Apapun Masalahnya, Shalat-lah
Ketika Rasulullah ï·º ditimpa rasa takut, beliau segera mendirikan shalat. Dalam sebuah sabda, beliau menyatakan,
“Dijadikan ketenanganku dalam shalat.”
Shalat bagi Rasulullah ï·º bukan sekadar kewajiban, tetapi tempat kembali—ruang untuk menenangkan hati dan menata kembali kekuatan jiwa.
Karena itu, ketika hati terasa sempit, masalah terasa rumit, dan tipu muslihat datang dari berbagai arah, maka bersegeralah menuju shalat.
Ketika hari-hari terasa gelap, malam-malam mencekam, dan orang-orang di sekitar mulai berpaling, maka shalat menjadi tempat berlindung yang paling aman.
Dalam berbagai urusan besar, Rasulullah ï·º selalu menjadikan shalat sebagai penopang ketenangan. Hal itu tampak dalam momen-momen penting seperti Perang Badar, Ahzab, Tabuk, dan berbagai kesempatan lainnya.
Dari sini kita belajar, bahwa shalat bukan hanya ibadah, tetapi juga sumber kekuatan—tempat hati kembali tegak di tengah tekanan hidup.
Sumber:
Aidh Al-Qarni, La Tahzan, Qisthi Press, 2005
0 komentar: