basmalah Pictures, Images and Photos
Kisah 9 Orang yang Tipu Daya Jahatnya Digagalkan Allah di Era Nabi Saleh - Our Islamic Story

Choose your Language

Kisah 9 Orang yang Tipu Daya Jahatnya Digagalkan Allah di Era Nabi Saleh Jejak Sebuah Konspirasi di Negeri Samud Di balik megahn...

Kisah 9 Orang yang Tipu Daya Jahatnya Digagalkan Allah di Era Nabi Saleh


Kisah 9 Orang yang Tipu Daya Jahatnya Digagalkan Allah di Era Nabi Saleh


Jejak Sebuah Konspirasi di Negeri Samud

Di balik megahnya kota Al-Hijr, Al-Qur'an mengungkap keberadaan sebuah kelompok kecil yang memiliki pengaruh sangat besar terhadap arah sebuah bangsa.

Jumlah mereka hanya sembilan orang.

Namun, mereka menjadi pusat kerusakan yang menyeret seluruh kaum Samud menuju kehancuran.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

«"Di kota itu ada sembilan orang laki-laki yang berbuat kerusakan di bumi dan tidak melakukan perbaikan."
(QS. An-Naml [27]: 48)»

Menurut Tafsir Tahlili Kementerian Agama, kesembilan orang tersebut berasal dari kalangan bangsawan yang berkuasa. Kejahatan mereka memperoleh perlindungan dari keluarga dan elite pemerintahan. Karena itu, hampir tidak ada seorang pun yang mampu menghentikan tindakan mereka. Mereka menjadi sumber kerusakan yang memengaruhi seluruh masyarakat.

Dakwah yang Membelah Masyarakat

Sebelum konspirasi itu muncul, Nabi Saleh diutus kepada kaumnya dengan satu seruan yang sangat sederhana: menyembah Allah semata.

Allah berfirman:

«"Sungguh, Kami telah mengutus kepada kaum Samud saudara mereka, Saleh, yang menyeru, 'Sembahlah Allah.' Tiba-tiba mereka menjadi dua golongan yang saling berselisih."
(QS. An-Naml [27]: 45)»

Risalah tauhid ternyata tidak diterima secara seragam.

Sebagian menerima.

Sebagian menolak.

Perbedaan itu berkembang menjadi pertentangan yang semakin tajam.

Di tengah penolakan tersebut, Nabi Saleh tetap mengajak kaumnya kembali kepada rahmat Allah.

«"Wahai kaumku, mengapa kamu meminta disegerakan keburukan sebelum kebaikan? Mengapa kamu tidak memohon ampun kepada Allah agar kamu dirahmati?"
(QS. An-Naml [27]: 46)»

Namun, seruan itu justru dibalas dengan tuduhan.

Kaum Samud menyalahkan Nabi Saleh dan para pengikutnya sebagai penyebab kesialan yang menimpa negeri mereka.

Nabi Saleh menjawab:

«"Nasibmu berada di sisi Allah. Sebenarnya kamu adalah kaum yang sedang diuji."
(QS. An-Naml [27]: 47)»

Al-Qur'an mengajarkan bahwa ketika suatu masyarakat menolak melakukan introspeksi, mereka sering mencari kambing hitam untuk menjelaskan musibah yang mereka alami.

Dari Penolakan Menuju Konspirasi

Penolakan terhadap dakwah Nabi Saleh mencapai puncaknya setelah mukjizat unta betina Allah dibunuh.

Nabi Saleh memperingatkan bahwa azab Allah akan datang.

Peringatan itu tidak melahirkan penyesalan.

Sebaliknya, sembilan tokoh berpengaruh itu mengadakan sebuah pertemuan rahasia.

Mereka menyusun rencana yang jauh lebih berbahaya daripada sebelumnya.

Targetnya bukan lagi sekadar menolak dakwah.

Mereka ingin menghabisi Nabi Saleh beserta keluarganya.

Allah mengabadikan isi konspirasi itu:

«"Mereka berkata, 'Bersumpahlah dengan nama Allah bahwa kita akan menyerang Saleh beserta keluarganya pada malam hari. Setelah itu kita akan berkata kepada ahli warisnya bahwa kita tidak mengetahui peristiwa tersebut dan sesungguhnya kita adalah orang-orang yang benar.'"
(QS. An-Naml [27]: 49)»

Rencana itu memperlihatkan beberapa lapisan kejahatan sekaligus.

Mereka menyusun pembunuhan secara terencana.

Mereka memilih waktu malam agar tidak diketahui.

Mereka telah menyiapkan alibi sebelum kejahatan dilakukan.

Bahkan mereka menggunakan sumpah atas nama Allah untuk menguatkan kebohongan yang akan mereka sebarkan.

Ketika Makar Berhadapan dengan Ketetapan Allah

Konspirasi itu tampak sangat rapi.

Semua langkah telah diperhitungkan.

Namun, para pelaku melupakan satu hal.

