basmalah Pictures, Images and Photos
Mengapa Kisah Bani Israil dan Sikap Yahudi Diapit oleh Kisah Nabi Adam dan Ibrahim? - Our Islamic Story

Choose your Language

Mengapa Kisah Bani Israil dan Sikap Yahudi Diapit oleh Kisah Nabi Adam dan Ibrahim? Sebuah Investigasi atas Metode Pendidikan Al...

Mengapa Kisah Bani Israil dan Sikap Yahudi Diapit oleh Kisah Nabi Adam dan Ibrahim?

Mengapa Kisah Bani Israil dan Sikap Yahudi Diapit oleh Kisah Nabi Adam dan Ibrahim?

Sebuah Investigasi atas Metode Pendidikan Al-Qur'an dalam Surah Al-Baqarah

Mengapa setelah menjelaskan karakter mukmin, kafir, dan munafik di awal Surah Al-Baqarah, Al-Qur'an langsung menghadirkan kisah Nabi Adam?

Mengapa setelah itu Al-Qur'an membahas Bani Israil begitu panjang, lalu menutupnya dengan kisah Nabi Ibrahim?

Apakah susunan ini sekadar urutan sejarah?

Ataukah Al-Qur'an sedang menyusun sebuah pelajaran besar tentang hakikat manusia, kenabian, dan peradaban?

Ketika ditelusuri secara cermat, tampak bahwa kisah Bani Israil dan sikap kaum Yahudi ditempatkan di antara dua tokoh besar: Nabi Adam dan Nabi Ibrahim. Keduanya bukan dipilih secara acak. Keduanya menjadi standar pembanding bagi pembaca untuk menilai apakah seseorang menggunakan nikmat Allah untuk semakin tunduk atau justru semakin membangkang.

Adam: Manusia yang Diberi Segalanya, Tetapi Tetap Rendah Hati

Sebelum berbicara tentang Bani Israil, Al-Qur'an terlebih dahulu mengajak pembaca melihat manusia pertama.

Nabi Adam bukan manusia biasa.

Allah mengajarinya ilmu secara langsung.

Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 31:

«"Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama seluruhnya."»

Tidak hanya itu.

Seluruh malaikat diperintahkan menghormatinya.

Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 34:

«"Dan ketika Kami berfirman kepada para malaikat, 'Sujudlah kamu kepada Adam,' maka mereka pun sujud kecuali Iblis."»

Adam juga memperoleh fasilitas yang tidak pernah dinikmati manusia lain. Ia tinggal di surga dan menikmati berbagai kenikmatan yang disediakan Allah.

Namun yang menarik bukanlah besarnya fasilitas yang diterima Adam.

Yang menarik adalah bagaimana ia merespons ketika melakukan kesalahan.

Adam tidak membantah.

Adam tidak mencari alasan.

Adam tidak menyalahkan keadaan.

Ketika tergelincir, ia segera mengakui kesalahannya dan memohon ampun kepada Allah.

Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 37:

«"Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, lalu Dia menerima tobatnya."»

Inilah karakter pertama yang ingin ditanamkan Al-Qur'an kepada pembacanya.

Kemuliaan bukan diukur dari banyaknya fasilitas yang diberikan Allah, melainkan dari bagaimana seseorang merespons ketika diuji.

Bani Israil: Ketika Nikmat Tidak Melahirkan Ketundukan

Setelah menghadirkan Adam, Al-Qur'an beralih kepada Bani Israil.

Mereka juga memperoleh berbagai keistimewaan.

Mereka diselamatkan dari Fir'aun.

Mereka dibelah laut untuk menyeberang.

Mereka dinaungi awan di padang pasir.

Mereka diberi Manna dan Salwa dari langit.

Mereka memperoleh air dari batu yang dipukul Nabi Musa.

Mereka menerima Taurat.

Mereka diutus banyak nabi.

Bahkan Allah berfirman:

Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 47:

«"Wahai Bani Israil, ingatlah nikmat-Ku yang telah Aku berikan kepadamu dan bahwa Aku telah melebihkan kamu atas segala umat."»

Secara logika, kaum yang menerima nikmat sebesar itu seharusnya menjadi teladan ketundukan.

Namun Al-Qur'an justru menunjukkan fakta yang berlawanan.

Ketika diperintahkan menyembah Allah, mereka membuat anak sapi.

Ketika diberi Manna dan Salwa, mereka mengeluh.

Ketika diperintahkan masuk ke negeri suci, mereka menolak.

Ketika nabi datang membawa kebenaran yang tidak sesuai dengan keinginan mereka, mereka mendustakan bahkan membunuh sebagian nabi.

Pertanyaan yang muncul sangat tajam:

Jika Adam yang tinggal di surga saja segera bertobat ketika bersalah, mengapa Bani Israil yang menerima begitu banyak nikmat justru berkali-kali membangkang?

Di sinilah letak pelajaran besar Al-Qur'an.

Banyaknya nikmat tidak otomatis melahirkan ketakwaan.

Ilmu yang luas tidak otomatis melahirkan ketundukan.

Kedudukan yang tinggi tidak otomatis menghasilkan kerendahan hati.

Ibrahim: Leluhur yang Mereka Klaim, Tetapi Tidak Mereka Teladani

Setelah mengupas panjang lebar sejarah Bani Israil, Al-Qur'an menghadirkan tokoh lain sebagai pembanding.

Tokoh itu adalah Nabi Ibrahim.

Menariknya, Bani Israil dan kaum Yahudi selalu menghubungkan diri mereka dengan Ibrahim.

Mereka menganggap diri sebagai pewaris Ibrahim.

Mereka bangga menjadi keturunannya.

Namun Al-Qur'an mengajukan pertanyaan yang sangat mendasar:

Apakah mereka benar-benar mengikuti Ibrahim?

Ketika Allah menguji Ibrahim, responsnya sangat berbeda dengan Bani Israil.

Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 131:

«"Ketika Tuhannya berfirman kepadanya, 'Berserah dirilah!' Ibrahim menjawab, 'Aku berserah diri kepada Tuhan seluruh alam.'"»

Tidak ada perdebatan.

Tidak ada tawar-menawar.

Tidak ada penolakan.

Yang ada hanyalah ketundukan.

Karena itulah Ibrahim menjadi teladan tauhid.

Wasiat Ibrahim dan Ya'qub yang Dilupakan

Al-Qur'an kemudian menampilkan sebuah adegan keluarga yang sangat penting.

Ibrahim mewariskan satu pesan kepada keturunannya.

Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 132:

«"Dan Ibrahim mewasiatkan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'qub, 'Wahai anak-anakku, sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.'"»

Yang diwasiatkan Ibrahim bukan identitas suku.

Bukan kebanggaan ras.

Bukan status keturunan.

Yang diwasiatkan adalah ketundukan kepada Allah.

Karena itu Al-Qur'an bertanya dengan nada yang sangat menggugah.

Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 133:

«"Apakah kamu menjadi saksi ketika maut datang kepada Ya'qub?"»

Pertanyaan ini seolah membongkar klaim-klaim yang dibangun berabad-abad kemudian.

Jika Ibrahim dan Ya'qub mewariskan Islam dalam arti berserah diri kepada Allah, mengapa sebagian keturunannya justru menolak para nabi yang datang membawa pesan yang sama?

Ibrahim Bukan Yahudi

Al-Qur'an bahkan membantah klaim bahwa Ibrahim adalah Yahudi.

Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 140:

«"Apakah kamu mengatakan bahwa Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya adalah penganut Yahudi atau Nasrani?"»

Pertanyaan ini sangat kuat.

Sebab secara historis, istilah Yahudi muncul jauh setelah Ibrahim hidup.

Dengan demikian, Al-Qur'an memindahkan fokus dari kebanggaan keturunan kepada kualitas ketundukan.

Yang menentukan kedekatan seseorang dengan Ibrahim bukan garis darahnya, melainkan kesamaan sikapnya terhadap Allah.

Dari Palestina ke Makkah: Misi Tauhid Ibrahim

Ibrahim tidak dikenal sebagai tokoh yang membangun identitas kesukuan.

Ia dikenal sebagai pembangun tauhid.

Ia meninggalkan kampung halamannya demi dakwah.

Ia membangun Ka'bah bersama Ismail.

Ia berdoa agar lahir umat yang berserah diri kepada Allah.

Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 128:

«"Ya Tuhan kami, jadikanlah kami orang-orang yang berserah diri kepada-Mu dan jadikanlah di antara keturunan kami umat yang berserah diri kepada-Mu."»

Karena itu muncul kontras yang sangat tajam.

Jika Ibrahim meninggalkan tanah kelahirannya demi menyebarkan tauhid, mengapa sebagian keturunannya yang berdiaspora ke Madinah tidak menjalankan misi yang sama?

Mengapa sebagian dari mereka justru menolak nabi yang membawa ajaran tauhid yang mereka kenal dalam kitab-kitab mereka?

Inilah pertanyaan yang ingin ditanamkan Al-Qur'an kepada pembacanya.

Metode Kontras: Cara Al-Qur'an Mengajar

Pola ini sebenarnya sudah terlihat sejak awal Surah Al-Baqarah.

Al-Qur'an tidak menjelaskan karakter manusia secara abstrak.

Al-Qur'an menghadirkan perbandingan.

Pertama, karakter mukmin (ayat 2–5).

Kemudian karakter kafir (ayat 6–7).

Lalu karakter munafik (ayat 8–20).

Dengan cara itu pembaca tidak hanya mengetahui teori, tetapi melihat perbedaan yang sangat jelas.

Metode yang sama digunakan pada kisah Adam, Bani Israil, dan Ibrahim.

Adam menjadi model manusia yang bertobat.

Bani Israil menjadi contoh manusia yang sering membangkang meskipun menerima banyak nikmat.

Ibrahim menjadi model manusia yang berserah diri sepenuhnya kepada Allah.

Di antara tiga tokoh dan kelompok inilah Al-Qur'an mengajak setiap pembaca bertanya kepada dirinya sendiri:

Ketika diberi ilmu, apakah saya seperti Adam yang semakin rendah hati?

Ketika diberi nikmat, apakah saya seperti Ibrahim yang semakin tunduk?

Ataukah saya mengulangi kesalahan Bani Israil yang menjadikan nikmat dan ilmu sebagai alasan untuk merasa lebih tinggi daripada kebenaran?

Itulah sebabnya kisah Bani Israil ditempatkan di antara Adam dan Ibrahim.

Bukan sekadar untuk menceritakan sejarah mereka, tetapi untuk menunjukkan bahwa kemuliaan di sisi Allah tidak ditentukan oleh banyaknya fasilitas, luasnya ilmu, atau mulianya keturunan.

Kemuliaan ditentukan oleh satu hal yang sama sejak Adam hingga Ibrahim: ketundukan kepada Allah.

0 komentar:

Cari Artikel Ketik Lalu Enter

Artikel Lainnya

Indeks Artikel

!qNusantar3 (1) 1+6!zzSirah Ulama (1) Abdullah bin Nuh (1) Abu Bakar (3) Abu Hasan Asy Syadzali (2) Abu Hasan Asy Syadzali Saat Mesir Dikepung (1) Aceh (6) Adnan Menderes (2) Adu domba Yahudi (1) adzan (1) Agama (1) Agribisnis (1) Ahli Epidemiologi (1) Air hujan (1) Akhir Zaman (1) Al-Baqarah (1) Al-Qur'an (362) Al-Qur’an (6) alam (3) Alamiah Kedokteran (1) Ali bin Abi Thalib (1) An-Nadwi (1) Andalusia (1) Angka Binner (1) Angka dalam Al-Qur'an (1) Aqidah (1) Ar Narini (2) As Sinkili (2) Asbabulnuzul (1) Ashabul Kahfi (1) Aurangzeb alamgir (1) Bahasa Arab (1) Bahaya Kemunduran Umat Islam (1) Bani Israel (1) Banjar (1) Banten (1) Barat (1) Belanja (1) Berkah Musyawarah (1) Bermimpi Rasulullah saw (1) Bertanya (1) Bima (1) Biografi (1) BJ Habibie (1) budak jadi pemimpin (1) Buku Hamka (1) busana (1) Buya Hamka (53) Cerita kegagalan (1) cerpen Nabi (8) cerpen Nabi Musa (2) Cina Islam (1) cinta (1) Covid 19 (1) Curhat doa (1) Dajjal (1) dakwah (8) Dakwah (2) Dasar Kesehatan (1) Deli Serdang (1) Demak (3) Demam Tubuh (1) Demografi Umat Islam (1) Detik (1) Diktator (1) Diponegoro (2) Dirham (1) Doa (1) doa mendesain masa depan (1) doa wali Allah (1) dukun (1) Dunia Islam (1) Duplikasi Kebrilianan (1) energi kekuatan (1) Energi Takwa (1) english (6) English (6) Episentrum Perlawanan (1) filsafat (3) filsafat Islam (1) Filsafat Sejarah (1) Fiqh (1) Fir'aun (2) Firasat (1) Firaun (1) Gamal Abdul Naser (1) Gelombang dakwah (1) Gladiator (1) Gowa (1) grand desain tanah (1) Gua Secang (1) Haji (1) Haman (1) Hamka (3) Hasan Al Banna (7) Heraklius (4) Hidup Mudah (1) Hikayat (3) Hikayat Perang Sabil (2) hikmah (1) https://www.literaturislam.com/ (1) Hukum Akhirat (1) hukum kesulitan (1) Hukum Pasti (1) Hukuman Allah (1) Ibadah obat (1) Ibnu Hajar Asqalani (1) Ibnu Khaldun (1) Ibnu Sina (1) Ibrahim (1) Ibrahim bin Adham (1) ide menulis (1) Ikhwanul Muslimin (1) ilmu (2) Ilmu Laduni (3) Ilmu Sejarah (1) Ilmu Sosial (1) Imam Al-Ghazali (2) imam Ghazali (1) Instropeksi diri (1) interpretasi sejarah (1) Islam (1) ISLAM (2) Islam Cina (1) Islam dalam Bahaya (2) Islam di India (1) Islam Nusantara (1) Islampobia (1) Istana Al-Hambra (1) Istana Penguasa (1) Istiqamah (1) Jalan Hidup (1) Jamuran (1) Jebakan Istana (1) Jendral Mc Arthu (1) Jibril (1) jihad (1) Jiwa Berkecamuk (1) Jiwa Mujahid (1) Jogyakarta (1) jordania (1) jurriyah Rasulullah (1) Kabinet Abu Bakar (1) Kajian (1) kambing (1) Karamah (1) Karya Besar (1) Karya Fenomenal (1) Kebebasan beragama (1) Kebohongan Pejabat (1) Kebohongan Yahudi (1) kecerdasan (2) Kecerdasan (263) Kecerdasan Finansial (4) Kecerdasan Laduni (1) Kedok Keshalehan (1) Kejayaan Islam (1) Kejayaan Umat Islam (1) Kekalahan Intelektual (1) Kekhalifahan Islam (2) Kekhalifahan Turki Utsmani (1) Keluar Krisis (1) Kemiskinan Diri (1) Kepemimpinan (1) kerajaan Islam (1) kerajaan Islam di India (1) Kerajaan Sriwijaya (2) Kesehatan (1) Kesultanan Aceh (1) Kesultanan Nusantara (1) Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Keturunan Rasulullah saw (1) Keunggulan ilmu (1) keunggulan teknologi (1) Kezaliman (2) KH Hasyim Ashari (1) Khaidir (2) Khalifatur Rasyidin (1) Kiamat (1) Kisah (1) Kisah Al Quran (1) kisah Al-Qur'an (1) Kisah Hadist (4) Kisah Nabi (1) Kisah Nabi dan Rasul (1) Kisah Para Nabi (1) kisah para nabi dan (2) kisah para nabi dan rasul (13) kisah para Nabi dan Rasul (1) Kisah para nabi dan rasul (3) Kisah Para Nabi dan Rasul (577) kisah para nabi dan rasul. Nabi Daud (1) kisah para nabi dan rasul. nabi Musa (2) Kisah Penguasa (1) Kisah ulama (1) kitab primbon (1) Koalisi Negara Ulama (1) Krisis Ekonomi (1) Kumis (1) Kumparan (1) Kurikulum Pemimpin (1) Laduni (1) lauhul mahfudz (1) lockdown (1) Logika (1) Luka darah (1) Luka hati (1) madrasah ramadhan (1) Madu dan Susu (1) Majapahi (1) Majapahit (4) Makkah (1) Malaka (1) Mandi (1) Matematika dalam Al-Qur'an (1) Maulana Ishaq (1) Maulana Malik Ibrahi (1) Melihat Wajah Allah (1) Memerdekakan Akal (1) Menaklukkan penguasa (1) Mendidik anak (1) mendidik Hawa Nafsu (1) Mendikbud (1) Menggenggam Dunia (1) menulis (1) Mesir (1) militer (1) militer Islam (1) Mimpi Rasulullah saw (1) Minangkabau (2) Mindset Dongeng (1) Muawiyah bin Abu Sofyan (1) Mufti Johor (1) muhammad al fatih (3) Muhammad bin Maslamah (1) Mukjizat Nabi Ismail (1) Musa (1) muslimah (1) musuh peradaban (1) Nabi Adam (71) Nabi Ayub (1) Nabi Daud (3) Nabi Ibrahim (3) Nabi Isa (2) nabi Isa. nabi ismail (1) Nabi Ismail (1) Nabi Khaidir (1) Nabi Khidir (1) Nabi Musa (29) Nabi Nuh (6) Nabi Sulaiman (2) Nabi Yunus (1) Nabi Yusuf (15) Namrudz (2) Nasrulloh Baksolahar (1) NKRI (1) nol (1) Nubuwah Rasulullah (4) Nurudin Zanky (1) Nusa Tenggara (1) nusantara (3) Nusantara (249) Nusantara Tanpa Islam (1) obat cinta dunia (2) obat takut mati (1) Olahraga (6) Orang Lain baik (1) Orang tua guru (1) Padjadjaran (2) Palembang (1) Palestina (647) Pancasila (1) Pangeran Diponegoro (3) Pasai (2) Paspampres Rasulullah (1) Pembangun Peradaban (2) Pemecahan masalah (1) Pemerintah rapuh (1) Pemutarbalikan sejarah (1) Pengasingan (1) Pengelolaan Bisnis (1) Pengelolaan Hawa Nafsu (1) Pengobatan (1) pengobatan sederhana (1) Penguasa Adil (1) Penguasa Zalim (1) Penjajah Yahudi (35) Penjajahan Belanda (1) Penjajahan Yahudi (1) Penjara Rotterdam (1) Penyelamatan Sejarah (1) peradaban Islam (1) Perang Aceh (1) Perang Afghanistan (1) Perang Arab Israel (1) Perang Badar (3) Perang Ekonomi (1) Perang Hunain (1) Perang Jawa (1) Perang