basmalah Pictures, Images and Photos
Menimbang Koalisi atau Oposisi Kekuasaan? - Our Islamic Story

Choose your Language

Menimbang Koalisi atau Oposisi Kekuasaan? Apakah memilih berkoalisi atau menjadi oposisi merupakan persoalan halal dan haram? Ap...

Menimbang Koalisi atau Oposisi Kekuasaan?


Menimbang Koalisi atau Oposisi Kekuasaan?


Apakah memilih berkoalisi atau menjadi oposisi merupakan persoalan halal dan haram? Apakah pilihan politik itu sendiri menentukan surga atau neraka? Apakah setiap orang yang berada di dalam kekuasaan otomatis menjadi pendukung kezaliman?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut terus muncul setiap kali terjadi pergantian pemerintahan. Perdebatan sering berubah menjadi saling menghakimi. Mereka yang bergabung dengan pemerintah dituduh menjual idealisme, sedangkan mereka yang memilih oposisi dicap pembangkang. Padahal, Al-Qur'an menghadirkan gambaran yang jauh lebih kompleks.

Dalam perspektif Islam, persoalan koalisi dan oposisi pada dasarnya berada dalam ranah ijtihad siyasah (kebijakan politik), bukan persoalan akidah. Yang menjadi ukuran bukanlah posisi seseorang terhadap penguasa, melainkan apakah keberadaannya memperbesar kemaslahatan atau justru memperkuat kezaliman.

Batasnya ditegaskan Allah dalam firman-Nya:

«"Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan." (QS. Al-Ma'idah: 2)»

Ayat ini menjadi parameter utama. Berkoalisi dapat bernilai ibadah apabila digunakan untuk menghadirkan keadilan. Sebaliknya, oposisi pun dapat menjadi tercela apabila hanya bertujuan menjatuhkan lawan demi ambisi kekuasaan.

Ketika Orang Beriman Berada di Dalam Sistem

Al-Qur'an menghadirkan sejumlah tokoh yang justru menjadi agen perubahan dari dalam struktur kekuasaan.

Yang paling dikenal adalah Nabi Yusuf 'alaihissalam. Beliau menerima amanah mengelola perbendaharaan Mesir di bawah pemerintahan yang bukan pemerintahan Islam. Jabatan itu bukan tujuan, melainkan sarana menyelamatkan masyarakat dari bencana kelaparan.

Al-Qur'an juga mengabadikan kisah seorang mukmin dari keluarga Fir'aun yang menyembunyikan keimanannya. Ketika Fir'aun hendak membunuh Nabi Musa, orang beriman itu menggunakan pengaruhnya untuk membela kebenaran dan memperlambat kezaliman.

Demikian pula seorang laki-laki yang berlari dari ujung kota untuk memperingatkan Musa agar segera meninggalkan Mesir karena rencana pembunuhan telah disusun. Ada pula istri Fir'aun yang tetap menjaga keimanan di tengah istana paling zalim dalam sejarah.

Pertanyaan menarik pun muncul. Mengapa Allah tidak mencela keberadaan mereka di lingkungan kekuasaan Fir'aun?

Mengapa mereka tidak diposisikan sebagaimana istri Nabi Nuh dan istri Nabi Luth yang justru dihukum karena berpihak kepada kekafiran?

Jawabannya tampak jelas. Mereka berada di dalam sistem bukan untuk menopang kezaliman, tetapi untuk membatasi, menghambat, dan mengurangi dampaknya. Mereka tidak larut dalam kebatilan, tetapi memanfaatkan ruang yang tersedia demi membela kebenaran.

Ketika Oposisi Menjadi Jalan Kebenaran

Di sisi lain, sejarah Islam juga menunjukkan bahwa ada saat ketika sikap oposisi menjadi pilihan yang benar.

Imam Ahmad bin Hanbal menolak mengikuti doktrin penguasa dalam peristiwa Khalqul Qur'an. Beliau rela dipenjara dan disiksa demi mempertahankan akidah. Dalam kondisi seperti ini, kompromi bukan lagi ijtihad, melainkan pengkhianatan terhadap prinsip.

Karena itu, Islam tidak mengajarkan satu model hubungan dengan kekuasaan. Ada masa ketika masuk ke dalam sistem menjadi strategi terbaik, dan ada masa ketika berdiri di luar menjadi kewajiban moral.

Pelajaran dari Umar bin Abdul Aziz

Sejarah Dinasti Umayyah juga memberikan pelajaran penting.

Sebelum menjadi khalifah, Umar bin Abdul Aziz berada di lingkungan pemerintahan yang pada masa tertentu menggunakan tangan Al-Hajjaj ats-Tsaqafi untuk menumpas berbagai pemberontakan. Salah satu korbannya adalah Sa'id bin Jubair, seorang ulama besar yang gugur setelah mempertahankan prinsipnya.

