Mata Butanya yang Tak Pernah Dikeluhkan
Al-Ahnaf bin Qais pernah mengalami sakit gigi yang sangat mengganggu. Pada suatu malam, ia mengadukan rasa sakit itu kepada pamannya.
“Semalam aku tidak bisa tidur karena sakit gigiku,” keluhnya.
Ia mengulang keluhan itu hingga tiga kali, berharap mendapat perhatian atau simpati.
Namun, sang paman menanggapi dengan tenang,
“Engkau telah banyak mengadukan sakit gigimu yang baru semalam. Padahal, salah satu mataku telah buta selama tiga puluh tahun, dan tidak seorang pun yang aku beri tahu.”
Jawaban itu seketika mengubah cara pandang.
Bukan sekadar teguran, tetapi pelajaran tentang kesabaran, keteguhan, dan bagaimana seseorang memikul penderitaannya tanpa menjadikannya beban bagi orang lain.
Sumber:
Al-Ghazali, Ihya Ulumuddin, Republika, 2016
0 komentar: