basmalah Pictures, Images and Photos
Rasulullah SAW Menganjurkan Bertani, Bahkan Ketika Hari Kiamat Telah Dekat - Our Islamic Story

Choose your Language

Rasulullah SAW Menganjurkan Bertani, Bahkan Ketika Hari Kiamat Telah Dekat Mengapa Rasulullah SAW masih memerintahkan umatnya me...

Rasulullah SAW Menganjurkan Bertani, Bahkan Ketika Hari Kiamat Telah Dekat

Rasulullah SAW Menganjurkan Bertani, Bahkan Ketika Hari Kiamat Telah Dekat



Mengapa Rasulullah SAW masih memerintahkan umatnya menanam pohon ketika hari kiamat telah begitu dekat?

Secara logika manusia, menjelang berakhirnya kehidupan, orang akan berhenti membangun. Tidak ada lagi alasan menanam pohon yang baru akan berbuah bertahun-tahun kemudian. Namun justru pada titik itulah Islam menghadirkan cara pandang yang berbeda.

Rasulullah SAW mengajarkan bahwa selama kehidupan masih berlangsung, sekecil apa pun peluangnya, manusia tetap diperintahkan untuk berkarya, memakmurkan bumi, dan menebarkan manfaat.

Hadis inilah yang menjadi salah satu simbol paling kuat tentang optimisme dalam Islam.

«"Apabila hari kiamat terjadi sementara di tangan salah seorang di antara kalian terdapat bibit tanaman, dan ia masih sempat menanamnya sebelum kiamat benar-benar terjadi, maka hendaklah ia menanamnya."»

Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan juga terdapat dalam Al-Adab al-Mufrad karya Imam al-Bukhari ini menunjukkan bahwa seorang Muslim tidak boleh berhenti berbuat baik hanya karena masa depan tampak suram.

Mengapa Rasulullah Memilih Pertanian?

Jika ditelusuri, perhatian Rasulullah terhadap pertanian bukanlah sesuatu yang muncul secara kebetulan.

Al-Qur'an dan hadis berkali-kali menempatkan pertanian sebagai salah satu pilar kehidupan manusia.

Tanaman menyediakan pangan, menjaga keseimbangan lingkungan, menjadi sumber ekonomi keluarga, bahkan menjadi amal yang pahalanya terus mengalir.

Rasulullah SAW bersabda:

«"Tidaklah seorang Muslim menanam tanaman atau pohon, lalu hasilnya dimakan manusia, burung, atau hewan, melainkan hal itu menjadi sedekah baginya." (HR. Bukhari dan Muslim)»

Hadis ini mengubah cara pandang terhadap profesi petani.

Aktivitas bercocok tanam bukan sekadar pekerjaan ekonomi, melainkan ibadah yang manfaatnya melampaui pemiliknya.

Selama pohon itu memberi kehidupan, selama itu pula pahala terus mengalir.

Al-Qur'an Mengajarkan Ketahanan Pangan

Jauh sebelum ilmu manajemen logistik berkembang, Al-Qur'an telah menghadirkan strategi penyimpanan pangan melalui kisah Nabi Yusuf AS.

Ketika menafsirkan mimpi Raja Mesir, Nabi Yusuf tidak hanya menjelaskan datangnya masa subur dan masa paceklik, tetapi juga menyusun strategi pertanian nasional.

Allah berfirman:

«"Yusuf berkata, 'Agar kamu bercocok tanam tujuh tahun sebagaimana biasa. Apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan tetap pada bulirnya, kecuali sedikit untuk kamu makan.'" (QS. Yusuf: 47)»

Ayat ini menunjukkan bahwa pertanian bukan sekadar menghasilkan panen.

Yang tidak kalah penting adalah menjaga benih, mengelola hasil panen, dan menyiapkan cadangan pangan untuk menghadapi masa krisis.

Dalam bahasa modern, inilah konsep ketahanan pangan (food security).

Bertani adalah Misi Kekhalifahan

Mengapa manusia diperintahkan terus menanam?

Jawabannya terdapat dalam misi penciptaan manusia.

Allah berfirman:

«"...Dia telah menciptakan kamu dari bumi dan menjadikan kamu sebagai pemakmurnya...." (QS. Hud: 61)»

Ayat ini menjelaskan bahwa manusia bukan hanya penghuni bumi, tetapi pengelola yang bertugas memakmurkannya.

Pertanian menjadi salah satu bentuk paling nyata dari amanah tersebut.

Setiap lahan yang dihidupkan, setiap pohon yang ditanam, dan setiap sumber pangan yang dihasilkan merupakan bagian dari tugas kekhalifahan manusia di bumi.

Ketika Setiap Pohon Menjadi Sedekah Jariyah

Rasulullah SAW mengajarkan bahwa nilai sebuah tanaman tidak berhenti ketika dipanen.

Burung yang memakan buahnya, hewan yang memanfaatkannya, bahkan hasil yang hilang karena dicuri sekalipun tetap menjadi pahala bagi penanamnya.

Dalam riwayat Muslim dari Jabir disebutkan bahwa seluruh manfaat yang diambil dari tanaman seorang Muslim akan menjadi sedekah baginya.

Konsep ini sangat unik.

Islam tidak mengukur keberhasilan hanya dari keuntungan ekonomi, tetapi dari luasnya manfaat yang diberikan kepada makhluk hidup.

Menanam di Tengah Ketidakpastian

Hadis tentang menanam ketika kiamat hampir tiba mengandung pesan yang jauh lebih dalam daripada sekadar aktivitas bercocok tanam.

Ia mengajarkan bahwa seorang mukmin tidak boleh dikalahkan oleh pesimisme.

Selama Allah masih memberikan kesempatan untuk beramal, kesempatan itu harus digunakan.

Menanam pohon menjadi simbol harapan.

Ia adalah perlawanan terhadap budaya putus asa.

Ia juga menjadi bukti bahwa Islam membangun masa depan, bahkan ketika masa depan tampak sangat singkat.

Kemuliaan Makan dari Hasil Tangan Sendiri

Islam juga menghubungkan pertanian dengan kemuliaan bekerja.

Rasulullah SAW bersabda:

«"Tidaklah seseorang memakan makanan yang lebih baik daripada hasil kerja tangannya sendiri. Nabi Dawud pun makan dari hasil kerja tangannya." (HR. Bukhari)»

Hadis ini menunjukkan bahwa mencari nafkah melalui usaha yang halal dan produktif merupakan bentuk kemuliaan.

Dalam konteks pertanian, seorang petani bukan hanya menghasilkan makanan bagi keluarganya, tetapi juga menjaga keberlangsungan kehidupan masyarakat.

Pertanian sebagai Warisan Peradaban

Sejumlah ulama juga meriwayatkan atsar dari Abdullah bin Salam yang mendorong agar seseorang tetap menyelesaikan aktivitas menanamnya meskipun mendengar kabar tentang munculnya Dajjal. Riwayat ini tidak mencapai derajat hadis sahih marfu' kepada Nabi SAW, namun sering dikutip untuk menggambarkan semangat agar manusia tidak mudah meninggalkan tugas memakmurkan bumi hanya karena dihantui ketakutan terhadap masa depan.

Pesan utamanya tetap sejalan dengan ajaran Islam: selama kehidupan masih berlangsung, manusia diperintahkan untuk terus berbuat baik.

Penutup: Menanam Harapan di Akhir Zaman

Jika seluruh ayat dan hadis tentang pertanian disusun menjadi satu rangkaian, tampak sebuah pola yang utuh.

Al-Qur'an mengajarkan strategi ketahanan pangan melalui Nabi Yusuf.

Al-Qur'an menegaskan tugas manusia sebagai pemakmur bumi.

Rasulullah SAW memotivasi umat untuk terus menanam pohon.

Beliau menjadikan setiap tanaman sebagai sedekah jariyah.

Beliau memuliakan orang yang mencari nafkah dari hasil tangannya sendiri.

Semua itu menunjukkan bahwa pertanian dalam Islam bukan sekadar sektor ekonomi.

Ia adalah jalan membangun peradaban.

Ia adalah bentuk syukur atas nikmat bumi.

Ia adalah ibadah yang menyatukan ilmu, kerja keras, kepedulian sosial, dan ketakwaan kepada Allah.

Di tengah ancaman krisis pangan, perubahan iklim, dan kerusakan lingkungan yang dihadapi dunia saat ini, pesan Rasulullah SAW terdengar semakin relevan.

Seorang Muslim tidak diperintahkan menjadi penonton yang menunggu akhir zaman.

Ia diperintahkan menjadi penanam harapan.

Selama masih ada kesempatan untuk menanam satu pohon, memperbaiki satu jengkal tanah, atau menghasilkan satu butir benih yang bermanfaat, maka di situlah tugas kekhalifahan terus dijalankan, dan di situlah pahala terus mengalir hingga Allah menetapkan berakhirnya kehidupan di bumi.

0 komentar:

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Baqarah (1) Al-Qur'an (362) Al-Qur’an (44) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) An-Nadwi (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bahaya Kemunduran Umat Islam (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (53) Cerita kegagalan (1) cerpen Nabi (8) cerpen Nabi Musa (2) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) dakwah (8) Dakwah (2) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) english (6) English (6) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fiqh (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (7) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) hikmah (1) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) Islam (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) kecerdasan (19) Kecerdasan (312) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Hadist (4) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) kisah para nabi dan (2) kisah para nabi dan rasul (51) kisah para Nabi dan Rasul (1) Kisah para nabi dan rasul (96) Kisah Para Nabi dan Rasul (577) kisah para nabi dan rasul. Nabi Daud (1) kisah para nabi dan rasul. nabi Musa (2) Kisah Penguasa (1) Kisah ulama (1) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (71) Nabi Ayub (1) Nabi Daud (3) Nabi Ibrahim (3) Nabi Isa (2) nabi Isa. nabi ismail (1) Nabi Ismail (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Khidir (1) Nabi Musa (29) Nabi Nuh (6) Nabi Sulaiman (2) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (15) Namrudz (2) Nasrulloh Baksolahar (1) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) nusantara (5) Nusantara (266) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (656) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rasulullah shalallahu alaihi wassalam (1) Rehat (493) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) Sahabat (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) Salimul Aqidah (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (299) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah penguasa (11) Sirah Penguasa (247) sirah Sahabat (2) Sirah Sahabat (171) Sirah Tabiin (43) Sirah ulama (27) Sirah Ulama (158) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tamim Ad Dari (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Wakaf (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)