Umar bin Abdul Aziz tidak mampu menghentikan seluruh kebijakan keras tersebut. Namun, beliau tidak berhenti memberi nasihat kepada penguasa. Ketika akhirnya memegang tampuk pemerintahan, beliau melakukan reformasi besar yang mengubah wajah kekhalifahan.

Keberadaannya di dalam sistem menjadi jalan lahirnya perubahan yang sebelumnya mustahil dilakukan dari luar.

Strategi Shalahuddin Al-Ayyubi

Contoh lain tampak pada perjalanan Shalahuddin Al-Ayyubi.

Atas arahan Nuruddin Zanki, ia memasuki struktur pemerintahan Dinasti Fatimiyah yang ketika itu bermazhab Syiah Ismailiyah. Tujuannya bukan memperkuat ideologi Fatimiyah, melainkan membangun persatuan umat Islam menghadapi Perang Salib.

Melalui legitimasi politik yang dimilikinya, Shalahuddin berhasil mengakhiri kekuasaan Fatimiyah, mempersatukan Mesir dan Syam, kemudian membebaskan Al-Quds.

Seandainya ia hanya berdiri sebagai oposisi di luar sistem, sejarah mungkin akan berjalan berbeda.

Masalahnya Bukan Posisi, tetapi Orientasi

Karena itu, pertanyaan yang seharusnya diajukan bukanlah:

"Apakah ia berkoalisi atau beroposisi?"

Melainkan:

- Apakah ia membela keadilan?
- Apakah ia mempersempit ruang gerak kezaliman?
- Apakah ia tetap menjaga integritas ketika berada di dalam kekuasaan?
- Apakah kritiknya lahir demi perbaikan, bukan sekadar perebutan kekuasaan?

Selama orientasinya adalah ishlah (perbaikan), baik koalisi maupun oposisi sama-sama merupakan medan ijtihad.

Namun ketika seseorang justru menjadi alat pelanggeng kezaliman, membenarkan kebatilan, atau menggadaikan prinsip demi jabatan dan kepentingan dunia, maka persoalannya bukan lagi soal koalisi atau oposisi, melainkan soal keberpihakan kepada kebenaran.

Penutup

Islam tidak mengajarkan fanatisme terhadap posisi politik. Al-Qur'an justru memperlihatkan beragam strategi perjuangan.

Ada Nabi Yusuf yang memperbaiki negeri dari dalam pemerintahan.

Ada mukmin keluarga Fir'aun yang melawan kezaliman dari dalam istana.

Ada Asiyah yang mempertahankan iman di tengah pusat kekuasaan.

Ada Imam Ahmad yang memilih berhadapan langsung dengan penguasa.

Semuanya menempuh jalan yang berbeda, tetapi tujuan mereka sama: menegakkan kebenaran dan meminimalkan kerusakan.

Pada akhirnya, yang akan dihisab oleh Allah bukanlah apakah seseorang berada di barisan koalisi atau oposisi, melainkan apakah keberadaannya menjadi penolong kebenaran atau justru penopang kezaliman.

0 komentar:

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Baqarah (1) Al-Qur'an (362) Al-Qur’an (31) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) An-Nadwi (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bahaya Kemunduran Umat Islam (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (53) Cerita kegagalan (1) cerpen Nabi (8) cerpen Nabi Musa (2) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) dakwah (8) Dakwah (2) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) english (6) English (6) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fiqh (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (7) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) hikmah (1) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) Islam (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) kecerdasan (18) Kecerdasan (311) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Hadist (4) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) kisah para nabi dan (2) kisah para nabi dan rasul (44) kisah para Nabi dan Rasul (1) Kisah para nabi dan rasul (69) Kisah Para Nabi dan Rasul (577) kisah para nabi dan rasul. Nabi Daud (1) kisah para nabi dan rasul. nabi Musa (2) Kisah Penguasa (1) Kisah ulama (1) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (71) Nabi Ayub (1) Nabi Daud (3) Nabi Ibrahim (3) Nabi Isa (2) nabi Isa. nabi ismail (1) Nabi Ismail (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Khidir (1) Nabi Musa (29) Nabi Nuh (6) Nabi Sulaiman (2) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (15) Namrudz (2) Nasrulloh Baksolahar (1) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) nusantara (5) Nusantara (265) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (652) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rasulullah shalallahu alaihi wassalam (1) Rehat (493) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) Sahabat (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) Salimul Aqidah (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (290) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah penguasa (11) Sirah Penguasa (245) sirah Sahabat (2) Sirah Sahabat (169) Sirah Tabiin (43) Sirah ulama (26) Sirah Ulama (158) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tamim Ad Dari (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Wakaf (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)