basmalah Pictures, Images and Photos
Penangguhan Waktu bagi Orang Kafir - Our Islamic Story

Choose your Language

Penangguhan Waktu bagi Orang Kafir Mengapa Azab Allah Sering Terlihat Terlambat? Mengapa orang-orang yang paling keras menentang...

Penangguhan Waktu bagi Orang Kafir


Penangguhan Waktu bagi Orang Kafir

Mengapa Azab Allah Sering Terlihat Terlambat?


Mengapa orang-orang yang paling keras menentang kebenaran sering justru tampak menikmati kehidupan?

Mengapa para pendusta para nabi dapat membangun kerajaan, menguasai perdagangan, mendirikan istana-istana megah, bahkan hidup panjang tanpa segera dihukum?

Pertanyaan seperti itu bukan hanya muncul pada zaman modern. Kaum musyrik Makkah pun pernah mengajukannya kepada Nabi Muhammad ï·º. Mereka bahkan menantang,

"Jika ancaman itu benar, segerakanlah azab itu kepada kami."

Al-Qur'an menjawab tantangan tersebut dengan cara yang tidak terduga. Allah tidak langsung berbicara tentang azab, tetapi terlebih dahulu mengajak manusia membuka lembaran sejarah.

Pola yang Selalu Berulang

Surah Al-Hajj ayat 42–44 menyebutkan satu demi satu nama bangsa-bangsa besar yang pernah mendominasi zamannya.

Kaum Nabi Nuh.

Kaum 'Ad.

Kaum Tsamud.

Kaum Nabi Ibrahim.

Kaum Nabi Lut.

Penduduk Madyan.

Fir'aun yang mendustakan Nabi Musa.

Mereka berasal dari tempat, zaman, dan kebudayaan yang berbeda. Namun Al-Qur'an menemukan satu pola yang sama: semuanya mendustakan utusan Allah.

Yang menarik, tidak satu pun dihancurkan seketika setelah melakukan penolakan.

Allah justru berfirman,

"Aku memberi tenggang waktu kepada orang-orang kafir, kemudian Aku menyiksa mereka." (QS. Al-Hajj: 44)

Di sinilah Al-Qur'an memperkenalkan sebuah sunnatullah yang sering tidak dipahami manusia: penangguhan bukan berarti pembiaran.

Penangguhan Bukan Tanda Keridaan

Dalam pandangan manusia, semakin lama seseorang terbebas dari hukuman, semakin besar kemungkinan ia benar.

Al-Qur'an justru membalik cara berpikir itu.

Allah memberikan waktu.

Waktu untuk berpikir.

Waktu untuk menyaksikan bukti.

Waktu untuk mendengar dakwah.

Waktu untuk bertobat.

Namun ketika seluruh kesempatan itu disia-siakan, keputusan Allah pun datang tanpa dapat ditolak.

Karena itu, panjangnya usia sebuah kezaliman bukan bukti bahwa Allah meridhainya. Penangguhan hanyalah bagian dari kebijaksanaan-Nya.

Reruntuhan yang Menjadi Arsip Sejarah

Lalu Allah mengajak manusia keluar dari ruang teori menuju laboratorium sejarah.

"Betapa banyak negeri yang telah Kami binasakan karena penduduknya berbuat zalim..." (QS. Al-Hajj: 45)

Yang tertinggal bukan hanya cerita.

Yang tertinggal adalah reruntuhan.

Rumah-rumah yang roboh.

Istana-istana yang kosong.

Dan sebuah ungkapan yang sangat menarik,

"sumur-sumur yang ditelantarkan."

Mengapa Al-Qur'an menyebut sumur?

Karena sumur adalah simbol kehidupan.

Selama sebuah sumur digunakan, kehidupan masih berlangsung. Ketika sumur ditinggalkan, itu berarti masyarakatnya telah lenyap.

Al-Qur'an tidak sekadar menceritakan kehancuran. Ia menunjukkan bukti-bukti fisiknya yang dapat disaksikan oleh generasi sesudahnya.

Mengapa Bukti Sejarah Tidak Mengubah Mereka?

Pertanyaan berikutnya lebih mendalam.

Orang-orang Quraisy melewati bekas negeri kaum Tsamud ketika berdagang ke Syam. Mereka mengetahui kisah kaum Lut. Mereka mendengar cerita Fir'aun.

Mengapa mereka tetap mendustakan Nabi Muhammad ï·º?

Jawabannya terdapat pada ayat berikutnya.

"Sesungguhnya bukan mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang berada di dalam dada." (QS. Al-Hajj: 46)

Masalah mereka bukan kekurangan informasi.

Bukan pula kurang bukti.

