mencintai kehidupan para zahid. Shalat terasa panjang namun tidak melelahkan. Puasa menjadi kenikmatan, bukan beban. Aku menyukai kesendirian, karena di sanalah hatiku terasa paling hidup.

Setiap detik yang berlalu tanpa ketaatan membuatku menyesal. Waktu terasa begitu berharga. Munajat kepada Allah menghadirkan kemanisan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Mata hati terasa bening, seolah mampu melihat kehidupan dengan cahaya yang berbeda.

Namun ternyata, menjaga hati jauh lebih sulit daripada menjaga ibadah.

---

Suatu hari, para penguasa mulai memuji-muji perkataanku.

Semula aku menganggap pujian itu tidak berarti apa-apa. Aku merasa tetap sama seperti sebelumnya. Tetapi aku keliru.

Pujian yang terus-menerus adalah pintu yang sangat halus menuju penyakit hati.

Tanpa kusadari, aku mulai menikmatinya. Sedikit demi sedikit, manisnya munajat menghilang. Nikmat berduaan dengan Allah tidak lagi kurasakan sebagaimana dahulu.

Saat itulah aku mengerti bahwa hati dapat berubah, bukan karena dosa-dosa besar, tetapi karena rasa senang dipuji manusia.

Aku berusaha menjaga jarak dari berbagai godaan itu. Aku menjauhi perkara-perkara syubhat, dan keadaan hatiku sempat membaik.

Tetapi ujian berikutnya ternyata lebih berat.

---

Aku mulai terbiasa dengan takwil yang memudahkan segala sesuatu.

Sedikit demi sedikit, batas antara yang harus dihindari dan yang boleh dilakukan menjadi kabur. Apa yang dahulu membuatku berhati-hati kini terasa ringan untuk ditoleransi.

Aku tidak merasa sedang jatuh.

Justru itulah bahayanya.

Seseorang sering kali tidak menyadari bahwa cahaya dalam hatinya telah padam, sampai ia benar-benar hidup dalam kegelapan.

Aku masih mengajar. Aku masih memberi nasihat. Bahkan banyak orang bertaubat setelah mendengar ceramahku.

Namun di balik semua itu, jiwaku sendiri terasa miskin.

Orang lain memperoleh cahaya dari lisanku, sementara aku kehilangan cahaya di dalam dadaku.

Betapa pedih keadaan itu.

---

Kemudian penyakit demi penyakit menghampiriku.

Tubuhku melemah.

Tetapi yang lebih menyakitkan adalah aku tidak lagi mampu mengobati penyakit jiwaku sendiri.

Aku mendatangi makam orang-orang saleh.

Aku berharap keheningan mereka mampu membangunkan hatiku yang telah lama tertidur.

Lalu Allah membimbingku menuju khalwat.

Aku sebenarnya tidak menyukai kesendirian itu.

Namun justru di sanalah Allah memperlihatkan seluruh aib yang selama ini berhasil kusembunyikan dari diriku sendiri.

Sedikit demi sedikit, cahaya itu kembali.

Hatiku yang lama terpenjara mulai terbuka.

Aku pun bermunajat,

"Wahai Tuhanku...

Bagaimana mungkin aku mampu mensyukuri seluruh nikmat-Mu?

Dengan lisan yang mana aku layak memuji-Mu?

Seandainya Engkau tidak mengguncang kesadaranku...

Seandainya Engkau membiarkanku terus hanyut...

Seandainya Engkau tidak menegurku dengan berbagai musibah...

Apa jadinya diriku hari ini?"

Saat itulah aku memahami sebuah rahasia.

Terkadang Allah mengambil sesuatu dari kita bukan untuk menghukum, tetapi untuk mengembalikan kita kepada-Nya.

Betapa beruntungnya seorang hamba ketika kehilangan dunia, tetapi menemukan kembali Tuhannya.

Betapa kayanya seseorang ketika Allah menjadikannya fakir di hadapan-Nya.

Betapa merdekanya seorang manusia ketika Allah memutus ketergantungannya kepada makhluk.

---

Aku menangisi waktu-waktu yang telah hilang.

Ada masa ketika azan Subuh berkumandang, tetapi aku baru terbangun tanpa sedikit pun rasa bersalah.

Ada hari-hari yang berlalu tanpa satu amal yang pantas kubanggakan di hadapan Allah.

Dahulu aku tidak merasakan sakit itu.

Kini aku mengerti.

Bukan karena dosaku bertambah.

Melainkan karena dahulu hatiku telah mati.

Rasa sakit yang kurasakan sekarang justru menjadi tanda bahwa Allah mulai menyembuhkan penyakitku.

---

Aku seperti seorang pemabuk.

Selama mabuk, seseorang tidak mengetahui seberapa buruk dirinya.

Barulah ketika sadar, ia melihat puing-puing yang telah ia hancurkan.

Aku menyesali begitu banyak kesempatan yang terbuang.

Aku seperti nelayan yang telah berlayar jauh ke tengah lautan, namun tertidur sehingga arus membawanya kembali ke pantai tanpa membawa seekor ikan pun.

---

Karena itu, wahai saudaraku...

Janganlah engkau tertipu oleh sesuatu yang tampak mubah pada permulaannya.

Setan jarang mengajak manusia langsung menuju keharaman.

Ia memulai dengan sesuatu yang tampak baik.

Ia menghiasi niat.

Ia memperindah tujuan.

Lalu sedikit demi sedikit mengubah jalan yang ditempuh.

Bukankah kepada Nabi Adam pun Iblis tidak berkata, "Makanlah agar engkau durhaka."

Ia berkata,

"Maukah aku tunjukkan kepadamu pohon keabadian dan kerajaan yang tidak akan binasa?"

Tujuannya tampak mulia.

Jalannya ternyata membawa petaka.

Demikian pula banyak ulama yang tergelincir.

Mereka tidak berniat mencari dunia.

Mereka ingin menolong orang yang dizalimi.

Mereka ingin menasihati penguasa.

Namun ketika memasuki lingkaran kekuasaan, perlahan mereka kehilangan kebebasan untuk berkata benar.

Fatwa menjadi lunak.

Takwil semakin longgar.

Sedikit demi sedikit, ilmu kehilangan wibawanya.

Bukan mereka yang mengubah penguasa.

Justru kekuasaanlah yang mengubah mereka.

---

Karena itulah aku berkata kepada diriku sendiri sebelum mengatakannya kepada orang lain:

Jika agamamu masih lemah, jangan mendekati pintu-pintu fitnah.

Jika engkau khawatir tidak mampu menjaga hati, maka uzlah lebih selamat daripada tenggelam dalam arus yang tidak mampu kau lawan.

Ada masa ketika menyelamatkan diri sendiri lebih utama daripada berusaha menyelamatkan banyak orang, sementara engkau sendiri ikut binasa.

---

Maka berhati-hatilah terhadap tipu daya takwil.

Berhati-hatilah terhadap fatwa yang lahir bukan dari kejernihan hati, melainkan dari kedekatan dengan kekuasaan.

Jagalah hubunganmu dengan Allah sebelum engkau sibuk memperbaiki manusia.

Sebab ketika seorang hamba benar-benar dekat dengan Tuhannya, Allah akan membukakan baginya pintu-pintu hikmah yang sebelumnya tertutup.

Yang sulit menjadi mudah.

Yang pahit menjadi manis.

Yang gelap menjadi terang.

Dan seorang hamba akan kembali menemukan sesuatu yang dahulu pernah hilang: cahaya hati yang tidak dapat dibeli oleh pujian, jabatan, maupun kedekatan dengan penguasa.

Semoga Allah senantiasa menganugerahkan taufik, menjaga hati kita dari fitnah dunia, dan mengembalikan kita kepada-Nya setiap kali langkah ini mulai menyimpang.

0 komentar:

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Baqarah (1) Al-Qur'an (362) Al-Qur’an (44) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) An-Nadwi (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bahaya Kemunduran Umat Islam (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (53) Cerita kegagalan (1) cerpen Nabi (8) cerpen Nabi Musa (2) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) dakwah (8) Dakwah (2) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) english (6) English (6) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fiqh (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (7) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) hikmah (1) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) Islam (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) kecerdasan (19) Kecerdasan (313) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Hadist (4) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) kisah para nabi dan (2) kisah para nabi dan rasul (51) kisah para Nabi dan Rasul (1) Kisah para nabi dan rasul (101) Kisah Para Nabi dan Rasul (577) kisah para nabi dan rasul. Nabi Daud (1) kisah para nabi dan rasul. nabi Musa (2) Kisah Penguasa (1) Kisah ulama (1) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (71) Nabi Ayub (1) Nabi Daud (3) Nabi Ibrahim (3) Nabi Isa (2) nabi Isa. nabi ismail (1) Nabi Ismail (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Khidir (1) Nabi Musa (29) Nabi Nuh (6) Nabi Sulaiman (2) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (15) Namrudz (2) Nasrulloh Baksolahar (1) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) nusantara (5) Nusantara (266) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (656) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rasulullah shalallahu alaihi wassalam (1) Rehat (493) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) Sahabat (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) Salimul Aqidah (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (299) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah penguasa (11) Sirah Penguasa (247) sirah Sahabat (2) Sirah Sahabat (171) Sirah Tabiin (43) Sirah ulama (31) Sirah Ulama (158) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tamim Ad Dari (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Wakaf (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)