basmalah Pictures, Images and Photos
Bekal Menempuh Jalan yang Panjang - Our Islamic Story

Choose your Language

Bekal Menempuh Jalan yang Panjang «"Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan dengan sabar dan shalat. Sesungguh...

Bekal Menempuh Jalan yang Panjang

Bekal Menempuh Jalan yang Panjang



«"Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar."
(QS. Al-Baqarah: 153)»

Mengapa Allah berulang kali memerintahkan kesabaran dalam Al-Qur'an?

Karena Allah mengetahui hakikat perjalanan seorang mukmin. Jalan menuju ridha-Nya bukanlah jalan yang selalu lapang. Istikamah membutuhkan tenaga, pengorbanan, dan keteguhan hati. Di sepanjang perjalanan itu selalu ada ujian, tekanan, godaan, dan hambatan yang datang silih berganti.

Terlebih lagi bagi mereka yang mengemban amanah dakwah. Jalan ini sering kali dipenuhi penolakan, fitnah, intimidasi, bahkan hukuman yang menguras tenaga lahir dan batin. Karena itulah kesabaran bukan sekadar anjuran, melainkan bekal yang mutlak diperlukan.

Sabar itu memiliki banyak wajah. Sabar dalam menaati Allah. Sabar meninggalkan maksiat. Sabar menghadapi kesulitan karena mempertahankan kebenaran. Sabar menghadapi fitnah dan tipu daya manusia. Sabar menanti datangnya pertolongan Allah. Sabar ketika penolong sedikit dan musuh terasa begitu banyak. Sabar saat perjalanan terasa panjang hingga muncul keraguan dalam hati. Sabar menghadapi kelemahan diri sendiri, sekaligus sabar menghadapi kerasnya kedurhakaan manusia.

Namun, muncul pertanyaan lain. Bukankah kesabaran manusia ada batasnya?

Benar. Pada saat tenaga mulai melemah dan hati mulai letih, Allah tidak hanya memerintahkan sabar. Allah juga memerintahkan shalat.

Mengapa shalat?

Karena shalat adalah sumber kekuatan yang tidak pernah habis. Ia adalah bekal yang terus diperbarui. Shalat menyegarkan hati yang lelah, menghidupkan kembali semangat yang mulai padam, dan menghubungkan seorang hamba dengan Dzat Yang Mahakuat.

Kesabaran mungkin melemah, tetapi shalat mempertebal kesabaran itu. Dari shalat lahir ketenangan. Dari ketenangan tumbuh keyakinan. Dari keyakinan lahirlah keteguhan untuk terus melangkah.

Bukankah manusia pada hakikatnya lemah?

Sehebat apa pun seseorang, ia tetap memiliki batas kemampuan. Akan tiba saatnya seluruh ikhtiar telah dilakukan, tetapi persoalan belum juga terselesaikan. Pada titik itulah seorang mukmin menyandarkan dirinya kepada kekuatan Allah Yang Mahabesar.

Ia memohon pertolongan ketika menghadapi keburukan yang tampak maupun yang tersembunyi. Ia memohon kekuatan ketika hawa nafsu mengajak kepada kesenangan dunia. Ia memohon keteguhan ketika jalan dakwah terasa sunyi, ketika kejahatan tampak semakin meluas, sementara cahaya kebaikan seolah redup dan harapan tampak samar di kejauhan.

Di sinilah nilai shalat menjadi begitu agung.

Shalat adalah hubungan langsung antara makhluk yang lemah dengan Rabb Yang Mahakuasa. Ia adalah saat-saat terbaik ketika rahmat Allah mengalir kepada hamba-Nya tanpa henti. Ia adalah pintu menuju perbendaharaan karunia yang tidak pernah kering.

Shalat mengangkat manusia dari dunia yang sempit menuju keluasan rahmat Allah. Ia menjadi penyejuk bagi jiwa yang terbakar oleh berbagai persoalan kehidupan. Ia menjadi naungan ketika hati kepanasan oleh tekanan dan kegelisahan. Ia menjadi sentuhan kasih sayang Allah kepada hati yang letih.

Tidak mengherankan apabila Rasulullah ï·º setiap kali menghadapi kesulitan segera mendirikan shalat. Beliau berkata kepada Bilal,

«"Wahai Bilal, hiburlah kami dengan shalat."»

Beliau tidak menjadikan shalat sebagai pelarian dari masalah, tetapi sebagai sumber kekuatan untuk menghadapi masalah.

Inilah salah satu rahasia besar manhaj Islam.

Islam bukan hanya mengajarkan perjuangan, tetapi juga menyediakan bekal ruhani agar perjuangan itu dapat dijalani hingga akhir. Ibadah bukan sekadar kewajiban, melainkan penguat jiwa, penjernih hati, dan pengisi kembali energi keimanan.

Karena itulah, ketika Allah hendak mempersiapkan Rasulullah ï·º memikul amanah terbesar dalam sejarah, Allah tidak terlebih dahulu memerintahkannya menyusun strategi atau mengumpulkan pengikut. Allah justru memerintahkannya untuk memperbanyak ibadah malam.

«"Wahai orang yang berselimut! Bangunlah untuk shalat pada malam hari, kecuali sedikit. Seperduanya atau kurangilah sedikit, atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al-Qur'an dengan tartil. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat."
(QS. Al-Muzzammil: 1–5)»

Mengapa qiyamul lail didahulukan sebelum amanah yang berat?

