basmalah Pictures, Images and Photos
Badai Al-Aqsa dan Pasca Kekalahan Penyihir Fir'aun - Our Islamic Story

Choose your Language

Badai Al-Aqsa dan Pasca Kekalahan Penyihir Fir'aun  Kembalinya Nabi Musa 'alaihissalam ke Mesir merupakan peristiwa yang...

Badai Al-Aqsa dan Pasca Kekalahan Penyihir Fir'aun


Badai Al-Aqsa dan Pasca Kekalahan Penyihir Fir'aun 


Kembalinya Nabi Musa 'alaihissalam ke Mesir merupakan peristiwa yang mengguncang pusat kekuasaan Fir'aun. Selama bertahun-tahun, Musa menghilang setelah meninggalkan Mesir. Berbagai upaya pencarian tidak membuahkan hasil. Istana mengira ancaman itu telah berakhir.

Namun, dugaan itu keliru.

Musa justru kembali dengan langkah yang tidak terduga. Ia tidak datang untuk menyerahkan diri, bukan pula meminta pengampunan kepada penguasa Mesir. Ia datang membawa risalah tauhid: mengajak Fir'aun meninggalkan pengakuan ketuhanan selain Allah.

Bagi rezim Fir'aun, seruan itu bukan sekadar dakwah. Ia dipandang sebagai ancaman langsung terhadap fondasi legitimasi kekuasaan.

Strategi Fir'aun: Mengalahkan Sebelum Menangkap

Fir'aun memahami bahwa menangkap Musa tanpa alasan yang dapat diterima masyarakat berpotensi menimbulkan gejolak.

Karena itu, ia memilih strategi lain.

Seluruh ahli sihir terbaik Mesir dikumpulkan. Arena pertarungan diselenggarakan pada hari raya ketika masyarakat berkumpul dalam jumlah besar. Tujuannya bukan sekadar mengalahkan Musa, tetapi mempermalukannya di hadapan publik sehingga penangkapan bahkan pembunuhannya memperoleh legitimasi politik.

Namun, rencana itu justru berbalik arah.

Mukjizat yang dibawa Nabi Musa membuat para ahli sihir menyadari bahwa yang mereka hadapi bukanlah sihir, melainkan kebenaran dari Allah. Mereka bersujud dan beriman.

Kemenangan yang diharapkan Fir'aun berubah menjadi kekalahan moral yang disaksikan rakyatnya sendiri.

Allah berfirman:

«"Lalu para pesihir itu tersungkur bersujud. Mereka berkata, 'Kami beriman kepada Tuhan semesta alam, Tuhan Musa dan Harun.'"
(QS. Asy-Syu'ara' [26]: 46–48)»

Dari Kekalahan Moral Menuju Politik Pemusnahan

Ketika legitimasi runtuh, Fir'aun mengubah strategi.

Bukan lagi memenangkan opini publik, tetapi menghancurkan lawan dengan kekuatan negara.

Allah menggambarkan perubahan strategi itu:

«"Ketika Musa datang kepada mereka membawa kebenaran dari Kami, mereka berkata, 'Bunuhlah anak-anak laki-laki orang-orang yang beriman bersamanya dan biarkan perempuan-perempuan mereka hidup.' Tetapi tipu daya orang-orang kafir itu hanyalah sia-sia."
(QS. Gafir [40]: 25)»

Fir'aun bahkan berkata:

«"Biarkan aku membunuh Musa dan biarlah dia memohon kepada Tuhannya. Sesungguhnya aku khawatir dia akan mengubah agamamu atau menimbulkan kerusakan di bumi."
(QS. Gafir [40]: 26)»

Narasi "demi keamanan" digunakan untuk membenarkan tindakan represif terhadap mereka yang dianggap mengancam kekuasaan.

Sebuah Refleksi atas Peristiwa Kontemporer

Sebagian pengamat melihat pola yang mengingatkan pada kisah tersebut dalam konflik kontemporer di Gaza.

Sebelum peristiwa Badai Al-Aqsa pada Oktober 2023, wilayah Gaza berada di bawah blokade yang panjang. Berbagai operasi militer dilakukan secara berkala, sementara akses keluar-masuk wilayah, bantuan kemanusiaan, dan berbagai kebutuhan dasar berada dalam pembatasan yang ketat.

Kemudian terjadi serangan Badai Al-Aqsa yang mengejutkan banyak pihak. Peristiwa itu memunculkan pertanyaan besar mengenai efektivitas sistem intelijen dan pertahanan Israel yang selama ini dikenal sangat kuat.

Dalam sudut pandang ini, sebagian orang melihat adanya kemiripan pola dengan kisah Fir'aun: ketika rasa superioritas sebuah kekuasaan mengalami guncangan akibat peristiwa yang tidak diperkirakan.

Analogi tersebut merupakan refleksi sejarah, bukan penyamaan langsung antara tokoh Al-Qur'an dengan tokoh atau negara tertentu.