Mereka hanya menghitung kemampuan manusia, tetapi mengabaikan kekuasaan Allah.

Allah berfirman:

«"Mereka membuat tipu daya dan Kami pun menyusun ketetapan-Ku, sedangkan mereka tidak menyadarinya."
(QS. An-Naml [27]: 50)»

Menurut Tafsir Tahlili, mereka berangkat untuk melaksanakan pembunuhan terhadap Nabi Saleh sebelum hari ketiga yang dijanjikan.

Namun, sebelum rencana itu terlaksana, Allah menggagalkan seluruh konspirasi tersebut. Sebagian riwayat menyebutkan bahwa mereka ditimpa batu besar sebelum mencapai tempat Nabi Saleh, sementara kaum yang tetap mendustakan rasul kemudian dibinasakan dengan azab yang dahsyat.

Dengan demikian, makar mereka berakhir sebelum sempat mencapai sasaran.

Kota yang Berubah Menjadi Saksi Sejarah

Al-Qur'an kemudian mengajak manusia melihat akhir dari konspirasi itu.

«"Maka perhatikanlah bagaimana akibat tipu daya mereka. Kami membinasakan mereka dan seluruh kaumnya."
(QS. An-Naml [27]: 51)»

Bekas kehancuran itu bahkan dijadikan pelajaran bagi generasi setelahnya.

«"Itulah rumah-rumah mereka yang kosong akibat kezaliman mereka. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda bagi kaum yang mengetahui."
(QS. An-Naml [27]: 52)»

Rumah-rumah yang dahulu menjadi lambang kemakmuran berubah menjadi bangunan tanpa penghuni.

Kekuatan politik lenyap.

Pengaruh sosial hilang.

Yang tersisa hanyalah jejak sejarah tentang akibat kezaliman.

Siapa yang Diselamatkan?

Di tengah kehancuran itu, Allah memberikan pengecualian.

«"Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa."
(QS. An-Naml [27]: 53)»

Keselamatan tidak ditentukan oleh status sosial, kekayaan, ataupun kedekatan dengan elite.

Yang menjadi pembeda adalah iman dan ketakwaan.

Nabi Saleh dan orang-orang yang beriman diselamatkan dari azab yang menimpa kaumnya.

Pelajaran dari Negeri Samud

Kisah sembilan tokoh Samud bukan sekadar catatan sejarah tentang sekelompok pelaku kejahatan.

Al-Qur'an memperlihatkan bagaimana kerusakan sebuah masyarakat dapat bermula dari segelintir orang yang memiliki pengaruh besar, memperoleh perlindungan kekuasaan, dan menggunakan kedudukannya untuk menormalisasi kezaliman.

Namun kisah ini juga menegaskan bahwa sebesar apa pun konspirasi manusia, semuanya tetap berada di bawah ketetapan Allah.

Manusia dapat menyusun rencana.

Manusia dapat membangun jaringan.

Manusia dapat menutupi kejahatan dengan berbagai cara.

Tetapi ketika sebuah makar berhadapan dengan kehendak Allah, maka rencana yang paling matang sekalipun dapat runtuh dalam sekejap.

Itulah sunnatullah yang diabadikan Al-Qur'an: tipu daya manusia memiliki batas, sedangkan kekuasaan Allah tidak berbatas.


0 komentar:

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Baqarah (1) Al-Qur'an (362) Al-Qur’an (31) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) An-Nadwi (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bahaya Kemunduran Umat Islam (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (53) Cerita kegagalan (1) cerpen Nabi (8) cerpen Nabi Musa (2) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) dakwah (8) Dakwah (2) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) english (6) English (6) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fiqh (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (7) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) hikmah (1) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) Islam (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) kecerdasan (18) Kecerdasan (311) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Hadist (4) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) kisah para nabi dan (2) kisah para nabi dan rasul (44) kisah para Nabi dan Rasul (1) Kisah para nabi dan rasul (69) Kisah Para Nabi dan Rasul (577) kisah para nabi dan rasul. Nabi Daud (1) kisah para nabi dan rasul. nabi Musa (2) Kisah Penguasa (1) Kisah ulama (1) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (71) Nabi Ayub (1) Nabi Daud (3) Nabi Ibrahim (3) Nabi Isa (2) nabi Isa. nabi ismail (1) Nabi Ismail (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Khidir (1) Nabi Musa (29) Nabi Nuh (6) Nabi Sulaiman (2) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (15) Namrudz (2) Nasrulloh Baksolahar (1) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) nusantara (5) Nusantara (265) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (652) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rasulullah shalallahu alaihi wassalam (1) Rehat (493) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) Sahabat (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) Salimul Aqidah (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (290) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah penguasa (11) Sirah Penguasa (245) sirah Sahabat (2) Sirah Sahabat (169) Sirah Tabiin (43) Sirah ulama (26) Sirah Ulama (158) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tamim Ad Dari (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Wakaf (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)