basmalah Pictures, Images and Photos
Mentalitas Munafikin di Balik Layar Perjuangan - Our Islamic Story

Choose your Language

Mentalitas Munafikin di Balik Layar Perjuangan Di setiap perjuangan besar selalu ada dua kelompok manusia. Kelompok pertama memandang kehidu...

Mentalitas Munafikin di Balik Layar Perjuangan


Mentalitas Munafikin di Balik Layar Perjuangan


Di setiap perjuangan besar selalu ada dua kelompok manusia. Kelompok pertama memandang kehidupan sebagai jalan menuju ridha Allah, sehingga rela mengorbankan harta, tenaga, bahkan jiwa demi mempertahankan kebenaran. Kelompok kedua memandang hidup hanya dari sudut kenyamanan pribadi. Mereka tidak pernah benar-benar hidup untuk sebuah cita-cita besar.

Al-Qur'an membongkar kelompok kedua ini dengan sangat teliti. Bukan sekadar mengungkap tindakan mereka, tetapi juga membedah cara berpikir, orientasi hidup, dan penyakit hati yang menjadi akar kemunafikan mereka.

Dunia yang Terlalu Sempit

Dunia orang-orang munafik sesungguhnya sangat kecil.

Hidup mereka hanya berputar di sekitar perut, piring, rumah, pakaian, kendaraan, dan kenyamanan hidup. Mereka tidak pernah menengadahkan pandangan ke langit cita-cita. Mereka tidak pernah memandang bintang-bintang keutamaan yang menjadi arah perjalanan orang-orang beriman.

Kecemasan terbesar mereka bukanlah hilangnya agama, runtuhnya keadilan, atau hancurnya umat. Yang membuat mereka gelisah hanyalah panas perjalanan, hilangnya kenyamanan, berkurangnya harta, atau ancaman terhadap kepentingan pribadi.

Karena orientasi hidupnya sangat rendah, mereka tidak pernah sanggup memahami mengapa ada orang yang rela mengorbankan seluruh hartanya, bahkan nyawanya, demi mempertahankan kebenaran.

---

Perang Tabuk: Ketika Panas Matahari Lebih Ditakuti daripada Api Neraka

Penyakit itu tampak jelas pada Perang Tabuk.

Saat itu Rasulullah ï·º memimpin sekitar tiga puluh ribu pasukan menuju perbatasan Romawi. Perjalanan sangat jauh, musim sangat panas, persediaan terbatas, dan situasi ekonomi kaum Muslimin sedang sulit.

Bagi orang-orang beriman, semua kesulitan itu justru menjadi ladang pengorbanan.

Namun bagi kaum munafik, seluruh perhatian mereka hanya tertuju pada panasnya perjalanan.

Al-Qur'an mengabadikan ucapan mereka:

«"Janganlah kamu berangkat di tengah panas terik." (QS. At-Taubah: 81)»

Mereka bukan hanya menolak ikut berjuang. Mereka juga berusaha melemahkan semangat kaum Muslimin dengan propaganda yang menonjolkan kesulitan medan.

Allah kemudian membongkar cara berpikir mereka melalui jawaban yang sangat singkat tetapi mengguncang:

«"Katakanlah, 'Api Neraka Jahanam lebih panas,' seandainya mereka memahami." (QS. At-Taubah: 81)»

Persoalan mereka bukan sekadar takut terhadap panas matahari. Mereka kehilangan kemampuan melihat kehidupan dalam perspektif akhirat.

---

Seni Menciptakan Alasan

Orang munafik hampir tidak pernah berkata, "Saya tidak mau berjuang."

Mereka selalu membungkus penolakannya dengan alasan yang tampak masuk akal.

Jad bin Qais, misalnya, meminta izin kepada Rasulullah ï·º agar tidak ikut Perang Tabuk dengan alasan khawatir tergoda oleh wanita-wanita Romawi.

Alasannya terdengar religius.

Namun Allah langsung membongkar kepalsuan itu:

«"Ketahuilah, mereka telah terjerumus ke dalam fitnah." (QS. At-Taubah: 49)»

Fitnah yang sebenarnya bukanlah wanita Romawi.

Fitnah yang sesungguhnya adalah hati yang lebih mencintai kenyamanan daripada ketaatan kepada Allah.

Kemunafikan selalu pandai membuat pembenaran bagi dirinya sendiri.

---

Perang Khandaq: Propaganda di Tengah Kepungan

Pola yang sama muncul kembali pada Perang Khandaq.

Ketika pasukan sekutu mengepung Madinah dari segala arah dan kaum Muslimin berada dalam ujian yang sangat berat, kaum munafik tidak membantu memperkuat pertahanan.

Sebaliknya, mereka menjadi penyebar kepanikan.

Sebagian dari mereka berkata,

«"Wahai penduduk Yasrib, tidak ada tempat bagimu. Maka kembalilah." (QS. Al-Ahzab: 13)»

Sebagian lainnya meminta izin pulang dengan alasan rumah mereka tidak memiliki penjaga.