Ketika Kemenangan Berubah Menjadi Pembalasan

Dalam kisah Nabi Musa, kegagalan mempermalukan lawan di hadapan publik diikuti eskalasi tindakan represif.

Demikian pula, setelah Badai Al-Aqsa, dunia menyaksikan operasi militer berskala besar di Gaza yang menimbulkan korban kemanusiaan yang sangat besar. Berbagai lembaga internasional, organisasi kemanusiaan, dan negara-negara di dunia menyampaikan keprihatinan atas dampak perang terhadap warga sipil.

Di tengah situasi tersebut, muncul pula suara-suara kemanusiaan dari berbagai belahan dunia.

Salah satunya adalah Toshiyuki Mimaki, penyintas bom atom Hiroshima yang diberitakan menyatakan bahwa penderitaan yang dialami warga Gaza sangat menyentuh nuraninya. Pernyataan itu menjadi simbol bahwa empati terhadap korban konflik dapat melampaui batas negara, agama, maupun pengalaman sejarah.

Keteguhan Iman di Tengah Ancaman

Kisah Fir'aun juga mengajarkan bahwa kemenangan sejati bukan hanya kemenangan fisik.

Para ahli sihir yang telah beriman diancam akan dipotong tangan dan kaki mereka secara bersilang, bahkan disalib.

Namun mereka menjawab dengan penuh keyakinan:

«"Maka putuskanlah apa yang hendak engkau putuskan. Sesungguhnya engkau hanya dapat memutuskan kehidupan dunia ini."
(QS. Ta-Ha [20]: 72)»

Keimanan membuat rasa takut kepada manusia berubah menjadi rasa tunduk kepada Allah semata.

Di Tepi Laut Merah

Puncak kisah Nabi Musa terjadi ketika Bani Israil terjepit di depan Laut Merah sementara pasukan Fir'aun mengejar dari belakang.

Secara militer, jalan keluar tampak tertutup.

Pengikut Musa berkata:

«"Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul."
(QS. Asy-Syu'ara' [26]: 61)»

Namun Musa menjawab:

«"Sekali-kali tidak. Sesungguhnya Tuhanku bersamaku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku."
(QS. Asy-Syu'ara' [26]: 62)»

Tidak lama kemudian Allah membelah laut, menyelamatkan Musa dan pengikutnya, serta menenggelamkan Fir'aun beserta bala tentaranya.

Pelajaran Sejarah

Al-Qur'an menghadirkan kisah Fir'aun bukan semata sebagai catatan masa lalu, tetapi sebagai pelajaran bagi setiap generasi.

Ia mengingatkan bahwa kekuasaan yang bertumpu pada kesombongan, penindasan, dan keyakinan bahwa dirinya tidak dapat dikalahkan pada akhirnya berada dalam kekuasaan Allah.

Bagaimana setiap konflik kontemporer akan berakhir adalah perkara yang berada dalam ilmu dan ketetapan Allah.

Namun kisah Nabi Musa mengajarkan satu prinsip yang abadi: kemenangan tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya kekuatan material, melainkan oleh kehendak Allah, sedangkan kezaliman tidak akan berlangsung tanpa pertanggungjawaban di hadapan-Nya.

«"Musa berkata, 'Sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhanmu dari setiap orang yang menyombongkan diri yang tidak beriman kepada hari Perhitungan.'"
(QS. Gafir [40]: 27)

0 komentar:

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Baqarah (1) Al-Qur'an (362) Al-Qur’an (31) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) An-Nadwi (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bahaya Kemunduran Umat Islam (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (53) Cerita kegagalan (1) cerpen Nabi (8) cerpen Nabi Musa (2) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) dakwah (8) Dakwah (2) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) english (6) English (6) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fiqh (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (7) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) hikmah (1) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) Islam (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) kecerdasan (18) Kecerdasan (311) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Hadist (4) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) kisah para nabi dan (2) kisah para nabi dan rasul (44) kisah para Nabi dan Rasul (1) Kisah para nabi dan rasul (69) Kisah Para Nabi dan Rasul (577) kisah para nabi dan rasul. Nabi Daud (1) kisah para nabi dan rasul. nabi Musa (2) Kisah Penguasa (1) Kisah ulama (1) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (71) Nabi Ayub (1) Nabi Daud (3) Nabi Ibrahim (3) Nabi Isa (2) nabi Isa. nabi ismail (1) Nabi Ismail (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Khidir (1) Nabi Musa (29) Nabi Nuh (6) Nabi Sulaiman (2) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (15) Namrudz (2) Nasrulloh Baksolahar (1) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) nusantara (5) Nusantara (265) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (652) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rasulullah shalallahu alaihi wassalam (1) Rehat (493) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) Sahabat (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) Salimul Aqidah (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (290) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah penguasa (11) Sirah Penguasa (245) sirah Sahabat (2) Sirah Sahabat (169) Sirah Tabiin (43) Sirah ulama (26) Sirah Ulama (158) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tamim Ad Dari (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Wakaf (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)