Karena hati yang kuat lahir dari kedekatan dengan Allah. Qiyamul lail dan tilawah Al-Qur'an menyiapkan ruh untuk memikul beban dakwah, menguatkan hubungan dengan Allah, melapangkan dada, menerangi hati, serta menghadirkan ketenangan dalam menghadapi berbagai kesulitan.

Maka tidak mengherankan apabila Allah memerintahkan kaum mukminin, ketika berada dalam kesempitan, agar bersabar dan mendirikan shalat.

Kemudian Allah menutup ayat ini dengan kalimat yang menjadi sumber harapan sepanjang zaman,

«"Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar."»

Apa makna kebersamaan Allah itu?

Bukan sekadar mengetahui keadaan mereka. Allah menguatkan mereka ketika tenaga melemah. Allah meneguhkan mereka ketika hati mulai goyah. Allah menghibur mereka ketika merasa sendiri. Allah mengawasi langkah mereka dan tidak membiarkan mereka berjalan hanya dengan kemampuan dirinya yang terbatas.

Perhatikan pula keindahan susunan ayat ini. Allah membuka dengan panggilan penuh kasih,

«"Wahai orang-orang yang beriman..."»

Lalu menutupnya dengan jaminan yang menenangkan,

«"Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar."»

Seakan-akan Allah berkata, "Jangan takut berjalan di jalan-Ku. Selama engkau bersabar, engkau tidak pernah sendirian."

Karena itulah, Rasulullah ï·º berkali-kali menanamkan nilai kesabaran kepada para sahabat.

Ketika Khabbab bin Al-Aratt r.a. mengeluhkan beratnya siksaan kaum musyrik, Nabi ï·º mengingatkan bagaimana umat-umat terdahulu digergaji tubuhnya dan disisir dengan sisir besi hingga daging terkelupas dari tulang, namun mereka tetap teguh memegang agama. Lalu beliau bersabda,

«"Demi Allah, Allah pasti akan menyempurnakan urusan ini... Akan tetapi, kalian tergesa-gesa."
(HR. Bukhari, Abu Dawud, dan An-Nasa'i)»

Pesannya jelas. Pertolongan Allah pasti datang, tetapi setiap kemenangan memiliki waktunya sendiri.

Demikian pula Ibnu Mas'ud r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah ï·º menceritakan seorang nabi yang dipukuli kaumnya hingga wajahnya berlumuran darah. Sambil mengusap darah itu, beliau berdoa,

«"Ya Allah, ampunilah kaumku, karena mereka tidak mengetahui."
(HR. Bukhari dan Muslim)»

Inilah puncak kesabaran: tetap mendoakan orang yang menyakiti.

Rasulullah ï·º juga bersabda,

«"Seorang muslim yang bergaul dengan manusia dan bersabar atas gangguan mereka lebih baik daripada orang yang tidak bergaul dengan manusia dan tidak bersabar atas gangguan mereka."
(HR. At-Tirmidzi)»

Kesabaran bukan berarti menjauh dari manusia. Justru kesabaran diuji ketika kita hidup di tengah masyarakat, menghadapi berbagai karakter, lalu tetap memilih akhlak yang baik.

Pada akhirnya, jalan perjuangan tidak pernah dijanjikan mudah. Yang dijanjikan Allah bukanlah bebas dari ujian, melainkan kebersamaan-Nya bagi orang-orang yang bersabar. Selama seorang mukmin menjaga kesabarannya dan terus menguatkannya dengan shalat, ia tidak pernah berjalan sendirian. Allah senantiasa membersamainya, menguatkannya, dan membimbingnya hingga mencapai kemenangan yang telah Allah tetapkan.


Sumber:
Sayid Qutb, Tafsir Fizilalil Qur'an, GIP, 2008, Hal. 170-171

0 komentar:

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Baqarah (1) Al-Qur'an (362) Al-Qur’an (49) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) An-Nadwi (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bahaya Kemunduran Umat Islam (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (53) Cerita kegagalan (1) cerpen Nabi (8) cerpen Nabi Musa (2) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) dakwah (8) Dakwah (2) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) english (6) English (6) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fiqh (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (7) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) hikmah (1) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) Islam (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) kecerdasan (19) Kecerdasan (319) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Hadist (4) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) kisah para nabi dan (2) kisah para nabi dan rasul (51) kisah para Nabi dan Rasul (1) Kisah para nabi dan rasul (102) Kisah Para Nabi dan Rasul (577) kisah para nabi dan rasul. Nabi Daud (1) kisah para nabi dan rasul. nabi Musa (2) Kisah Penguasa (1) Kisah ulama (1) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (71) Nabi Ayub (1) Nabi Daud (3) Nabi Ibrahim (3) Nabi Isa (2) nabi Isa. nabi ismail (1) Nabi Ismail (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Khidir (1) Nabi Musa (29) Nabi Nuh (6) Nabi Sulaiman (2) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (15) Namrudz (2) Nasrulloh Baksolahar (1) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) nusantara (5) Nusantara (266) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (662) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rasulullah shalallahu alaihi wassalam (1) Rehat (493) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) Sahabat (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) Salimul Aqidah (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (299) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah penguasa (11) Sirah Penguasa (248) sirah Sahabat (2) Sirah Sahabat (171) Sirah Tabiin (43) Sirah ulama (33) Sirah Ulama (158) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tamim Ad Dari (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Wakaf (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)