Khaibar (1) Perang Khandaq (2) Perang Kore (1) Perang mu'tah (1) Perang Paregreg (1) Perang Salib (4) Perang Tabuk (1) Perang Uhud (2) Perdagangan rempah (1) Pergesekan Internal (1) Perguliran Waktu (1) permainan anak (2) Perniagaan (1) Persia (2) Persoalan sulit (1) pertanian modern (1) Pertempuran Rasulullah (1) Pertolongan Allah (3) perut sehat (1) pm Turki (1) POHON SAHABI (1) Portugal (1) Portugis (1) ppkm (1) Prabu Satmata (1) Prilaku Pemimpin (1) prokes (1) puasa (1) pupuk terbaik (1) purnawirawan Islam (1) Qarun (2) Quantum Jiwa (1) Raffles (1) Raja Islam (1) rakyat lapar (1) Rakyat terzalimi (1) Rasulullah (1) Rasulullah SAW (1) Rasulullah shalallahu alaihi wassalam (1) Rehat (493) Rekayasa Masa Depan (1) Republika (2) respon alam (1) Revolusi diri (1) Revolusi Sejarah (1) Revolusi Sosial (1) Rindu Rasulullah (1) Romawi (4) Rumah Semut (1) Ruqyah (1) Rustum (1) Saat Dihina (1) Sahabat (1) sahabat Nabi (1) Sahabat Rasulullah (1) SAHABI (1) Salimul Aqidah (1) satu (1) Sayyidah Musyfiqah (1) Sejarah (2) Sejarah Nabi (1) Sejarah Para Nabi dan Rasul (1) Sejarah Penguasa (1) selat Malaka (2) Seleksi Pejabat (1) Sengketa Hukum (1) Serah Nabawiyah (1) Seruan Jihad (3) shalahuddin al Ayubi (3) shalat (1) Shalat di dalam kuburannya (1) Shalawat Ibrahimiyah (1) Simpel Life (1) Sirah Nabawiyah (263) Sirah Para Nabi dan Rasul (3) Sirah penguasa (6) Sirah Penguasa (243) sirah Sahabat (2) Sirah Sahabat (160) Sirah Tabiin (43) Sirah ulama (23) Sirah Ulama (157) Siroh Sahabat (1) Sofyan Tsauri (1) Solusi Negara (1) Solusi Praktis (1) Sriwijaya Islam (3) Strategi Demonstrasi (1) Suara Hewan (1) Suara lembut (1) Sudah Nabawiyah (1) Sufi (1) sugesti diri (1) sultan Hamid 2 (1) sultan Islam (1) Sultan Mataram (3) Sultanah Aceh (1) Sunah Rasulullah (2) sunan giri (3) Sunan Gresi (1) Sunan Gunung Jati (1) Sunan Kalijaga (1) Sunan Kudus (2) Sunatullah Kekuasaan (1) Supranatural (1) Surakarta (1) Syariat Islam (18) Syeikh Abdul Qadir Jaelani (2) Syeikh Palimbani (3) Tak Ada Solusi (1) Takdir Umat Islam (1) Takwa (1) Takwa Keadilan (1) Tamim Ad Dari (1) Tanda Hari Kiamat (1) Tasawuf (29) teknologi (2) tentang website (1) tentara (1) tentara Islam (1) Ternate (1) Thaharah (1) Thariqah (1) tidur (1) Titik kritis (1) Titik Kritis Kekayaan (1) Tragedi Sejarah (1) Turki (2) Turki Utsmani (2) Ukhuwah (1) Ulama Mekkah (3) Umar bin Abdul Aziz (5) Umar bin Khatab (3) Umar k Abdul Aziz (1) Ummu Salamah (1) Umpetan (1) Utsman bin Affan (2) veteran islam (1) Wabah (1) wafat Rasulullah (1) Wakaf (1) Waki bin Jarrah (1) Wali Allah (1) wali sanga (1) Walisanga (2) Walisongo (3) Wanita Pilihan (1) Wanita Utama (1) Warung Kelontong (1) Waspadai Ibadah (1) Wudhu (1) Yusuf Al Makasari (1) zaman kerajaan islam (1) Zulkarnain (1)