Yang rusak adalah kemampuan hati untuk menerima kebenaran.

Mata melihat reruntuhan.

Telinga mendengar kisah.

Tetapi hati menolak mengambil pelajaran.

Mengapa Azab Tidak Segera Datang?

Pertanyaan itu kembali diajukan kaum musyrik.

Jika ancaman itu benar, mengapa belum terjadi?

Allah menjawab,

"Allah tidak akan menyalahi janji-Nya." (QS. Al-Hajj: 47)

Masalahnya bukan pada janji Allah.

Masalahnya ada pada cara manusia memahami waktu.

Manusia mengukur segala sesuatu dengan hitungan hari, bulan, dan tahun.

Sementara Allah mengingatkan,

"Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu seperti seribu tahun menurut perhitunganmu."

Ayat ini bukan sekadar berbicara tentang panjang pendeknya waktu, tetapi tentang perbedaan perspektif antara Sang Pencipta dan makhluk.

Yang menurut manusia terasa lama, di sisi Allah hanyalah sekejap.

Karena itu, tertundanya hukuman bukan berarti hukuman dibatalkan.

Ketika Tenggang Waktu Berakhir

Surah Al-Hajj ditutup dengan sebuah kesimpulan yang sangat tegas.

"Berapa banyak negeri yang Aku tangguhkan, padahal penduduknya berbuat zalim, kemudian Aku siksa mereka. Dan hanya kepada-Ku tempat kembali." (QS. Al-Hajj: 48)

Kata amlaytu (Aku memberi tenggang waktu) menjadi kunci seluruh rangkaian ayat ini.

Allah tidak tergesa-gesa menghukum.

Dia membuka pintu taubat.

Dia mengutus para rasul.

Dia memperlihatkan tanda-tanda.

Dia memberikan kesempatan.

Namun ketika seluruh peluang itu ditolak, keputusan-Nya datang dengan kepastian yang tidak dapat dihindari.

Pelajaran Besar

Surah Al-Hajj ayat 42–48 mengajarkan bahwa sejarah umat manusia tidak berjalan secara acak.

Ada pola yang berulang.

Pendustaan terhadap para rasul.

Penangguhan waktu.

Kesempatan untuk bertobat.

Penumpukan kezaliman.

Datangnya keputusan Allah.

Karena itu, ukuran keberhasilan bukanlah panjangnya kekuasaan, tingginya istana, atau lamanya sebuah kezaliman bertahan.

Semua itu dapat bertahan selama Allah masih memberikan tenggang waktu.

Tetapi ketika batas waktu yang telah ditetapkan-Nya berakhir, tidak ada kekuatan apa pun yang mampu menunda keputusan-Nya.

Sejarah kaum Nuh, 'Ad, Tsamud, Ibrahim, Lut, Madyan, dan Fir'aun bukan sekadar kisah masa lalu. Semuanya adalah pengingat bahwa penangguhan bukanlah pembebasan, melainkan kesempatan terakhir sebelum datangnya keputusan Allah yang pasti.



0 komentar:

Paling Banyak Dibaca

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Baqarah (1) Al-Qur'an (362) Al-Qur’an (30) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) An-Nadwi (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bahaya Kemunduran Umat Islam (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (53) Cerita kegagalan (1) cerpen Nabi (8) cerpen Nabi Musa (2) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) dakwah (8) Dakwah (2) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) english (6) English (6) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fiqh (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (7) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) hikmah (1) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) Islam (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) kecerdasan (15) Kecerdasan (299) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Hadist (4) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) kisah para nabi dan (2) kisah para nabi dan rasul (43) kisah para Nabi dan Rasul (1) Kisah para nabi dan rasul (59) Kisah Para Nabi dan Rasul (577) kisah para nabi dan rasul. Nabi Daud (1) kisah para nabi dan rasul. nabi Musa (2) Kisah Penguasa (1) Kisah ulama (1) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (71) Nabi Ayub (1) Nabi Daud (3) Nabi Ibrahim (3) Nabi Isa (2) nabi Isa. nabi ismail (1) Nabi Ismail (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Khidir (1) Nabi Musa (29) Nabi Nuh (6) Nabi Sulaiman (2) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (15) Namrudz (2) Nasrulloh Baksolahar (1) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) nusantara (5) Nusantara (264) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (650) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rasulullah shalallahu alaihi wassalam (1) Rehat (493) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) Sahabat (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) Salimul Aqidah (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (288) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah penguasa (11) Sirah Penguasa (243) sirah Sahabat (2) Sirah Sahabat (168) Sirah Tabiin (43) Sirah ulama (26) Sirah Ulama (158) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tamim Ad Dari (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Wakaf (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)