Hasan Al-Banna Pelopor Penggelora Kesadaran akan Palestina
Syeikh Yusuf Al-Qardhawi berkisah saat dia masih sekolah di tingkat Tsanawiyah. Saat itu persoalan Palestina merupakan persoalan yang selalu aktual dan menarik perhatian. Saat itu, kalangan Islam-lah yang lebih banyak menarik perhatian tentang Palestina dibandingkan kalangan Nasionalis. Karenanya, sangat sedikit dari kalangan Nasionalis yang menyadari betapa bahayanya gerakan Zionisme di Palestina.
Pada suatu ketika, salah seorang penguasa Mesir yang berjiwa nasionalis ditanya tentang persoalan Palestina, jawabannya, "Saya perdana menteri Mesir dan bukan perdana menteri Palestina."
Atas sikapnya ini, para mahasiswa dan masyarakat melawan sikap tersebut dengan aksi-aksi demonstrasi dan mengkritik sikap penguasa serta mengobarkan api revolusi di kalangan pelajar, mahasiswa, plus masyarakat luas. Saat itu, aksinya masih menunggu hasil perjanjian Belfour.
Dalam kondisi tersebut, tokoh Islam yang paling peduli dengan Palestina dan menyadari bahaya gerakan dan tujuan zionisme bagi bangsa Arab dan dunia Islam adalah Hasan Al-Banna.
Beliau selalu mengikuti perkembangan peristiwa di Palestina serta beragam rencana busuk yang ingin dilakukan Zionis Israel. Hal ini penting untuk menghilangkan sikap lalai yang menyelimuti hati umat dan membuktikan kebohongannya bahwa Palestina telah menjual negrinya kepada Yahudi dan bahwa mereka sudah tidak mau lagi melakukan perlawanan dan jihad melawan Zionis Israel.
Menurut Hasan Al-Banna, semuanya merupakan kebohongan yang disebarkan oleh Zionis Israel dan penjajah Inggris. Yang benar, hanya 2 persen yang dijual dari seluruh Palestina, yang menjualnya pun orang asing dan non muslim.
Kenyataannya rakyat Palestina selalu gigih melawan Zionis Israel dengan segala kemampuan yang dimiliki, sekalipun penjajah Inggris selalu menghalanginya dengan larangan memiliki senjata apa pun untuk mempertahankan diri.
Padahal pada sisi lain, Inggris membiarkan dan mempersilahkan Zionis Israel bertindak represif, sadis, dan tidak manusiawi terhadap rakyat Palestina.
Anehnya, sikap politik Zionis dan kolonialis diterima oleh para pemimpin Arab dengan mengesampingkan persoalan Palestina. Penguasa Arab tidak pernah peduli untuk membela harga diri bangsa Palestina.
Persoalan Palestina hanya menjadi persoalan rakyat Palestina sendiri tanpa perhatian masyarakat Arab dan dunia Islam. Inilah yang diinginkan oleh musuh-musuh Islam. Padahal pada sisi lain, Zionis Israel sedang membuat gudang senjata yang sangat besar dan selalu mendapatkan bantuan dari berbagai negara lain.
Sumber:
Yusuf Al-Qardhawi, Sang Pelita Umat, Pustaka Al-Kautsar, 2023
0 komentar: