basmalah Pictures, Images and Photos
Our Islamic Story

Choose your Language

Cara Utbah bin Al-Ghulam Mengelola Hasil Penjualan Daun Kurma Utbah bin Al-Ghulam dikenal sebagai sosok yang menjunjung tinggi k...

Cara Utbah bin Al-Ghulam Mengelola Hasil Penjualan Daun Kurma


Utbah bin Al-Ghulam dikenal sebagai sosok yang menjunjung tinggi kemandirian. Ia pernah berkata, “Aku tidak salut kepada orang yang tidak memiliki pekerjaan.”

Prinsip itu tidak berhenti pada ucapan, tetapi tercermin dalam cara ia menjalani kehidupan sehari-hari.

Seorang ulama, Abu Umar Al-Bashri, meriwayatkan bahwa modal usaha Utbah sangat sederhana—hanya satu peser. Dengan modal itu, ia membeli daun kurma, lalu menjualnya hingga memperoleh tiga peser.

Namun yang menarik bukan sekadar bagaimana ia berdagang, melainkan bagaimana ia mengelola hasilnya.

Setiap hari, tiga peser itu dibagi dengan disiplin:

Satu peser ia sedekahkan,

Satu peser ia gunakan untuk kebutuhan makan,

Dan satu peser ia putar kembali sebagai modal usaha.


Pola ini menunjukkan keseimbangan yang jarang: antara ibadah, kebutuhan hidup, dan keberlanjutan usaha. Tidak ada yang dihabiskan seluruhnya, tidak pula ditahan semuanya untuk diri sendiri.

Dari praktik sederhana ini, tampak bahwa kemandirian dalam Islam bukan hanya soal bekerja, tetapi juga tentang bagaimana mengelola hasilnya dengan penuh kesadaran—menghidupkan diri, membantu orang lain, dan menjaga kesinambungan usaha.

Sumber;
Adz-Dzahabi, Siyar A'lam An-Nubala, Pustaka Azzam, 2008

Lebih Menyukai Menjadi Storyteller Abu Idris al-Khawlani—yang bernama lengkap A’idzu billah bin Abdullah—adalah seorang ulama ta...


Lebih Menyukai Menjadi Storyteller

Abu Idris al-Khawlani—yang bernama lengkap A’idzu billah bin Abdullah—adalah seorang ulama tabi’in terkemuka di wilayah Syam. Ia dikenal sebagai ahli fikih, qadhi (hakim), sekaligus perawi hadis yang terpercaya.

Ia lahir pada tahun Fathu Makkah, ia berguru kepada para sahabat besar seperti Abu Dzar al-Ghifari, Hudzaifah bin al-Yaman, dan Abu Darda. Riwayatnya pun tercatat dalam kitab-kitab hadis utama seperti Shahih Bukhari dan Muslim.

Salah satu sisi menarik dari kepribadiannya adalah kecintaannya pada penyampaian kisah—sebuah metode dakwah yang hidup dan menggerakkan hati.

Dikisahkan oleh ayahnya Khalid bin Yazid bin Abdul Malik, “Kami pernah duduk bersama Abu Idris al-Khawlani, lalu ia mulai bercerita kepada kami.”

Pada suatu majelis, ia mengisahkan berbagai peperangan yang terjadi pada masa Nabi Muhammad. Ceritanya mengalir rinci dan penuh penghayatan. Hingga salah seorang yang hadir bertanya, “Apakah engkau ikut dalam peperangan itu?”

Abu Idris menjawab singkat, “Tidak.”

Namun orang itu terkejut dan berkata, “Aku ikut langsung dalam peperangan itu bersama Rasulullah, tetapi engkau lebih hafal dan lebih rinci dalam menceritakannya daripada aku sendiri.”

Kisah ini menunjukkan bahwa kekuatan Abu Idris bukan pada pengalaman langsung, tetapi pada kedalaman ilmu dan kemampuannya menghidupkan sejarah melalui tutur kata.

Dalam riwayat lain, Abdul Malik bin Marwan pernah mencopot Abu Idris dari perannya sebagai penyampai kisah dan mengangkatnya menjadi hakim. Namun keputusan itu justru membuatnya gelisah. Ia berkata, “Apakah kalian tega menjauhkan diriku dari sesuatu yang aku cintai, lalu menempatkanku pada sesuatu yang tidak aku sukai?”

Pernyataan ini menyingkap sisi batin seorang ulama: bahwa baginya, menyampaikan ilmu dengan cara bercerita bukan sekadar aktivitas, tetapi panggilan jiwa.

Menurut Al-Walid bin Muslim, Abu Idris adalah sosok pencerita masa lalu yang memiliki kedudukan tinggi dalam ilmu dan amal. Ia tidak sekadar meriwayatkan, tetapi menghidupkan kembali makna sejarah dalam hati para pendengarnya.

Dari sini tampak bahwa storytelling bukan sekadar seni berbicara, tetapi metode pendidikan—yang mampu mengikat ilmu, emosi, dan keteladanan dalam satu rangkaian yang utuh.

Sumber:
Adz-Dzahabi, Siyar A'lam An-Nubala, Pustaka Azzam, 2008

Karakter Pejuang Palestina yang Ditakuti oleh Yahudi  Pada suatu ketika, seorang tentara Mesir yang bernama Mayor Ma'ruf Hud...


Karakter Pejuang Palestina yang Ditakuti oleh Yahudi 


Pada suatu ketika, seorang tentara Mesir yang bernama Mayor Ma'ruf Hudhari menjadi tawanan perang Yahudi. Seorang panglima Yahudi berkata kepadanya,

"Sebenarnya kami tidak takut dengan tentara negara-negara Arab, yang kami takutkan adalah pejuang Palestina yang meneriakan Allahu Akbar."

Mayor Ma'ruf Hudhari bertanya ulang,

"Mengapa takut kepada mereka, bukankah kemampuan tempur dan peralatan mereka sangat sederhana?"

Panglima Yahudi menjawab,

"Ya, kami tidak takut dengan senjata dan peluru mereka. Kami hanya takut karena persoalan yang sangat penting. Dimana, Yahudi datang dari berbagai penjuru dunia ke Palestina untuk mencari kehidupan, sedang para pejuang Palestina berjuang untuk mengejar kematian."

Sang panglima Yahudi pun menutup pembicaraan dengan kalimat,

"Bagaimana mungkin kami tidak takut dengan para pejuang seperti mereka?"

Saat komandan tentara Inggris memperhatikan jasad-jasad pejuang Palestina yang semuanya syahid dengan peluru yang tembus dari dada-dada mereka, sang komandan Inggris pun berkata,

"Jika saya memiliki 3.000 tentara segagah dan seberani mereka, maka pasti saya akan dapat memenangkan semua pertempuran."

Sumber:
Yusuf Al-Qardhawi, Sang Pelita Umat, Pustaka Al-Kautsar, 2023

Saat Umar bin Khattab Selesai Menghafal Surat Al-Baqarah Tsabit bin Bunani berkisah bahwa setiap kali Anas bin Malik mengkhatamk...

Saat Umar bin Khattab Selesai Menghafal Surat Al-Baqarah

Tsabit bin Bunani berkisah bahwa setiap kali Anas bin Malik mengkhatamkan Al-Qur’an, ia memanggil anak-anak dan keluarganya, lalu berdoa bersama. Khataman menjadi momen kebersamaan sekaligus ungkapan syukur atas nikmat Al-Qur’an.

Adapun Umar bin Khattab memiliki cara tersendiri dalam mengekspresikan rasa syukur. Ketika beliau tuntas menghafal Surah Al-Baqarah, ia menyembelih seekor sapi sebagai bentuk syukur atas anugerah Allah.

Tradisi syukur atas pencapaian dalam Al-Qur’an ini juga tampak dalam budaya kaum Muslimin di Mesir. Pada masa kecil Yusuf al-Qaradawi, khataman Al-Qur’an dirayakan dengan tasyakuran. Ada khataman kecil saat seseorang selesai membaca Surah Al-Baqarah, dan khataman besar ketika berhasil menamatkan seluruh Al-Qur’an.

Dengan demikian, dari generasi sahabat hingga ulama, khataman Al-Qur’an tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga momentum syukur yang dirayakan bersama.

Sumber;
Yusuf Al-Qardhawi, Sang Pelita Umat, Pustaka Al-Kautsar, 2023

Susunan Surat dalam Menghafal Al-Qur’an: Belajar dari Gurunya Syeikh Yusuf al-Qaradawi Yusuf al-Qaradawi menceritakan metode gur...

Susunan Surat dalam Menghafal Al-Qur’an: Belajar dari Gurunya Syeikh Yusuf al-Qaradawi

Yusuf al-Qaradawi menceritakan metode gurunya, Hamid, dalam membimbing hafalan Al-Qur’an berdasarkan urutan surat yang sistematis.

Tahap pertama dimulai dari Juz Amma (juz 30), dengan metode terbalik: dari Surah An-Nas, lalu Surah Al-Falaq, terus mundur hingga Surah An-Naba.

Setelah itu, hafalan dilanjutkan ke Juz Tabarak, kemudian Juz Qad Sami'a, dan berikutnya Surah Adz-Dzariyat dengan pola terbalik. Dari sini, hafalan berlanjut ke Surah An-Najm.

Selanjutnya, berpindah ke Surah Al-An'am hingga khatam pada bagian tersebut. Setelah itu, urutan hafalan berlanjut ke Surah Al-Ma'idah, kemudian Surah An-Nisa, Surah Ali 'Imran, dan terakhir Surah Al-Baqarah.

Setelah seluruh rangkaian hafalan ini selesai, dilakukan tasyakuran sebagai ungkapan syukur atas pencapaian dalam menghafal Al-Qur’an.

Sumber:
Yusuf Al-Qardhawi, Sang Pelita Umat, Pustaka Al-Kautsar, 2023

Menjadi Pribadi yang Berpengaruh Pribadi yang berpengaruh lahir dari kepemimpinan yang bersih, penghayatan yang dalam, dan kemam...

Menjadi Pribadi yang Berpengaruh

Pribadi yang berpengaruh lahir dari kepemimpinan yang bersih, penghayatan yang dalam, dan kemampuan yang matang.

Ia dianugerahi kekuatan iman yang mendalam. Dari sanalah lahir pengaruh yang tidak dibuat-buat—pengaruh yang mampu menyentuh hati para pendengarnya. Pancaran iman itu mengalir, menembus kata-kata, lalu menetap di hati orang-orang di sekelilingnya.

Memang, hanya orang yang memiliki kalbu yang hidup yang mampu menghidupkan hati orang lain. Seruannya bukan sekadar terdengar, tetapi terasa.

Sebaliknya, hati yang beku tidak akan mampu menghidupkan siapa pun. Ia mungkin berbicara, tetapi tanpa daya menggerakkan.

Seperti seorang ibu: ibu yang tertidur tidak akan mampu menenangkan anaknya. Berbeda dengan ibu yang terjaga—ia bukan hanya hadir, tetapi juga menghidupkan ketenangan.

Begitulah pengaruh sejati: lahir dari hati yang hidup, lalu menghidupkan.

Sumber;
Yusuf Al-Qardhawi, Sistem Pendidikan Ikhwanul Muslimin, Dewan Dakwah, 1988

Tujuan Tarbiyah Diri Tarbiyah memang membentuk seorang Muslim yang menjaga shalat, puasa, zikir, dan doa. Namun, tujuan tarbiyah...

Tujuan Tarbiyah Diri

Tarbiyah memang membentuk seorang Muslim yang menjaga shalat, puasa, zikir, dan doa. Namun, tujuan tarbiyah tidak berhenti pada titik ini.

Tarbiyah diri seharusnya melahirkan pribadi yang bergairah—yang hatinya mampu merasakan apa yang dirasakan oleh masyarakat di sekitarnya. Kegairahan itu tidak berhenti sebagai perasaan, tetapi diolah menjadi motivasi yang sehat untuk bekerja dan mendorong perubahan.

Pribadi yang ditarbiyah tidak mudah menyerah pada keadaan. Ia tidak larut dalam keluhan atau sekadar menyesali nasib. Sebaliknya, ia bangkit dan berdaya upaya untuk mengubah kenyataan sesuai dengan perintah Allah.

Ia tidak menolak qadar, tetapi juga tidak menjadikannya alasan untuk berdiam diri. Ia terus menjalankan risalah, mengabdi kepada umat, serta menumbuhsuburkan tradisi yang berlandaskan ketuhanan, kemanusiaan, dan moralitas.

Dengan demikian, tarbiyah diri bukan hanya membentuk ibadah personal, tetapi juga melahirkan kekuatan untuk menghadirkan perubahan yang nyata.


Sumber:
Yusuf Al-Qardhawi, Sistem Pendidikan Ikhwanul Muslimin, Dewan Dakwah, 1988

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Baqarah (1) Al-Qur'an (362) Al-Qur’an (31) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) An-Nadwi (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bahaya Kemunduran Umat Islam (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (53) Cerita kegagalan (1) cerpen Nabi (8) cerpen Nabi Musa (2) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) dakwah (8) Dakwah (2) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) english (6) English (6) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fiqh (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (7) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) hikmah (1) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) Islam (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) kecerdasan (18) Kecerdasan (311) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Hadist (4) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) kisah para nabi dan (2) kisah para nabi dan rasul (43) kisah para Nabi dan Rasul (1) Kisah para nabi dan rasul (65) Kisah Para Nabi dan Rasul (577) kisah para nabi dan rasul. Nabi Daud (1) kisah para nabi dan rasul. nabi Musa (2) Kisah Penguasa (1) Kisah ulama (1) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (71) Nabi Ayub (1) Nabi Daud (3) Nabi Ibrahim (3) Nabi Isa (2) nabi Isa. nabi ismail (1) Nabi Ismail (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Khidir (1) Nabi Musa (29) Nabi Nuh (6) Nabi Sulaiman (2) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (15) Namrudz (2) Nasrulloh Baksolahar (1) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) nusantara (5) Nusantara (265) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (651) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rasulullah shalallahu alaihi wassalam (1) Rehat (493) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) Sahabat (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) Salimul Aqidah (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (290) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah penguasa (11) Sirah Penguasa (245) sirah Sahabat (2) Sirah Sahabat (169) Sirah Tabiin (43) Sirah ulama (26) Sirah Ulama (158) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tamim Ad Dari (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Wakaf (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)