Tujuan Tarbiyah Diri
Tarbiyah memang membentuk seorang Muslim yang menjaga shalat, puasa, zikir, dan doa. Namun, tujuan tarbiyah tidak berhenti pada titik ini.
Tarbiyah diri seharusnya melahirkan pribadi yang bergairah—yang hatinya mampu merasakan apa yang dirasakan oleh masyarakat di sekitarnya. Kegairahan itu tidak berhenti sebagai perasaan, tetapi diolah menjadi motivasi yang sehat untuk bekerja dan mendorong perubahan.
Pribadi yang ditarbiyah tidak mudah menyerah pada keadaan. Ia tidak larut dalam keluhan atau sekadar menyesali nasib. Sebaliknya, ia bangkit dan berdaya upaya untuk mengubah kenyataan sesuai dengan perintah Allah.
Ia tidak menolak qadar, tetapi juga tidak menjadikannya alasan untuk berdiam diri. Ia terus menjalankan risalah, mengabdi kepada umat, serta menumbuhsuburkan tradisi yang berlandaskan ketuhanan, kemanusiaan, dan moralitas.
Dengan demikian, tarbiyah diri bukan hanya membentuk ibadah personal, tetapi juga melahirkan kekuatan untuk menghadirkan perubahan yang nyata.
Sumber:
Yusuf Al-Qardhawi, Sistem Pendidikan Ikhwanul Muslimin, Dewan Dakwah, 1988
0 komentar: