basmalah Pictures, Images and Photos
Rahmat dan Pertanggungjawaban: Hubungan Allah dengan Manusia - Our Islamic Story

Choose your Language

Hubungan Allah dengan Manusia dan Pengaruh Hari Pembalasan Terhadap Karakter Manusia  «"Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyay...

Rahmat dan Pertanggungjawaban: Hubungan Allah dengan Manusia

Hubungan Allah dengan Manusia dan Pengaruh Hari Pembalasan Terhadap Karakter Manusia 



«"Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang."
(QS. Al-Fatihah: 3)»

Bagaimanakah sebenarnya hubungan Allah dengan manusia?

Apakah hubungan itu sekadar hubungan antara Penguasa dengan yang dikuasai? Antara Pencipta dengan ciptaan-Nya? Ataukah ada sesuatu yang jauh lebih dalam daripada itu?

Al-Qur'an menjawabnya melalui dua nama Allah yang selalu diulang setiap hari dalam shalat kita: Ar-Rahman dan Ar-Rahim.

Mengapa kedua nama ini diulang, padahal telah disebut sebelumnya dalam basmalah?

Pengulangan itu bukan tanpa hikmah. Allah ingin menegaskan bahwa fondasi hubungan antara Rabb dan hamba-Nya adalah rahmat.

Dialah Rabb yang memelihara, membimbing, memberi rezeki, mengampuni, dan membuka pintu kasih sayang-Nya kepada seluruh makhluk.

Karena itulah, setelah mengenal-Nya sebagai Rabbul 'Alamin, fitrah manusia secara spontan mengucapkan,

«"Alhamdulillahi Rabbil 'Alamin."»

Pujian lahir karena manusia menyadari besarnya kasih sayang Allah yang meliputinya sejak sebelum ia lahir hingga kelak kembali kepada-Nya.

Allah Bukan Tuhan yang Digambarkan oleh Mitos

Mengapa Al-Qur'an begitu menekankan sifat kasih sayang Allah?

Karena sepanjang sejarah, manusia sering menggambarkan Tuhan dengan cara yang keliru.

Dalam mitologi Yunani, dewa-dewa digambarkan mudah murka, cemburu, dan mempermainkan manusia sesuai hawa nafsunya.

Dalam sebagian kisah yang terdapat dalam Perjanjian Lama, Allah bahkan digambarkan seolah-olah melakukan tipu daya terhadap manusia, seperti dalam kisah Menara Babel.

Islam menolak gambaran seperti itu.

Allah bukanlah Tuhan yang memusuhi makhluk-Nya. Dia juga bukan Tuhan yang mempermainkan hamba-hamba-Nya.

Hubungan Allah dengan manusia dibangun di atas rahmat, pemeliharaan, keadilan, dan hikmah.

Karena itu, rasa takut kepada Allah dalam Islam tidak pernah dipisahkan dari rasa cinta dan harapan kepada-Nya.

Mengapa Setelah Rahmat Datang Hari Pembalasan?

Setelah memperkenalkan diri-Nya sebagai Ar-Rahman Ar-Rahim, Allah berfirman,

«"Pemilik Hari Pembalasan."
(QS. Al-Fatihah: 4)»

Mengapa kasih sayang langsung diikuti dengan pembicaraan tentang hari pembalasan?

Karena rahmat Allah tidak dapat dipisahkan dari keadilan-Nya.

Kasih sayang tanpa keadilan akan melahirkan ketidakpastian.

Sebaliknya, keadilan tanpa kasih sayang akan melahirkan keputusasaan.

Dalam Islam, keduanya berjalan beriringan.

Allah Maha Pengasih, tetapi Dia juga Maha Adil.

Seluruh amal manusia akan dipertanggungjawabkan di hadapan-Nya.

Mengapa Iman kepada Akhirat Sangat Penting?

Bukankah banyak orang mengakui bahwa Allah adalah Pencipta?

Benar.

Al-Qur'an sendiri menjelaskan,

«"Dan sungguh jika engkau bertanya kepada mereka, 'Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?' Niscaya mereka menjawab, 'Allah'."
(QS. Luqman: 25)»

Namun pengakuan terhadap keberadaan Allah ternyata belum cukup.

Banyak orang mengakui Allah sebagai Pencipta, tetapi menolak adanya hari kebangkitan.

Al-Qur'an menggambarkan ucapan mereka,

«"Apakah setelah kami mati dan menjadi tanah, kami akan dikembalikan lagi? Itu adalah suatu pengembalian yang mustahil."
(QS. Qaf: 2–3)»

Di sinilah letak pembeda yang sangat mendasar antara keimanan Islam dan pandangan hidup materialistik.

Apa yang Berubah Ketika Seseorang Meyakini Hari Akhir?

Apa pengaruh iman kepada hari pembalasan terhadap kehidupan sehari-hari?

Segalanya berubah.

Orang yang yakin akan adanya akhirat tidak menjadikan dunia sebagai tujuan akhir.

Ia tidak diperbudak oleh jabatan, harta, popularitas, ataupun pujian manusia.

Ia mengetahui bahwa kehidupan dunia hanyalah satu tahap perjalanan menuju kehidupan yang lebih kekal.

Karena itu, ia tetap berbuat baik meskipun tidak dihargai.

Ia tetap berlaku adil meskipun dirugikan.

Ia tetap mempertahankan kebenaran meskipun harus berkorban.

Mengapa?

Karena ia tidak menunggu seluruh balasan diberikan di dunia.

Ia yakin bahwa Allah telah menyediakan hari ketika seluruh keadilan akan ditegakkan dengan sempurna.

Keyakinan inilah yang menghadirkan ketenangan, kesabaran, dan keteguhan dalam hidup.

Persimpangan Dua Jalan Kehidupan

Di sinilah sebenarnya manusia berada di sebuah persimpangan.

Apakah ia akan menjadi hamba kepentingan dunia?

Ataukah ia akan menjadi hamba Allah?

Jika dunia menjadi tujuan akhir, maka seluruh keputusan hidup akan ditentukan oleh untung dan rugi, kuat dan lemah, serta berhasil atau gagal menurut ukuran manusia.

Namun jika akhirat menjadi tujuan, maka ukuran hidup berubah.

Yang dicari bukan lagi sekadar keuntungan sesaat, tetapi keridaan Allah.

Yang menjadi ukuran bukan hanya keberhasilan dunia, melainkan keberhasilan di hadapan Allah pada Hari Pembalasan.

Inilah yang membebaskan manusia dari perbudakan terhadap hawa nafsu, ambisi, dan kepentingan sesaat.

Mengapa Akidah Akhirat Menjadi Fondasi Peradaban?

Sebuah masyarakat tidak akan mampu menegakkan manhaj Allah hanya dengan aturan-aturan lahiriah.

Aturan membutuhkan hati yang meyakininya.

Hati membutuhkan tujuan yang lebih besar daripada dunia.

Karena itu, iman kepada akhirat menjadi fondasi bagi seluruh bangunan akhlak dan peradaban Islam.

Seseorang bersedia menahan hawa nafsunya karena ia yakin ada kehidupan setelah kematian.

Ia rela berkorban demi kebenaran karena ia percaya bahwa tidak ada satu pun amal yang akan sia-sia.

Ia tetap jujur meskipun tidak ada manusia yang melihatnya karena ia yakin Allah akan menghisab seluruh amalnya.

Tanpa keyakinan itu, manusia mudah terjebak pada logika pragmatis: apa yang menguntungkan hari ini dianggap benar, sedangkan yang merugikan dianggap harus ditinggalkan.

Dua Jalan, Dua Akhir

Karena itu, Al-Qur'an memisahkan dengan tegas antara orang yang beriman kepada akhirat dan orang yang mengingkarinya.

Perbedaan mereka bukan hanya pada keyakinan.

Perbedaan itu tampak dalam cara berpikir, akhlak, perilaku, tujuan hidup, dan keputusan-keputusan yang mereka ambil setiap hari.

Mereka berjalan di atas dua jalan yang berbeda.

Yang satu menjadikan dunia sebagai tujuan akhir.

Yang lain menjadikan dunia sebagai ladang menuju akhirat.

Mereka mungkin bertemu dalam satu tempat, hidup pada satu zaman, bahkan melakukan pekerjaan yang sama. Namun arah perjalanan mereka berbeda.

Karena tujuan akhirnya berbeda, maka ukuran keberhasilannya pun berbeda.

Dan karena ukuran keberhasilannya berbeda, maka kelak tempat kembalinya juga berbeda.

Di sinilah letak persimpangan yang sesungguhnya.

Persimpangan antara kehidupan yang hanya berakhir di dunia dan kehidupan yang terus berlanjut menuju Hari Pembalasan.

Persimpangan antara menjadi hamba dunia atau menjadi hamba Allah.

Itulah sebabnya Allah memperkenalkan diri-Nya dalam Surah Al-Fatihah dengan dua sifat yang saling melengkapi: Ar-Rahman Ar-Rahim, yang menghadirkan harapan, dan Maliki Yaumid Din, yang menghadirkan tanggung jawab. Dengan keduanya, seorang mukmin menjalani hidup dalam keseimbangan antara cinta, harapan, rasa takut, dan keyakinan kepada Allah.


Sumber;
Sayid Qutb, Tafsir Fizilalil Qur'an, GIP, 2008, Hal. 28-30

0 komentar:

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Baqarah (1) Al-Qur'an (362) Al-Qur’an (49) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) An-Nadwi (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bahaya Kemunduran Umat Islam (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (53) Cerita kegagalan (1) cerpen Nabi (8) cerpen Nabi Musa (2) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) dakwah (8) Dakwah (2) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) english (6) English (6) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fiqh (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (7) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) hikmah (1) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) Islam (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) kecerdasan (19) Kecerdasan (319) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Hadist (4) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) kisah para nabi dan (2) kisah para nabi dan rasul (51) kisah para Nabi dan Rasul (1) Kisah para nabi dan rasul (102) Kisah Para Nabi dan Rasul (577) kisah para nabi dan rasul. Nabi Daud (1) kisah para nabi dan rasul. nabi Musa (2) Kisah Penguasa (1) Kisah ulama (1) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (71) Nabi Ayub (1) Nabi Daud (3) Nabi Ibrahim (3) Nabi Isa (2) nabi Isa. nabi ismail (1) Nabi Ismail (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Khidir (1) Nabi Musa (29) Nabi Nuh (6) Nabi Sulaiman (2) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (15) Namrudz (2) Nasrulloh Baksolahar (1) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) nusantara (5) Nusantara (266) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (662) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rasulullah shalallahu alaihi wassalam (1) Rehat (493) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) Sahabat (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) Salimul Aqidah (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (299) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah penguasa (11) Sirah Penguasa (248) sirah Sahabat (2) Sirah Sahabat (171) Sirah Tabiin (43) Sirah ulama (33) Sirah Ulama (158) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tamim Ad Dari (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Wakaf (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)