Namun Al-Qur'an membongkar kebohongan itu dengan sangat tegas:

«"Padahal rumah-rumah mereka tidak terbuka. Mereka tidak menghendaki selain melarikan diri." (QS. Al-Ahzab: 13)»

Sekali lagi terlihat bahwa alasan hanyalah topeng.

Yang sebenarnya mereka cari adalah jalan keluar dari pengorbanan.

---

Ketika Janji Allah Mulai Diragukan

Semakin berat ujian, semakin tampak isi hati manusia.

Dalam Perang Khandaq, ketika kaum Muslimin mengalami kelaparan, ketakutan, dan kepungan dari berbagai arah, kaum munafik mulai mempertanyakan seluruh janji Allah.

Mereka berkata,

«"Apa yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kami hanyalah tipu daya belaka." (QS. Al-Ahzab: 12)»

Ucapan ini memperlihatkan bahwa akar kemunafikan bukan sekadar kemalasan.

Akar kemunafikan adalah hilangnya keyakinan kepada janji Allah.

Selama kemenangan belum tampak, mereka menganggap janji Allah sebagai ilusi.

---

Loyalitas kepada Pihak yang Dianggap Lebih Kuat

Keraguan itu akhirnya melahirkan pilihan politik.

Karena tidak yakin kepada pertolongan Allah, mereka lebih memilih mendekati pihak yang secara lahiriah tampak kuat.

Al-Qur'an menggambarkan:

«"Kami takut akan tertimpa mara bahaya." (QS. Al-Ma'idah: 52)»

Mereka membangun hubungan dengan pihak yang mereka anggap memiliki masa depan.

Kesetiaan mereka tidak dibangun di atas iman, tetapi di atas kalkulasi untung-rugi.

Mereka menggantungkan keselamatan kepada kekuatan manusia karena tidak yakin kepada kekuatan Allah.

Padahal Allah menegaskan bahwa ketika kemenangan datang, seluruh rahasia hati mereka akan terbongkar dan mereka hanya akan mewarisi penyesalan.

---

Kesimpulan: Jiwa yang Kalah Sebelum Perang Dimulai

Jika seluruh ayat ini dirangkai, tampak satu pola yang konsisten.

Kemunafikan bukan pertama-tama muncul di medan perang.

Ia lahir jauh sebelumnya, ketika seseorang kehilangan cita-cita besar dan menjadikan kenyamanan dunia sebagai tujuan hidup.

Mereka hidup hanya untuk mengisi perut, memenuhi piring, membangun rumah, memperindah pakaian, memperbanyak kendaraan, dan mengejar kemewahan.

Mereka tidak pernah menatap cakrawala peradaban yang ingin dibangun Islam.

Mereka tidak pernah memandang bintang-bintang keutamaan yang menjadi arah perjalanan orang-orang beriman.

Akibatnya, setiap pengorbanan selalu tampak sebagai kerugian, setiap kesulitan dianggap musibah, setiap perjuangan dipandang sia-sia, dan setiap janji Allah dianggap mustahil.

Mereka sesungguhnya bukan kalah oleh musuh.

Mereka telah kalah oleh hawa nafsunya sendiri bahkan sebelum peperangan dimulai.

0 komentar:

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Baqarah (1) Al-Qur'an (362) Al-Qur’an (43) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) An-Nadwi (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bahaya Kemunduran Umat Islam (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (53) Cerita kegagalan (1) cerpen Nabi (8) cerpen Nabi Musa (2) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) dakwah (8) Dakwah (2) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) english (6) English (6) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fiqh (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (7) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) hikmah (1) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) Islam (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) kecerdasan (19) Kecerdasan (312) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Hadist (4) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) kisah para nabi dan (2) kisah para nabi dan rasul (51) kisah para Nabi dan Rasul (1) Kisah para nabi dan rasul (91) Kisah Para Nabi dan Rasul (577) kisah para nabi dan rasul. Nabi Daud (1) kisah para nabi dan rasul. nabi Musa (2) Kisah Penguasa (1) Kisah ulama (1) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (71) Nabi Ayub (1) Nabi Daud (3) Nabi Ibrahim (3) Nabi Isa (2) nabi Isa. nabi ismail (1) Nabi Ismail (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Khidir (1) Nabi Musa (29) Nabi Nuh (6) Nabi Sulaiman (2) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (15) Namrudz (2) Nasrulloh Baksolahar (1) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) nusantara (5) Nusantara (266) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (655) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rasulullah shalallahu alaihi wassalam (1) Rehat (493) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) Sahabat (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) Salimul Aqidah (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (297) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah penguasa (11) Sirah Penguasa (247) sirah Sahabat (2) Sirah Sahabat (169) Sirah Tabiin (43) Sirah ulama (26) Sirah Ulama (158) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tamim Ad Dari (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Wakaf (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)