Menjadi Pribadi yang Berpengaruh
Pribadi yang berpengaruh lahir dari kepemimpinan yang bersih, penghayatan yang dalam, dan kemampuan yang matang.
Ia dianugerahi kekuatan iman yang mendalam. Dari sanalah lahir pengaruh yang tidak dibuat-buat—pengaruh yang mampu menyentuh hati para pendengarnya. Pancaran iman itu mengalir, menembus kata-kata, lalu menetap di hati orang-orang di sekelilingnya.
Memang, hanya orang yang memiliki kalbu yang hidup yang mampu menghidupkan hati orang lain. Seruannya bukan sekadar terdengar, tetapi terasa.
Sebaliknya, hati yang beku tidak akan mampu menghidupkan siapa pun. Ia mungkin berbicara, tetapi tanpa daya menggerakkan.
Seperti seorang ibu: ibu yang tertidur tidak akan mampu menenangkan anaknya. Berbeda dengan ibu yang terjaga—ia bukan hanya hadir, tetapi juga menghidupkan ketenangan.
Begitulah pengaruh sejati: lahir dari hati yang hidup, lalu menghidupkan.
Sumber;
Yusuf Al-Qardhawi, Sistem Pendidikan Ikhwanul Muslimin, Dewan Dakwah, 1988
0 komentar: