Pelaksanaan Dakwah atas Dasar Pilihan
Pada fase dakwah rahasia, penyampaian Islam tidak dilakukan secara terbuka di pasar-pasar, majelis umum, atau forum kabilah. Dakwah dijalankan secara selektif dan personal, berdasarkan pertimbangan matang para dai terhadap karakter, integritas, dan kesiapan orang-orang yang akan diajak.
Dakwah pada tahap ini bukanlah dakwah massa, melainkan dakwah pilihan.
Fondasi pertama dakwah Islam dibangun dari lingkaran terdekat Rasulullah ï·º. Khadijah binti Khuwailid, istri beliau, menjadi orang pertama yang beriman. Abu Bakar ash-Shiddiq, sahabat karib yang paling mengenal kejujuran dan keagungan akhlak Nabi. Ali bin Abi Thalib, anak pamannya yang diasuh sejak kecil. Dan Zaid bin Haritsah, mantan budak yang telah lama hidup dalam naungan rumah kenabian.
Keempat sosok ini bukan sekadar orang-orang terdekat secara emosional, tetapi juga orang-orang yang paling mengenal pribadi Rasulullah ï·º. Mereka adalah saksi hidup atas kejujuran, ketulusan, dan keteguhan beliau jauh sebelum risalah disampaikan secara luas.
Ketika Abu Bakar mulai menjalankan peran dakwahnya, pola yang sama terus dijaga: dakwah berbasis kepercayaan. Ia tidak mengajak sembarang orang, melainkan mereka yang dikenalnya memiliki kejernihan akal, kematangan akhlak, dan kemampuan menjaga rahasia.
Ibnu Ishaq menggambarkan sosok Abu Bakar sebagai berikut:
“Abu Bakar adalah seorang laki-laki yang akrab dengan kaumnya, dicintai dan disayangi. Ia termasuk Quraisy yang paling mengetahui nasab kaumnya serta memahami kebaikan dan keburukan yang ada di dalamnya.”
Ibnu Ishaq melanjutkan:
“Ia dikenal sebagai seorang pedagang yang berakhlak mulia. Banyak tokoh kaumnya mendatanginya untuk meminta pendapat dalam berbagai urusan, karena ilmunya, perniagaannya, dan kebaikan pergaulannya.”
Dengan modal kepercayaan sosial inilah Abu Bakar memulai dakwahnya. Ia mengajak kepada Islam orang-orang yang diyakininya mampu mendengar dengan jujur dan menjaga amanah dakwah. Melalui dakwah Abu Bakar, masuk Islamlah Utsman bin Affan, Zubair bin Awwam, Abdurrahman bin Auf, Sa‘ad bin Abi Waqqash, dan Thalhah bin Ubaidillah.
Ibnu Ishaq menegaskan:
“Mereka adalah para pendahulu yang pertama-tama masuk Islam, melaksanakan shalat, dan membenarkan risalah Nabi.”
Kelompok kecil ini kelak menjadi tulang punggung dakwah Islam—bukan hanya karena kedudukan sosial mereka, tetapi karena kualitas iman, keteguhan hati, dan kesiapan berkorban.
Dengan demikian, dakwah pada fase awal ini berjalan di atas pondasi kepercayaan, kedekatan personal, dan ketepatan memilih sasaran. Faktor-faktor yang membuat dakwah Abu Bakar diterima memang banyak, tetapi yang paling utama adalah integritas pribadi dan hubungan kepercayaan yang telah terbangun jauh sebelum dakwah dimulai.
Inilah pelajaran besar dari fase dakwah rahasia: Islam tidak lahir dari kebisingan massa, melainkan dari kejernihan hati segelintir manusia yang dipilih dan siap memikul amanah kebenaran.
0 komentar: