basmalah Pictures, Images and Photos
Mendidik Anak: Belajar dari Cara Al-Qur'an Berdialog dengan Bani Israil - Our Islamic Story

Choose your Language

Mendidik Anak: Belajar dari Cara Al-Qur'an Berdialog dengan Bani Israil Mengapa Surah Al-Baqarah begitu panjang berbicara te...

Mendidik Anak: Belajar dari Cara Al-Qur'an Berdialog dengan Bani Israil

Mendidik Anak: Belajar dari Cara Al-Qur'an Berdialog dengan Bani Israil

Mengapa Surah Al-Baqarah begitu panjang berbicara tentang Bani Israil?

Mengapa Allah tidak langsung menegur kesalahan mereka?

Mengapa sebelum menyebut berbagai penyimpangan, Allah terlebih dahulu mengingatkan nikmat-nikmat yang pernah diberikan?

Pertanyaan-pertanyaan ini mengandung pelajaran besar bagi siapa pun yang mendidik manusia, terutama orang tua yang menghadapi anak dengan karakter keras, kritis, atau cenderung memberontak.

Anak seperti ini sering kali bukan kekurangan kecerdasan. Mereka justru memiliki kemauan yang kuat. Masalahnya, energi yang besar itu kadang bergerak tanpa arah yang benar.

Karena itu, menghadapi mereka tidak cukup dengan perintah, ancaman, atau hukuman. Diperlukan pendekatan yang mampu menyentuh hati sekaligus mengajak mereka berpikir.

Menariknya, pola seperti itulah yang terlihat dalam Surah Al-Baqarah.

1. Mulailah dengan Mengingatkan Kasih Sayang, Bukan Kesalahan

Perhatikan bagaimana Allah memulai dialog dengan Bani Israil:

"Wahai Bani Israil! Ingatlah nikmat-Ku yang telah Aku berikan kepadamu..." (QS. Al-Baqarah: 40)

Allah tentu mengetahui seluruh kesalahan mereka. Namun yang pertama kali diingatkan bukanlah dosa, melainkan nikmat.

Mengapa?

Karena hati manusia lebih mudah menerima koreksi ketika ia merasa dihargai.

Begitu pula anak.

Ketika seorang anak sudah terbiasa mendengar kritik, ia akan membangun tembok pertahanan. Setiap nasihat terdengar seperti serangan.

Maka sebelum berbicara tentang kesalahannya, ingatkan terlebih dahulu kebaikan yang ada pada dirinya.

"Ayah masih ingat ketika kamu membantu temanmu yang kesulitan."

"Ibu bangga karena sebenarnya kamu anak yang memiliki kepedulian besar."

Kalimat-kalimat seperti ini bukan pujian kosong.

Ini adalah cara mengingatkan anak tentang sisi terbaik dirinya yang mungkin sedang ia lupakan.

2. Ingatkan Identitas, Bukan Sekadar Aturan

Setelah mengingatkan nikmat, Allah mengajak Bani Israil kembali kepada identitas mereka sebagai pewaris risalah para nabi.

Masalah utama mereka bukan kurangnya aturan.

Mereka kehilangan arah identitas.

Hal yang sama sering terjadi pada anak.

Ketika orang tua hanya berkata:

"Jangan lakukan itu."

"Pokoknya ikut aturan."

Anak mungkin patuh sesaat, tetapi belum tentu memahami alasan di baliknya.

Sebaliknya, cobalah mengajak mereka melihat dirinya sendiri.

"Kamu selalu mengatakan bahwa kejujuran itu penting, bukan?"

"Kalau begitu, apakah tindakan ini sesuai dengan nilai yang kamu yakini?"

Saat itu yang berbicara bukan lagi otoritas orang tua, melainkan suara hati mereka sendiri.

3. Ceritakan Kembali Sejarah Kasih Sayang

Salah satu pola menarik dalam kisah Bani Israil adalah pengulangan berbagai nikmat dan pertolongan Allah sepanjang sejarah mereka.

Allah mengingatkan bagaimana mereka diselamatkan, ditolong, dan diberi kesempatan berulang kali.

Bukan untuk mempermalukan.

Tetapi untuk membangkitkan kesadaran.

Begitu pula dalam mendidik anak.

Jangan gunakan masa lalu sebagai senjata.

Gunakan masa lalu sebagai pengingat bahwa mereka tidak pernah berjalan sendirian.

"Ingat saat kamu gagal dulu? Kita hadapi bersama."

"Ingat ketika kamu merasa tidak mampu? Kita sama-sama berusaha sampai akhirnya berhasil."

Pesan yang ingin disampaikan bukan:

"Kamu berutang budi kepada kami."

Melainkan:

"Kami selalu percaya kepadamu, bahkan ketika kamu sendiri meragukan dirimu."

4. Koreksi Perilaku, Jangan Hancurkan Jati Diri

Kesalahan terbesar yang sering terjadi dalam mendidik adalah mencampuradukkan perilaku dengan identitas.

Anak melakukan kesalahan sekali.

Lalu ia diberi label:

"Kamu memang nakal."

"Kamu memang pembangkang."

"Kamu memang tidak bisa diatur."

Padahal label yang terus diulang lambat laun akan dipercaya oleh anak.

Surah Al-Baqarah menunjukkan pendekatan berbeda.

Allah mengkritik perbuatan mereka tanpa menghapus identitas mereka sebagai Bani Israil.

Pelajarannya jelas:

Pisahkan antara pelaku dan perilakunya.

Katakan:

"Tindakan ini tidak baik."

Bukan:

"Kamu anak yang buruk."

Katakan:

"Perbuatan ini tidak mencerminkan dirimu yang sebenarnya."

Bukan:

"Kamu memang selalu seperti ini."

Dengan cara itu, harga diri anak tetap terjaga, sementara perilakunya tetap dapat dikoreksi.

5. Kembalikan kepada Akar dan Tujuan Besarnya

Pada akhirnya, Bani Israil selalu diajak kembali kepada warisan Nabi Ibrahim.

Artinya, mereka diajak mengingat akar dan tujuan besar yang pernah mereka miliki.

Anak-anak juga membutuhkan hal yang sama.

Mereka perlu diingatkan bahwa hidup mereka lebih besar daripada masalah yang sedang mereka hadapi.

Lebih besar daripada kemarahan sesaat.

Lebih besar daripada pemberontakan yang sedang mereka tunjukkan.

"Ingat cita-citamu dulu?"

"Ingat seperti apa pribadi yang ingin kamu bangun?"

"Ingat nilai-nilai yang selalu kita perjuangkan sebagai keluarga?"

Pertanyaan seperti ini sering kali jauh lebih kuat daripada seribu larangan.

Karena manusia bergerak oleh makna, bukan semata-mata oleh aturan.

Penyadaran, Bukan Penundukan

Mungkin inilah pelajaran terbesar yang bisa dipetik dari cara Allah berdialog dengan Bani Israil.

Tujuan pendidikan bukanlah memenangkan perdebatan.

Bukan pula menunjukkan siapa yang paling berkuasa.

Tujuannya adalah menyadarkan.

Mengembalikan seseorang kepada jati dirinya yang terbaik.

Karena itu, ketika menghadapi anak yang sedang memberontak, jangan buru-buru melihatnya sebagai musuh yang harus ditaklukkan.

Lihatlah ia sebagai anak yang sedang kehilangan arah.

Tugas orang tua bukan menghancurkan harga dirinya, melainkan menyalakan kembali cahaya yang pernah ada dalam dirinya.

Mulailah dengan kasih sayang.

Bangun kembali identitasnya.

Ingatkan sejarah kebaikannya.

Koreksi perilakunya tanpa merusak martabatnya.

Lalu ajak ia kembali kepada tujuan hidup yang lebih besar.

Bukankah itulah cara Allah membimbing Bani Israil dalam Surah Al-Baqarah?

0 komentar:

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Baqarah (1) Al-Qur'an (362) Al-Qur’an (11) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) An-Nadwi (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bahaya Kemunduran Umat Islam (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (53) Cerita kegagalan (1) cerpen Nabi (8) cerpen Nabi Musa (2) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) dakwah (8) Dakwah (2) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) english (6) English (6) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fiqh (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (7) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) hikmah (1) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) Islam (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) kecerdasan (2) Kecerdasan (263) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Hadist (4) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) kisah para nabi dan (2) kisah para nabi dan rasul (16) kisah para Nabi dan Rasul (1) Kisah para nabi dan rasul (7) Kisah Para Nabi dan Rasul (577) kisah para nabi dan rasul. Nabi Daud (1) kisah para nabi dan rasul. nabi Musa (2) Kisah Penguasa (1) Kisah ulama (1) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (71) Nabi Ayub (1) Nabi Daud (3) Nabi Ibrahim (3) Nabi Isa (2) nabi Isa. nabi ismail (1) Nabi Ismail (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Khidir (1) Nabi Musa (29) Nabi Nuh (6) Nabi Sulaiman (2) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (15) Namrudz (2) Nasrulloh Baksolahar (1) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) nusantara (3) Nusantara (249) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (647) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rasulullah shalallahu alaihi wassalam (1) Rehat (493) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) Sahabat (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) Salimul Aqidah (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (263) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah penguasa (6) Sirah Penguasa (243) sirah Sahabat (2) Sirah Sahabat (160) Sirah Tabiin (43) Sirah ulama (23) Sirah Ulama (157) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tamim Ad Dari (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Wakaf (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)